Sabtu, 21 Juli 2012

Istana Iblis ada dilautan

ISTANA IBLIS
Oleh : Armansyah

Banyak sekali kita membaca adanya fenomena anomali yang terjadi dengan latar belakang laut, misalnya kisah Nyai Roro Kidul yang disebut-sebut masyarakat sebagai penguasa laut selatan (padahal itu laut khan kekuasaannya Allah hehehe), atau juga segitiga formosa di Jepang dan beberapa tempat lagi lainnya, baik dinusantara maupun dimanca negara. Puncaknya yang paling terkenal adalah segitiga bermuda.
Berbagai macam teori dikeluarkan untuk mencari penjelasan tentang kejadian-kejadian metafisika semacam itu, mulai dari yang ilmiah dan menjelimet dengan semua rumus, teori dan turunannya hingga sampai yang sangat mistik dan paling tak masuk akal sehat sekalipun. Semua berebut benar dan top dalam menafsirkannya.
Disini saya tidak sedang tertarik untuk membahas, menafsirkan atau mengupas semua keanehan itu … hanya ingin berbagi dan sedikit berpikir lebih spiritual berkaitan adanya nash-nash didalam Islam, tepatnya lagi adalah hadis-hadis Rasul tentang eksistensi istana ataupun singgasana Iblis ditengah laut.

Apakah semua fenomena aneh diatas berkaitan dengan nash-nash tersebut? entahlah, hanya Allah yang maha mengetahuinya. Bagaimanapun, jika memang sosok Roro Kidul dipantai selatan itu ada sesuai dengan kesaksian sejumlah orang, terus jikapun ada pula laporan penampakan makhluk-makhluk supranatural diberbagai tempat dilautan lainnya dan membuat onar saja (apalagi akhirnya bertujuan agar orang mengagungkan dia serta tempatnya melalui sebuah sakralisasi tertentu semacam larungan, pengkeramatan, larangan ini dan itu),maka sudah bisa dipastikan bila mereka itu adalah dari kelompoknya Jin.
Bicara soal Jin, maka Iblis juga berasal dari jenis Jin. Lalu apakah itu semua ulah makhluk laknatullah tersebut? Ok, ini nash-nashnya…

18:50. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang lalim.
Musnad Ahmad 14027: Telah bercerita kepada kami Abu Ahmad telah bercerita kepada kami Sufyan dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Singgasana Iblis adalah di tengah laut, disanalah ia mengirimkan para tentaranya. Yang paling tinggi kedudukannya adalah yang paling besar kejahatannya “.
Shahih Muslim 5031: Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim, berkata Ishaq: Telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan Utsman berkata: Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir berkata: Aku mendengar nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: Sesungguhnya singgasana Iblis berada di atas laut, ia mengirim bala tentaranya kemudian mereka menggoda manusia. Yang paling agung bagi iblis adalah (setan) yang paling besar godaannya.”
Musnad Ahmad 13858: Telah bercerita kepada kami Abu Mu’awiyah telah bercerita kepada kami Al ‘A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Iblis meletakkan istananya di atas air kemudian mengutus pasukannya. Singgasana paling rendah di air dihuni oleh yang paling besar kejahatannya, Iblis mendatangi satu persatu anggotanya, ada yang menjawab ‘Saya telah melakukan ini dan itu’, maka (Iblis) berkata; ‘Kamu belum berbuat apa-apa”. (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Kemudian ia mendatangi yang lain dan berkata; ‘Saya tidak meninggalkan dia, sampai saya bisa memisahkan dia dengan isterinya’”. (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Maka ia (iblis) tersebut menjadikan anggotanya yang telah berhasil memisahkan suami-isteri itu dekat dengannya”, atau beliau bersabda: “Maka ia selalui menyertainya, hingga raja iblis itu berkata; ‘Anak buah terbaik adalah kamu”. Abu Mu’awiyah pernah berkata; “Maka Iblis menjadikan anggotanya itu sangat dekat” dengannya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Iblis ialah keturunan para jin. Iblis berketurunan Ja’an, sebenarnya dia sangat pandai dan mirip malaikattetapi kemudian Iblis berperangai buruk dan sombong. Dari Iblis ini turunnya syaitan, Syaitan adalah jin tetapi tidak semua jin itu syaitan. Sebab jin sepertimanusia ada yang baik ada yang jahat.

Anak-anak Iblis
Setelah Iblis kahwin dengan Jin perempuan yang menjadi pengikutnya, lalu dari perkahwinan itu turunnya anak-anaknya yang kemudian di sebut syaitan. Iblis mempunyai 5 anak yang masing-masing diberi tugas tertentu.

1 Yang Tua sekali bernama Tsabar

Tugasnya ialah bertanggung jawab memberikan musibah yang membuatkan manusia menyesal, mengeluh, meratap dengan rintihan kebodohannya.

2 Yang Kedua bernama AI-A’war

Tugasnya bertanggung jawab.terhadap maharajalela perzinaan. Dia menggalakkan orang melakukan maksiat dan menganggap maksiat zina itu satu keseronokan.

3 Yang Ketiga bernama Maswath

Tugasnya menyebar kebohongan yang kemudian didengar oleh orang dan bohong itu disambung ke seorang yang lain. Sehinggalah bohong itu menjadi merebak berleluasa.

