Pada permulaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf, amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. Bangsa Arab masih belum mengenal kertas seperti yang sekarang ini, jadi bagi mereka yang dapat menulis dan membaca, biasanya menuliskannya pada benda apa saja yang bisa di tulisi. Masa Nabi Muhammad s.a.w Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf, tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat.
Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga, peristiwa- peristiwa yang terjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata. Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan dan memelihara Al- Qur'anul Karim. Setiap ayat yang diturunkan, Nabi menyuruh menghafalnya, dan menuliskannya di batu, kulit binatang, pelapah kurma, dan apa saja yang bisa dituliskan. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu. Nabi mengadakan peraturan, yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan, selain dari Al-Qur'an, Hadits atau pelajaran- pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur'an itu terpelihara, jangan dicampur aduk dengan yang lain-lain yang juga didengar dari Nabi. Nabi menganjurkan agar Al- Qur'an dihafal, selalu dibaca, dan diwajibkannya untuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat. Dengan cara demikian, banyaklah orang yang hafal Al- Qur'an. Surat yang satu macam, dihafal oleh ribuan manusia, dan banyak yang hafal seluruh Al- Qur'an.
Selain itu, tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan. Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan Nabi sangat gembira, beliau berkata: "Di Akhirat nanti tinta ulama- ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada" Pada perang Badar, orang-orang musyirin yang ditawan oleh Nabi dan tidak dapat menebus dirinya dengan uang, tetapi pandai menulis dan membaca, masing- masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim untuk menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. Karena itulah, bertambahlah keinginan untuk belajar menulis dan membaca, dan bertambah banyaklah mereka yang pandai menulis dan membaca, dan mulai banyaklah yang menuliskan ayat-ayat yang diturunkan. Nabi sendiri mempunyai beberapa juru tulis yang bertugas menuliskan Al-Quran untuk beliau.
Diantaranya Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah. Dengan demikian terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al- Qur'an yang telah diturunkan, yaitu:
1. Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an.
2. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi
3. Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masing- masing. Selain itu, sekali dalam setahun, Jibril mengadakan ulangan (repetisi). Pada waktu itu Nabi diperintah untuk mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan. Di tahun beliau wafat, ulangan tersebut oleh Jibril sebanyak dua kali. Nabi sendiripun sering mengadakan ulangan terhadap sahabat-sahabatnya di depan muka beliau untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka.
Ketika Nabi wafat, Al-Qur'an tersebut telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun dengan tertib menurut urutan yang ditujikan sendiri oleh Nabi. Mereka telah mendengan Al- Qur'an itu dari mulut Nabi sendiri berkali-kali dalam Shalat, khutbah, dan pelajaran-pelajaran lainnya. Pendek kata Al-Qur'an tersebut telah terjaga dengan baik, dan Nabi telah menjalani satu cara yang sangat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Quran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Suatu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat dikala Al-Qur'an itu telah cukup diturunkan, dan Al-Qur'an itu sempurna diturunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T.
Hal ini bukan suatu kebetulan saja, tapi telah diatur oleh yang maha esa. Masa Abu Bakar r.a Setelah Rasulullah wafat, sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi Khalifah. Pada awal masa pemerintahannya banyak orang-orang Islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman, banyak yang menjadi murtad, menolak membayar zakat, dan ada pula yang mengaku dirinya sebagai nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas, sehingga ia berkata pada orang-orang tersebut "Demi Allah! Kalau mereka menolak untuk memnyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat (seperti apa) yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka". Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut nabi palsu tersebut. Diantara peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut banyak dari para sahabat yang menghafal Al- Qur'an.
Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebelumnya telah pula gugur hampir sebanyak itu penghafal Al-Qur'an lainnya. Oleh karena itu Umar bin Khathab khawatir akan gugurnya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang masih hidup, maka ia datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal tersebut. Umar berkata kepada Abu Bakar: "Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al-Qur'an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat-ayat Al- Qur'an itu perlu dikumpulkan". Lalu Abu Bakar menjawab: "Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?".
Umar menegaskan: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Dan ia berulang kali memberikan alasan-alasan kebaikannya tersebut, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya: "Umar mengajakku mengumpulkan Al-Qur'an". Lalu diceritakannya segala pembicaraan yang terjadi antara dia dan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata: "Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya. Dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu disuruh oleh Rasulullah. Oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al-Qur'an itu", Zaid menjawab "Demi Allah! Ini adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al-Qur'an yang engkau perintahkan itu". Dan ia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar: "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Nabi?" Abu Bakar menjawab: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Ia lalu memberikan alasan-alasan kebiakan mengumpulkan ayat- ayat Al-Qur'an itu, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta ayau kambing dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur'an.
Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti. Sekalipun beliau hafal Al-Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al- Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu, masih memandang perlu mencocokkan hafalan atau catatan sahabat- sahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Dengan demikian Al-Qur'an seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran- lembaran yang diikat dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai beliau wafat, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di sana selama pemerintahannya.
Setelah beliau wafat, Mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-Qur'an di masa Khalifah Utsman. Membukukan Al-Qur'an di masa Utsman r.a. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syirtia, Irak, Persia dan Afrika. Kemanapun mereka pergi dan mereka tinggal, Al-Qur'an itu tetap menjadi Imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-Qur'an itu.
Pada mereka terdapat naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Terdapat juga perbedaan tentang bacaan Al-Qur'an tersebut. Asal mulanya perbedaan tersebut adalah karena Rasulullah sendiripun memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya untuk membaca dan melafazkan Al- Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan oleh Nabi supaya mereka menghafal Al-Qur'an. Tetapi kemudian terlihat tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan tersebut bila dibiarkan akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum Muslimin. Orang yang pertama memperhatikan hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukkan Armenia di Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengan pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat Al-Qur'an, dan pernah mendengan perkataan seorang Muslim kepada temannya: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu".
Keadaan ini mengagetkannya, maka pada waktu dia telah kembali ke Madinah, segera ditemuinya Utsman bin Affan, dan kepada beliau diceritakannya apa yang dilihatnya mengenai pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan Al-Qur'an itu seraya berkata: "Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al- Kitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara(Nasrani)". Maka Khalifah Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ditulis di masa Khalifah Abu Bakar yang di simpan olehnya untuk disalin. Oleh Utsman dibentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tszabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur'an dengan menyalin dari lembaran- lembaran tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini, Utsman menasehatkan agar: Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al- Qur'an. Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al-Qur'an itu diturunkan menurut dialek mereka. Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah tugas selesai, maka lembaran- lembaran Al-Qur'an yang dipinjam dari Hafsah itu dikembalikan kepadanya.
Al-Qur'an yang telah dibukukan itu dinamai dengan "Al-Mushhaf", dan oleh panitia ditulis lima buah Al Mushhaf, Empat buah diantaranya dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah dan Kufah, agar di tempat-tempat tersebut disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan "Mushhaf Al Imam". Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan Al-Qur'an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushhaf yang ditulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al-Qur'an itu.
Dengan demikian, maka pembukuan Al-Qur'an di masa Utsman memiliki faedah diantaranya:
1. Menyatukan kaum Muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaan tulisannya. 2. Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan, tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman. Sedangkan bacaan- bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman tidak dibolehkan lagi.
3. Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut seperti pada Mushhaf-mushhaf sekarang.
Di samping itu Nabi Muhammad s.a.w. sangat menganjurkan agar para sahabat menghafal ayat- ayat Al-Qur'an. Karena itu banyak sahabat-sahabat yang menghafalnya baik satu surat, ataupun seluruhnya. Kemudian di zaman tabi'ien, tabi'it, tabi'ien dan selanjutnya usaha-usaha menghafal Al-Qur'an ini dianjurkan dan diberi dorongan oleh para Khalifah sendiri. Pada zaman sekarang di Mesir, di sekolah-sekolah Awaliyah diwajibkan untuk menghafal Al- Qur'an bila mereka ingin menamatkan pelajaran sekolah awaliyah dan hendak meneruskan pelajarannya ke sekolah-sekolah mualimin, begitu juga di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga Al-Qur'an dapat dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian terbuiktilah firman Allah: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya" ( Surat (15) Al Hijr Ayat 9 )
Penutup Sejarah pemeliharaan Al-Qur'an ini di ambil dari suatu Tafsir Al- Qur'an di Indonesia yang berisi beberapa bab pembuka, diantaranya tentang sejarah penurunan Al-Qur'an, pemeliharaan, tafsir dan sebagainya. Sejarah pemeliharaan Al-Qur'an ini merupakan setitik dari sejarah Islam yang mungkin masih banyak dari Kita tidak mengetahuinya atau hanya tahu sejarah pembukuan di zaman Khalifah Utsman bin Affan saja. Dan mudah-mudahan dapat mendongkrak keimanan Kita dan merasa bangga pada pemimpin- pemimpin Islam pada zaman dahulu yang bukan hanya memikirkan bagaimana Islam dapat disiarkan ke seluruh dunia, tapi juga memelihara keutuhan firman Allah dengan tetap memelihara keimanan mereka kepada Allah dan tetap menjunjung tinggi apa yang diajarkan oleh Rasulullah.
