Rabu, 25 Januari 2012

AKU KAH ITU

Saat terbangun dari lelap di sepertiga malam..Aku tak lebih cepat dari dia shalat tahajud...

Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda.. “
Rabb kita -Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir...
Lalu Dia berfirman..“Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya..siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim)

Dari sejak dini hari ku sudah kalah olehnya... Saat fajar menampakkan keindahannya...
Aku tidak lebih cepat dari dia Shalat subuh berjamaah..
Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651) Ya Rabb jangan Engkau golongkan kami kedalam orang- orang munafik... Ketika udara pagi yang cerah mengiringil kesibukan.. Aku tidak lebih cepat dari dia shalat dhuha... Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim)

Terdiam sejenak aku sudah mengulangi kealfaanku... Saat hingar bingar kecerian jam istirahat kerja Aku tidak lebih cepat dari dia shalat dzuhur berjamaah.. Mendengar Adzan dan Iqomah.. Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Doa di antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. At- Tirmizi dan Abu Daud) betapa aku sudah melewatkan kesempatan emas ini... Lelah menjelang pulang kerja di sore hari... Melihat wajah-wajah musam penuh kepenatan... Tapi Aku tidak lebih cepat dari dia membasuh keletihan dengan air wudhu untuk shalat Ashar... Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada dua waktu dingin (subuh dan ashar), maka dia akan masuk surga.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim) Nikmat mana lagi yang engkau dustakan???... Ketika matahari mulai tenggelam dan keletihan mulai mendera... Aku tidak lebih cepat dari dia shalat Magrib berjamaah... Hati ini beralasan untuk beristirahat dari kepenatan.... Dan terkadang mengakhirkannya ketika matahari tenggelam di ufuk Ya Allah beginikah sikap hambamu ini yang "katanya" ingin menegakkan islam... Shalat isya sungguh berat kaki ini melangkah mengambil wudhu.. Sekali lagi Aku tidak lebih cepat dari dia shalat Isya berjamaah... Sibuk bersenda gurau dengan kawan atau keluarga... Terkadang berdalih ingin mengakhirkan shalat isya karena itu lebih utama... Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: Suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersibukkan dari mengerjakan shalat isya di awal waktu, maka beliau mengakhirkannya hingga kami tertidur di masjid kemudian kami terbangun, lalu kami tidur lagi kemudian terbangun. Lalu keluarlah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami, kemudian beliau bersabda: “Tidak ada seorang pun dari penduduk bumi yang menanti shalat ini selain kalian.” Adalah Ibnu Umar tidak memedulikan apakah ia mendahulukan atau mengakhirkannya, apabila ia tidak khawatir tertidur pulas/ nyenyak dari mengerjakannya pada waktunya. Adalah Ibnu Umar tidur sebelum shalat isya.” (HR. Al-Bukhari) Namun bukannya mengakhirkan malah meninggalkan shalat isya na'udzubillah....

Rizki seperti apakah yang kita harapkan jika keseharian ini ??? Aku Tidak Lebih Cepat Dari Dia dalam Shalat Aku Tidak Lebih Cepat Dari Dia dalam Doa Dan kemenangan bagaimanakah, yang kita harapkan akan terwujud bagi umat yang bila shalat subuh tiba, larut dalam tidur nyenyak, bila shalat ashar tiba, sedang hanyut dalam permainan, dan bila shalat ‘Isya’ tiba, asyik menonton sinetron.”

~Copy paste dari group di Facebook~ Renungan untuk semua~

Template by:
Free Blog Templates