4 Yang Keempat bernama Dasim

Iblis yang menemani seseorang ketika dia menemui keluarganya lalu memperlihatkan aib dan malu pada diri mereka sehingga orang itu marah.

5 Yang Kelima bernama Zainabur

Syaitan yang satu ini berkeliaran di pasar-pasar di seluruh penjuru dunia. Merekalah yang menyebarkan pertengkaran, caci mencaci, perselisihan dan bunuh membunuh antara sesama manusia.

Mereka ini masing-masing mempunyai kerajaan yang sangat besar dan megah. Ada menteri, pemerintah, ada pejabat dan mempunyai wakil-wakil dan pengikut yang sangat banyakjumlahnya.

Dalam sebuah buku bertajuk The male offender dan the female offender, Dr Lamdrozzo menyatakan bahawa negara syaitan itu diperintah oleh 7 raja:

Ketujuh raja itu ialah:

a Maimun memerintah pada hari Sabtu
b Farkan memerintah pada hari Ahad
c Arka memerintah pada hari Isnin
d Samakas memerintah pada hari Selasa
e Mondiak memerintah pada hari Rabu
f Sauts memerintah pada hari Khamis
g Sarabuthus memerintah pada hari Jumaat
masing-masing mempunyai menteri yang
bertanggung jawab terhadap berbagai bidang.

Syaitan-syaitan di Kerajaan Air
Dunia ini 72 peratus adalah air, sedangkan daratan hanya 28 peratus. Manusia hanya mendiami daratan yang hanya satu pertiga dunia itu. Itu pun belum semua dihuni oleh manusia. Sedangkan Jin, Syaitan dan Iblis yang sudaah terlebih dahului menduduki dunia ini sudah membuat kerajaan-kerajaan yang megah di perairan, bahkan sebahagiannya mendiami di daratan.

Semua makhluk halus sangat suka tempat diperairan di mana ada pertemuan dua arus, baik sungai dengan lautan ataupun lautan dengan lautan.

Mengapa? kerana di antara keduanya terdapat batas. misalnya dua sungai yang mengalirdi Chatgam di Pakistan Timur menuju ke kota Arakan, Burma, kedua saliran sungai itu dapat dilihat secara jelas dan terpisah satu sama lain. Kedua sungai itu mengambiljaluryang terpisah. Fenomena in juga terdapat di sungai Gangga dan Yamuna di kota Allahabad. Penelitian dan kajian membuktikan terdapat hukum yang pasti dengan benda-benda yang mengalir yang disebut hukum “Surface tension” yang memisahkan dua arus yang mengalir ditempatnya.

Pembatasan kedua aliran ini akan menimbulkan medan magnet yang sangat disukai oleh makhluk halus.

Kerajaan Iblis di bumi Iblis pun ada pusat pemerintahan yang mengendalikanjalannya, aktiviti kegiatannya dalam melakukan aksi dan kekacauan terhadap anak keturunan Nabi Adam dan Hawa. kadang-kadang timbul pertanyaan di mana letaknya pusat pemerintahan Iblis itu?
Markas besar dan pusat pemerintahan Iblis di muka bumi ini terletak di dua tempat.

1 Di Segitiga Bermuda


2 Di Segitiga Formosa dan Sekitarnya

Kenapa diberi istilah Bermuda dan Formosa?

A. Segitiga Bermuda Istilah Bermuda asal mulanya dimaksudkan sebagai nama untuk bulan ketujuh kalendar Mesir, iaitu Naisan. Pada bulan ini petani menanam tebu dan kurma. Istilah ini kemudian di gunakan untuk menunjukkan suatu Segitiga imajinatif yang terletak di Lautan Atlantikj Segitiga Bermuda mempunyai keluasan 770,000 kilometer dan terdiri dari gugusan puau-pulau yang berjumlah 350 pulau. Pulau-pulau ini tersusuun seperti untaian manik-manik. Beberapa teluk kecil merupakan hujungnya terletak seluruhnya di Lautan Atlantik, 930 kilometer dari daratan Amerika.

Puncak Segitiga Imajinatif Bermuda di bahagian utara, terletak di pulau Bermuda. Sudut tenggaranya terletak di Puerto Rico. Penduduk nya berbahasa Sepanyol, di samping bahasa Inggeris. Ibukotanya bandar San Juan, sudut barat terletak di Miami Florida.

Banyak kejadian misteri berlaku di kawasan ini, bahkan menurut para peneliti daerah ini, segitiga bermuda merupakan daerah Elektromagnet. Daerah ini juga digelar Kuburan Atlantik yang tidak boleh ditangkap oleh setiap or-ang yang melakukan kajian dan menganalisa misterinya. Di situ terdapat singgahsana Iblis.

B Segitiga Formosa


Formosa ialah nama untuk sebuah pulau yang terletak 145 kilometer di sebelah Timur daratan China yang dipisahkan oleh Selat yang disebut Selat Formosa. Formosaa adalah China Nasionalis yang lebih dikenali dengan nama Taiwan. Luas pulau itu sekitar35,961 kilometer dan ibukotanya ialah BandarTaipeh. Formosa terkenal
kerana kedudukannya yang terletak di tenggara sebuah segitiga yang dikenali dengan nama “Perigi Syaitan” atau juga dikenali “Pusaran Syaitan” di m ana disitu juga terjadi berbagai-bagai peristiwa di mana hilangnya kapal dan kapal terbang yang sama hebat misterinya dengan Bermuda.

Puncak Segitiga Formosa ini

terletak di Pulau Gilbert di Laut Kuning, daerah ini disebut dengan “Kuburan Kapal dan Kapal Terbang”. Sudut Timur lautnya terletak di pulau Formosa. Segitiga Pusaran Syaitan Formosa disebut sebagai daerah yang lebih merbahaya dari Segitiga Bermuda.
Daerah Formosa merupakan kawasan Segitiga pusaran air yang tersembunyi. Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahawa kawasan tersebut merupakan pertemuan antara arus air panas dan air sejuk.

Bahkan ada rahsia yang terungka dari alam Jin. Semua tempat yang merupakan antara aliran air panas dan air sejuk adalah kawasan yang digemari oleh Iblis dan pembantu-pembantunya sebagai pusat pemerintahan kerajaan dan negara Iblis.

Negeri Tempat Keluarnya Dajjal




‘’Dajjal akan keluar dari muka bumi ini, di bagian timur yang bernama Khurasan”. (HR Tirmidzi). Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, ‘’ (Pasukan yang membawa) bendera hitam akan muncul dari Khurasan. Tak ada kekuatan yang mampu menahan laju mereka dan mereka akhirnya akan mencapai Yerusalem, di tempat itulah mereka akan mengibarkan benderanya.’’ (HRTurmidzi).
Dalam kedua hadis itu tercantum kata ‘’Khurasan’’. Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Al-Hadith Al-Nabawi , mengungkapkan, saat ini, Khurasan terletak di ujung timur Laut Iran. Pusat kotanya adalah Masyhad.
Sejarah peradaban Islam mencatat Khurasan dengan tinta emas. Betapa tidak. Khurasan merupakan wilayah yang terbilang amat penting dalam sejarah peradaban Islam. Jauh sebelum pasukan tentara Islam menguasai wilayah itu, Rasulullah SAW dalam beberapa haditsnya telah menyebut-nyebut nama Khurasan.

Letak geografis Khurasan sangat strategis dan banyak diincar para penguasa dari zaman ke zaman. Pada awalnya, Khurasan Raya merupakan wilayah sangat luas membentang meliputi; kota Nishapur dan Tus (Iran); Herat, Balkh, Kabul dan Ghazni (Afghanistan); Merv dan Sanjan (Turkmenistan), Samarkand dan Bukhara (Uzbekistan); Khujand dan Panjakent (Tajikistan); Balochistan (Pakistan, Afghanistan, Iran).
Kini, nama Khurasan tetap abadi menjadi sebuah nama provinsi di sebelah Timur Republik Islam Iran. Luas provinsi itu mencapai 314 ribu kilometer persegi. Khurasan Iran berbatasan dengan Republik Turkmenistan di sebelah Utara dan di sebelah Timur dengan Afganistan. Dalam bahasa Persia, Khurasan berarti ‘Tanah Matahari Terbit.’
Jejak peradaban manusia di Khurasan telah dimulai sejak beberapa ribu tahun sebelum masehi (SM). Sejarah mencatat, sebelum Aleksander Agung pada 330SM menguasai wilayah itu, Khurasan berada dalam kekuasaan Imperium Achaemenid Persia. Semenjak itu, Khurasan menjelma menjadi primadona yang diperebutkan para penguasa.
Pada abad ke-1 M, wilayah timur Khurasan Raya ditaklukan Dinasti Khusan. Dinasti itu menyebarkan agama dan kebudayaan Budha. Tak heran, bila kemudian di kawasan Afghanistan banyak berdiri kuil. Jika wilayah timur dikuasai Dinasti Khusan, wilayah barat berada dalam genggaman Dinasti Sasanid yang menganut ajaran zoroaster yang menyembah api.
***
Khurasan memasuki babak baru ketika pasukan tentara Islam berhasil menaklukkan wilayah itu. Islam mulai menancapkan benderanya di Khurasan pada era Kekhalifahan Umar bin Khattab. Di bawah pimpinan komandan perang, Ahnaf bin Qais, pasukan tentara Islam mampu menerobos wilayah itu melalui Isfahan.
Dari Isfahan, pasukan Islam bergerak melalui dua rute yakni Rayy dan Nishapur. Untuk menguasai wilayah Khurasan, pasukan umat Islam disambut dengan perlawanan yang amat sengit dari Kaisar Persia bernama Yazdjurd. Satu demi satu tempat di Khurasan berhasil dikuasai pasukan tentara Islam. Kaisar Yazdjurd yang terdesak dari wilayah Khurasan akhirnya melarikan diri ke Oxus.
Setelah Khurasan berhasil dikuasai, Umar memerintahkan kaum Muslim untuk melakukan konsolidasi di wilayah itu. Khalifah tak mengizinkan pasukan tentara Muslim untuk menyeberang ke Oxus. Umar lebih menyarankan tentara Islam melakukan ekspansi ke Transoxiana.
Sepeninggal Umar, pemberontakan terjadi di Khurasan. Wilayah itu menyatakan melepaskan diri dari otoritas Muslim. Kaisar Yazdjurd menjadikan Merv sebagai pusat kekuasaan. Namun, sebelum Yadzjurd berhadapan lagi dengan pasukan tentara Muslim yang akan merebut kembali Khurasan, dia dibunuh oleh pendukungnya yang tak loyal.
Khalifah Utsman bin Affan yang menggantikan Umar tak bisa menerima pemberontakan yang terjadi di Khurasan. Khalifah ketiga itu lalu memerintahkan Abdullah bin Amir Gubernur Jenderal Basra untuk kembali merebut Khurasan. Dengan jumlah pasukan yang besar, umat Islam mampu merebut kembali Khurasan.
Ketika Dinasti Umayyah berkuasa, Khurasan merupakan bagian dari wilayah pemerintahan Islam yang berpusat di Damaskus. Penduduk dan pemuka Khurasan turut serta membantu Dinasti Abbasiyah untuk menggulingkan Umayyah. Salah satu pemimpin Khurasan yang turut mendukung gerakan anti- Umayyah itu adalah Abu Muslim Khorasani antara tahun 747 M hingga 750 M.
***
Setelah Dinasti Abbasiyah berkuasa, Abu Muslim justru ditangkap dan dihukum oleh Khalifah Al-Mansur. Sejak itu, gerakan kemerdekaan untuk lepas dari kekuasaan Arab mulai menggema di Khurasan. Pemimpin gerakan kemerdekaan Khurasan dari Dinasti Abbasiyah itu adalah Tahir Phosanji pada tahun 821.
Ketika kekuatan Abbasiyah mulai melemah, lalu berdirilah dinasti-dinasti kecil yang menguasai Khurasan. Dinasti yang pertama muncul di Khurasan adalah Dinasti Saffariyah (861 M - 1003 M). Setelah itu, Khurasan silih berganti jatuh dari satu dinasti ke dinasti Iran yang lainnya. Setelah kekuasaan Saffariyah melemah, Khurasan berada dalam genggaman Dinasti Iran lainnya, yakni Samanid.
Setelah itu, Khurasan menjadi wilayah kekuasaan orang Turki di bawah Dinasti Ghaznavids pada akhir abad ke-10 M. Seabad kemudian, Khurasan menjadi wilayah kerajaan Seljuk. Pada abad ke-13 M, bangsa Mongol melakukan invasi dengan menghancurkan bangunan serta membunuhi penduduk di wilayah Khurasan.
Pada abad ke-14 M hingga 15 M, Khurasan menjadi wilayah kekuasaan Dinasti Timurid yang didirikan Timur Lenk. Khurasan berkembang amat pesat pada saat dikuasai Dinasti Ghaznavids, Ghazni dan Timurid. Pada periode itu Khuran menggeliat menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Tak heran, jika pada masa itu lahir dan muncul ilmuwan, sarjana serta penyair Persia terkemuka.
Sederet literatur Persia bernilai tinggi ditulis pada era itu. Nishapur, Herat, Ghazni dan Merv kota-kota penting di Khurasan menjadi pusat berkembangnya kebudayaan. Memasuki abad ke-16 M hingga 18, Khurasan berada dalam kekuasaan Dinasti Moghul. Di setiap periode, Khurasan selalu menjadi tempat yang penting.

Bangunan-bangunan bersejarah yang kini masih berdiri kokoh di Khurasan menjadi saksi kejayaan Khurasan di era kekhalifahan. Selain itu, naskahnaskah penting lainnya yang masih tersimpan dengan baik membuktikan bahwa Khurasan merupakan tempat yang penting bagi pengembangan ajaran Islam.

oleh: Heri Ruslan

ASYIK STATUS GUE BANYAK YANG NGOMEN


ASYIK STATUS GUE BANYAK YANG NGOMEN


Bagi sebagian orang Facebook mungkin sudah menjadi barang pokok yang harus dipenuhi setiap saat. Tiap hari rasanya mungkin hambar kalau nda up date status di FB. Dan menariknya lagi kita senantiasa menu...nggu-menunggu semua orang komentar terhadap status kita, ya kalau ga ada yang coment minimal nge”likes” lah. Seolah bangga banget ketika status kita dikomentari oleh banyak orang.

Parahnya lagi banyak status-status yang GJ (gak jelas) dan ngga bermutu yang ditampilkan. Seolah FB dah jadi buku diary, tanpa berfikir bahwa yang ia tulis akan dibaca jutaan orang. Privasi seakan menjadi hal yang tabu saat ini. Semua orang bebas menuliskan apa yang ingin ia tulis tanpa berfikir dampak yang kan ditimbulkan dari setiap tulisannya.

Yang penting gue bisa eksis dan banyak yang komentar lah, subtansi nda terlalu penting. Itu mungkin anggapan bagi sebagian orang. Atau ada yang suka menarik tema-tema kontroversial supaya banyak yang tertarik mengomentarinya. Pokoknya semakin banyak komentar gue semakin bangga. Dan yang paling penting semua harus sependapat dengan pikiran gue.

Disinilah sentan-setan mulai bemain, mereka mencoba merusak niat-niat dalam hati kita. Niat awal yang tadinya baik untuk mengajak orang memahami sesuatu, akan tetapi ternodai karena sikap ujub (bangga diri) kita yang ingin selalu dianggap benar. Kita senantiasa melakukan pembenaran terhadap pendapat kita tanpa mau muhasabah (intropeksi) bahwa sebetulnya kita tidak tahu ilmunya. Logika kita mulai kita pertuhankan untuk mendukung dan membenarkan pendapat kita.

Kalau sudah seperti ini, yang ada hanya dosa dan dosa. Apa yang kita sampaikan tidak berdasarkan sumber yang valid. Kalau itu terjadi maka kita telah melakukan pembodohan terhadap orang-orang yang membaca setiap status dan komentar kita. Na’udubillah.

Disinilah pentingnya kita menuntut ilmu dan lapang dada menerima setiap perbedaan. FB sebetulnya bisa kita jadikan cerminan bagi kapasitas kita. Semakin GJ status dan komentar kita, maka ya segitu pula kadar intelektualitas kita. Dalam tataran ini sebetulnya kita sedang merusak privasi kita dan menghacurkan diri kita sendiri. Walahu’alam.

sumber:http://zilzaal.blogspot.com/2012/07/asyik-status-gue-banyak-yang-ngomen.html#more

Heboh 'Kiamat' Pada Ramadhan 2012, Cuma Hoax

Heboh 'Kiamat' Pada Ramadhan 2012, Cuma Hoax


Kalender Ramadhan di atas adalah hasil convert dari situs islamic finder atas kalender Masehi 2012. Insya Allah, 1 Ramadhan 1433H akan jatuh pada tanggal 20 Juli 2012, hari Jumat.

Yang menarik dari Ramadhan 2012 ini (meski masih jauh datangnya) adalah teror 'kiamat' yang dialamatkan pada bulan Ramadhan tahun ini dan beredar dari satu handphone ke handphone lainnya, tanpa sanad yang jelas.

Justifikasi yang sembrono lantaran jatuhnya pertengahan Ramadhan tahun 2012 ini, bertepatan dengan hari Jumat, percis dengan bunyi hadits yang akan dijelaskan kemudian.

Hal ini, membuat sebagian kaum muslimin khawatir, akan kebenaran khabar itu. Apalagi, sudah digadang-gadang sebelum masuk 2012, bahwa tahun ini, akan banyak musibah. Dan diantaranya, seperti yang beredar lewat BBM itu.

Seperti yang dilansir oleh situs inilah.com, berikut petikan berita tersebut.

'Teror' Kiamat Marak Beredar di BBM

INILAH.COM, Jakarta – Di 2011, pemuka agama Harold Camping memiliki dua tanggal yang ia klaim menjadi akhir dunia. Kini terdapat pula pesan kiamat beredar di BlackBerry Messenger (BBM).

“Coba lihat kalender tahun 2012.1 Ramadhan pada tahun 2012 jatuh pada 20 Juli, yaitu hari Jumat, jadi3 Agustus 2012 bersamaan dengan 15 Ramadhan juga pada hari Jumat,” isi bagian BBM itu.

Menurut keterangan yang ada dalam BBM tersebut, pada tengah malam Jumat 15 Ramadhan itu, akan terjadi peristiwa mengejutkan bagi semua orang yang sedang tidur.

“1 suara yang sangat dahsyat akan kita dengar dari langit, bukan kiamat tetapi huru-hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka Bumi sebanyak 2/3 yang tinggal hanya 1/3 saja,” lanjut isi BBM tersebut.

Menurut kajian NASA seperti tercantum dalam pesan BBM tersebut, pada 21-12-2012, sebuah planet yang dikenali sebagai planet X akan melintasi Bumi.

Di sisi lain, tak ada yang mampu meramalkan dengan pasti kapan terjadinya kiamat, seperti pada kasus Harold Camping yang gagal meramalkan kiamat sebanyak tiga kali, yakni pada 1994, 21 Mei 2011 dan 21 Oktober 2011.

Selain itu, kebenaran berita yang beredar di BBM sering kali didapati hanyalah hoax. [mor]

Kalimat terakhir dari berita tersebut (....sering kali didapati hanyalah hoax), memanglah BENAR adanya. Ini adalah khabar hoax yang dikirimkan entah siapa yang memulainya. Ini adalah ilmu otak-atik-gathuk, alias sekedar mencocokkan saja, tanpa ada landasan nash didalamnya.

Mau tahu sebabnya dikatakan hoax?

Yang pasti, karena sandaran hadits yang digunakan sebagai dasar pembahasan adalah hadits dengan derajat PALSU!!!

Berikut ini adalah penjelasan atas hadits yang dipergunakan dalam khabar hoax yang sudah terlanjur ditransmisikan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, saya kutipkan dari situs muslim 0r id.

Silahkan disimak.

Hadits Palsu Huru Hara Akhir Zaman Di Hari Jum’at Pertengahan Ramadhan

Bismillah. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berpegang teguh dengan ajarannya hingga hari kiamat.

Akhir-akhir ini banyak sekali pertanyaan dari beberapa orang seputar derajat hadits huru-hara akhir zaman yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan yang bertepatan dengan hari Jumat.

Maka kami katakan, bahwa para ulama hadits terdahulu maupun yang hidup di zaman sekarang telah menerangkan dengan jelas dan gamblang bahwa hadits-hadits yang berbicara tentang masalah tersebut tidak ada satu pun yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, baik ditinjau dari segi sanad hadits maupun realita yang ada. Bahkan semuanya adalah hadits-hadits munkar dan palsu yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Berikut ini akan saya sebutkan teks (lafazh) hadits tersebut dengan sanadnya, serta studi kritis para ulama terhadapnya.

قَالَ نُعَيْمٌ بْنُ حَمَّادٍ : حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْحَارِثِ الْهَمْدَانِيِّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : “إذا كانَتْ صَيْحَةٌ في رمضان فإنه تكون مَعْمَعَةٌ في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتُسْفَكُ الدِّماءُ في ذي الحجة والمحرم.. قال: قلنا: وما الصيحة يا سول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل ، فإذا صَلَّيْتُمْ الفَجْرَ من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم، وسدوا كواكـم، ودَثِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ، وَسُـدُّوْا آذَانَكُمْ إذا أَحْسَسْتُمْ بالصيحة فَخَرُّوْا للهِ سجدًا، وَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ ، ربنا القدوس فَمَنْ يَفْعَلُ ذَلك نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ)

Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram…”. Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”.

(Hadits ini diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan I/228, No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No.39627).

Derajat Hadits

Hadits ini derajatnya palsu (maudhu’), karena di dalam sanadnya terdapat beberapa perawi hadits yang pendusta dan bermasalah sebagaimana diperbincangkan oleh para ulama hadits. Para perawi tersebut ialah sebagaimana berikut ini

1. Nu’aim bin Hammad

Dia seorang perawi yang dha’if (lemah),

An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia seorang yang dha’if (lemah)” (Lihat Adh-Dhu’afa wa Al-Matrukin, karya An-Nasa’i I/101 no.589)
Abu Daud berkata: “Nu’aim bin Hammad meriwayatkan dua puluh hadits dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang tidak mempunyai dasar sanad (sumber asli, pent).”
Imam Al-Azdi mengatakan: “Dia termasuk orang yang memalsukan hadits dalam membela As-Sunnah, dan membuat kisah-kisah palsu tentang keburukan An-Nu’man (maksudnya, Abu Hanifah, pent), yang semuanya itu adalah kedustaan” (Lihat Mizan Al-I’tidal karya imam Adz-Dzahabi IV/267).
Imam Adz-Dzahabi berkata tentangnya: “Tidak boleh bagi siapa pun berhujjah dengannya, dan ia telah menyusun kitab Al-Fitan, dan menyebutkan di dalamnya keanehan-keanehan dan kemungkaran-kemungkaran” (Lihat As-Siyar A’lam An-Nubala X/609).

2. Ibnu Lahi’ah (Abdullah bin Lahi’ah)

Dia seorang perawi yang dha’if (lemah), karena mengalami kekacauan dalam hafalannya setelah kitab-kitab haditsnya terbakar.

An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia seorang yang dha’if (lemah)” (Lihat Adh-Dhu’afa wa Al-Matrukin, karya An-Nasa’i I/64 no.346)
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: “Dia mengalami kekacauan di dalam hafalannya setelah kitab-kitab haditsnya terbakar” (Lihat Taqrib At-Tahdzib I/319 no.3563).

3. Abdul Wahhab bin Husain

Dia seorang perawi yang majhul (tidak dikenal).

Al-Hakim berkata tentangnya: “Dia seorang perawi yang majhul (tidak jelas jati dirinya dan kredibilitasnya)” (Lihat Al-Mustadrak No. 8590)
Imam Adz-Dzahabi berkata di dalam At-Talkhish: “Dia mempunyai riwayat hadits palsu.” (Lihat Lisan Al-Mizan, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani II/139).

4. Muhammad bin Tsabit Al-Bunani

Dia seorang perawi yang dha’if (lemah dalam periwayatan hadits) sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Ibnu Hibban dan An-Nasa’i.

An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia seorang yang dha’if (lemah)”
Yahya bin Ma’in berkata: “Dia seorang perawi yang tidak ada apa-apanya”(Lihat Al-Kamil Fi Dhu’afa Ar-Rijal, karya Ibnu ‘Adi VI/136 no.1638).
Ibnu Hibban berkata: “Tidak boleh berhujjah dengannya, dan tidak boleh pula meriwayatkan darinya” (Lihat Al-Majruhin, karya Ibnu Hibban II/252 no.928).
Imam Al-Azdi berkata: “Dia seorang yang gugur riwayatnya” (Lihat Tahdzib At-Tahdzib, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani IX/72 no.104)

5. Al-Harits bin Abdullah Al-A’war Al-Hamdani.

Dia seorang perawi pendusta, sebagaimana dinyatakan oleh imam Asy-Sya’bi, Abu Hatim dan Ibnu Al-Madini.

An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia bukan seorang perawi yang kuat (hafalannya, pent)” (Lihat Al-Kamil Fi Dhu’afa Ar-Rijal, karya Ibnu ‘Adi II/186 no.370).
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata tentangnya: “Imam Asy-Sya’bi telah mendustakan pendapat akalnya, dan dia juga dituduh menganut paham/madzhab Rafidhah (syi’ah), dan di dalam haditsnya terdapat suatu kelemahan” (Lihat Taqrib At-Tahdzib I/146 no.1029).
Ali bin Al-Madini berkata: “Dia seorang pendusta”
Abu Hatim Ar-Razi berkata: “Dia tidak dapat dijadikan hujjah.” (Siyar A’lam An-Nubala’, karya imam Adz-Dzahabi IV/152 no.54)

Perkataan Para Ulama Tentang Hadits Ini

Al-Uqaily rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya), atau dari jalan yang tsabit (kuat dan benar adanya).” (Lihat Adh-Dhu’afa Al-Kabir III/52).

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Hadits ini dipalsukan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (Lihat Al-Maudhu’aat III/191).

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Hadits ini palsu (maudhu’). Dikeluarkan oleh Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al-Fitan.” Dan beliau menyebutkan beberapa riwayat dalam masalah ini dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhuma. (Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah wa Al-Maudhu’ah no.6178, 6179).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak mempunyai dasar yang benar, bahkan ini adalah hadits yang batil dan dusta” (Lihat Majmu’ Fatawa Bin Baz XXVI/339-341).

Kesimpulan

Dengan demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hadits ini adalah hadits maudhu’ (palsu). Tidak boleh diyakini sebagai kebenaran, dan tidak boleh dinisbatkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena disamping sanad hadits ini tidak ada yg dapat diterima sebagai hujjah, juga realita telah mendustakannya. Sebab telah berlalu tahun-tahun yang banyak dan telah terjadi berulang kali hari Jum’at yang bertepatan dengan tanggal lima belas (pertengahan) bulan Ramadhan, namun kenyataannya tidak pernah terjadi sebagaimana berita yang terkandung di dalam hadits ini, Alhamdulillah.

Oleh karena itu, kita dilarang keras menyebarluaskannya kepada orang lain baik melalui media cetak, maupun elektronik, atau dalam obrolan dan khutbah kecuali dalam rangka menjelaskan sisi kelemahan, kepalsuan, dan kebatilannya, serta bertujuan untuk memperingatkan umat darinya.

Jika kita telah melakukan ini, berarti kita telah bebas dan selamat dari ancaman keras Nabi shallallahu alaihi wasallam, yaitu berupa masuk neraka bagi siapa saja yang sengaja berdusta atas nama beliau, baik dengan tujuan menjelekkan Nabi shallallahu alaihi wasallam dan ajarannya, atau dalam rangka membela Nabi dan memotivasi kaum muslimin untuk bersemangat dalam beribadah kepada Allah.

Demikian jawaban atas pertanyaan dalam masalah ini yang dapat saya sampaikan. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

Telah selesai ditulis pada hari Rabu, 04 Januari 2012 di kediamannya, Klaten – Jawa Tengah.



Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawwaz, Lc.
Artikel http://abufawaz.wordpress.com dengan pengeditan seperlunya oleh redaksi muslim.or.id

Jumat, 20 Juli 2012

sejarah jumlah Rakaat dari Taraweh



Sejarah shalat Taraweh


Di antara ibadah khusus bulan Ramadhan adalah puasa dan sholat Taraweh. Informasi di bawah ini akan didedikasikan untuk sejarah jumlah Rakaat dari Taraweh yang selalu dilakukan dalam dua Harams suci.
Para shalat Taraweh Selama Waktu Rasulullah (صلى الله عليه وسلم)

Shahih Muslim melaporkan sebuah hadits dari Hadhrat Aaisha (رضى الله عنها) bahwa ketika (selama Ramadhan) Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) sekali melakukan sholat Taraweh di Nabawi Masjidun, para sahabat رضى الله تعالى عنهم mengikutinya dalam sholat tersebut. Ketika Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) lagi sholat yang dilakukan pada malam berikutnya, sebuah jemaat yang lebih besar mengikutinya. Saat baik pada malam ketiga atau keempat bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) tidak datang ke Masjid untuk sholat Taraweh. Menjelaskan alasannya pagi berikutnya, Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata kepada sahabat رضى الله تعالى عنهم, "Saya melihat semangat Anda dan tidak datang ke Masjid untuk melakukan shalat takut bahwa ini sholat Taraweh harus menjadi wajib untuk Anda. "1

Oleh karena itu jelas bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) melakukan sholat Taraweh berjamaah setidaknya dua atau tiga kali dalam seumur hidup. Imam Ibnu Taimiyah رحمة الله dan Allaama Showkaani رحمة الله memiliki keduanya disebutkan bahwa penelitian terhadap Hadits tentang Taraweh mengungkapkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) tidak pernah ditentukan jumlah rakaahs untuk Taraweh.
Selama Periode Hadhrat Abu Bakr (رضى الله تعالى عنه)

Selama periode ini, para sahabat رضى الله تعالى عنهم cermat melakukan sholat Taraweh secara individu atau dalam jemaat kecil.
Selama Periode Hadhrat Umar (رضى الله تعالى عنه)

Selama Khilaafah nya, Khalifah kedua Umar Hadhrat Faarooq (رضى الله تعالى عنه) dikombinasikan semua jemaat kecil menjadi satu karena kemungkinan dari sholat Taraweh menjadi Fardh tidak ada lagi. Dengan persetujuan dari semua sahabat رضى الله تعالى عنهم, dua puluh rakaahs Taraweh sholat dilakukan setiap malam Ramadhan setelah sholat Isya, diikuti oleh tiga Rakaahs witir sholat. 2

Ada banyak orang saat ini yang melakukan sholat Taraweh dengan Jamaah sepanjang Ramadhan karena dilakukan pada masa Sayidina Umar (رضى الله تعالى عنه) dengan persetujuan dari semua sahabat رضى الله تعالى عنهم. Namun, orang-orang keberatan dengan jumlah Rakaahs. Jika mereka menjaga Hadis berikut dalam pikiran, keberatan mereka akan Inshaa Allah dihapus.

Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata, "Saya menyarankan Anda takut kepada Allah, mendengarkan dan mentaati (pemimpin Anda) meskipun pemimpin anda menjadi budak Abyssinian karena anda yang hidup setelah saya akan melihat perselisihan yang besar. Oleh karena itu wajib bagi Anda untuk mematuhi praktek saya dan praktek penerus orang benar dan tepat dipandu (Khulafaa Raashideen). Berpegang teguh pada praktek-praktek dan menggigit pada mereka dengan geraham Anda "3.

Dalam Hadis Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) telah menekankan kepada umatnya bahwa sangat penting bagi mereka untuk meniru praktik-nya serta praktek-praktek dari Raashideen Khulafaa. Ketika Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) telah menginstruksikan berikut dari praktik Khulafaa nya, bagaimana praktek mereka diberi label sebagai bidah? Bagaimana seseorang bisa mempromosikan meninggalkan sesuatu yang Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) empatik ingin dilakukan? Bagaimana bisa ada ruang lingkup untuk menentang sesuatu yang sahabat رضى الله تعالى عنهم secara bulat disepakati?

Praktek dari Hadhrat Khalifah Umar benar (رضى الله تعالى عنه) jatuh sempurna dalam Maksud dari hadis ini. Oleh karena itu seseorang harus melakukan dua puluh Rakaahs Taraweh sholat berjamaah setiap malam Ramadhan setelah sholat Isya. Hal ini kemudian diikuti oleh tiga Rakaahs dari sholat witir.
Selama periode Hadhrat Utsman (رضى الله تعالى عنه)

Orang benar ketiga khalifah Hadhrat Utsman (رضى الله تعالى عنه) juga terus praktek dua puluh Rakaahs Taraweh sholat berjamaah, diikuti oleh tiga Rakaahs dari sholat witir. 4
Selama periode Hadhrat Ali (رضى الله تعالى عنه)

Orang benar keempat khalifah Hadhrat Ali (رضى الله تعالى عنه) juga terus praktek dua puluh Rakaahs Taraweh sholat berjamaah, diikuti oleh tiga Rakaahs dari sholat witir. 5
Para Taraweh sholat di Masjid Haram di Makkah

Buku terkenal dari Hadits Jami Tirmidzi menyatakan bahwa menurut mayoritas ulama, jumlah Rakaahs dalam sholat Taraweh adalah dua puluh, seperti dilansir dari Hadhrat Umar رضى الله تعالى عنه, Hadhrat Ali رضى الله تعالى عنه dan sahabat lainnya رضى الله تعالى عنهم . Ini juga merupakan pendapat Hadhrat Sufyan Thowri رحمة الله dan Hadhrat Abdullah bin Mubaarak رحمة الله. Hadhrat Imam Shafiee رحمة الله berkata, "Saya telah melihat para ulama yang dipelajari dari Mekah melakukan dua puluh Rakaahs dari sholat Taraweh. "6

Dalam buku terkenal Kitaabul nya Umm (jilid 1 halaman 142), Imam Shaafiee رحمة الله mengatakan bahwa dua puluh Rakaahs Taraweh sholat dilaporkan dari Hadhrat Umar رضى الله تعالى عنه dan para ulama belajar dari Mekah juga melakukan dua puluh Rakaahs Taraweh dengan tiga witir Rakaahs.

Pada abad ketiga AH, sejarawan terkenal dari Muhammad bin Ishaq Makkah Faakihi mencatat bahwa selama bulan Ramadhan itu adalah praktek orang-orang Makkah untuk duduk lima periode Taraweh (waktu istirahat antara setiap empat Rakaahs dari sholat Taraweh. Ini menunjukkan bahwa mereka melakukan dua puluh Rakaahs dari sholat) 7.

Oleh karena itu jelas dua puluh Rakaahs dari sholat Taraweh telah dilakukan di Masjid Haram Makkah untuk empat belas ratus tahun terakhir. Selama, periode ini, tidak pernah ada satu malam ketika Rakaahs hanya telah dilakukan.
Taraweh sholat di Nabawi Masjidun صلى الله عليه وسلم

Saudi terkenal sarjana dan mufassir Sheikh Atiyya Saalim رحمة الله yang merupakan hadits Sheikhul, hakim dan dosen di Nabawi Masjidun صلى الله عليه وسلم menulis sebuah buku dalam bahasa Arab berjudul "Sejarah sholat Taraweh di Nabawi Masjidun صلى الله عليه وسلم untuk lebih dari seribu tahun "Dalam buku ini. [8], ia secara meyakinkan membuktikan dari bukti sejarah bahwa dua puluh Rakaahs Taraweh sholat telah dilakukan di Nabawi Masjidun صلى الله عليه وسلم untuk empat belas abad terakhir. Dia menambahkan lebih lanjut bahwa bahkan setelah pembentukan pemerintahan Saudi, baik Harams di Makkah dan Madinah memiliki dua puluh Rakaahs dari Taraweh sholat witir dengan tiga. 9

Para sholat Taraweh menyayat hati dan indah baik di Harams disiarkan langsung di seluruh baik di radio dan televisi.
Sebuah praktek empat belas abad lama

Dua puluh Rakaahs Taraweh sholat sedang dilakukan dari abad pertama Islam sampai abad kelima belas.

Sumber: Historyof Makkah Mukarramah
oleh Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani

Template by:
Free Blog Templates