Terima Kasih, dan mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam artikel ini. Wasalam...
Sabtu, 28 Januari 2012
SIFAT SYURGA SERTA AHLINYA
Abu Hurairah r.a. berkata: "Ya Rasullullah, dari apakah dibuat syurga itu?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Dari air." Kami bertanya: "Beritakan tentang bangunan syurga." Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Satu bata dari emas dan satu bata dari perak, dan lantainya kasturi yang semerbak harum, tanahnya dari za'faran, kerikilnya mutiara dan yakut, siapa yang masuk dalamnya senang tidak susah, kekal tidak mati, tidak lapuk pakaiannya, tidak berubah mukanya."
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiga macam doa yang tidak akan tertolak: Imam (pemimpin, hakim) yang adil, dan orang puasa ketika berbuka dan orang yang teraniaya, maka doanya terangkat diatas awan, dilihat oleh Tuhan lalu berfirman: "Demi kemuliaan dan kesabaranKu, Aku akan bela padamu walau hanya menanti masanya. " Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: " Sesungguhnya didalam syurga ada pohon besar sehingga seorang yang berkenderaan dapat berjalan dibawah naungannya selama seratus tahun tidak putus naungannya, bacalah: Wa dhillin mamdud (Yang bermaksud) Dan naungan yang memanjang terus. Dan didalam syurga kesenangannya yang tidak pernah dilihat mata atau didengar oleh telinga, bahkan tidak pernah terlintas dalam hati (perasaan) manusia. Bacalah kamu: Fala ta'lamu nafsun maa ukh fia lahum min qurrati a'yunin jazza'an bima kanu ya'malun (Yang bermaksud) Maka tidak seorang pun yang mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dari kesenangan yang memuaskan hari sebagai pembalasan apa yang telah mereka lakukan . Dan temapt pecut didalam syurga lebih baik dari dunia siisinya. Bacalah ayat: Faman zuhziha aninnari wa udkhillal jannata faqad faza (Yang bermaksud) Maka siapa dijauhkan dari api dan dimasukkan dalam syurga bererti telah untung ." Ibn Abbas r.a. berkata: "Sesungguhnya didalam syurga ada bidadari yang dijadikan dari empat macam iaitu misik, ambar, kafur dan za'faran, sedang tanahnya dicampur dengan air hidup (hayawan), dan setelah dijadikan maka semua bidadari asyik kepadanya, andaikan ia berludah dalam laut tentu menjdai tawar airnya, tercantum dilehernya: Siapa yang ingin mendapat isteri seperti aku, maka hendaklah taat kepada Tuhanku."
Mujahid berkata: "Bumi syurga dari perak, dan tanahnya dari misik, dan urat- urat pohonnya dari perak, sedang dahannya dari mutiara dan zabarjad, sedang daun dan buahnya dibawah itu, maka siapa yang makan sambil berdiri tidak sukar, dengan duduk juga tidak sukar, dan sambil berbaring juga tidak sukar, kemudian membaca ayat: Wa dzulillat quthufuha tadzlila. (Yang bermaksud) Dan dimudahkan buah-buahnya sehingga semudah-mudahnya . Sehingga dapat dicapai oleh orang yang berdiri maupun yang duduk dan berbaring.
Abu hurairah r.a. berkata: "Demi Allah yang menurunkan kitab pada Nabi Muhammad s.a.w. Sesungguhnya ahli syurga tiap saat bertambah elok cantiknya, sebagaimana dahulu didunia bertambah tua."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Shuhaib r.a. berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Apabila ahli syurga telah masuk kesyurga dan ahli neraka telah masuk keneraka, maka ada seruan: Hai ahli syurga, Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu. Mereka berkata: "Apakah itu, tidakkah telah memberatkan timbangan amal kami dan memutihkan wajah kami dan memesukkan kami kedalam syurga dan menghindarkan kami dari neraka. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihat Nya, demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat zat Allah." Anas bin Malik r.a. berkata: "Jibril datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. membawa cermin putih yang ditengahnya ada titik hitam, maka Nabi Muhammad s.a.w. bertanya kepada Jibril: "Apakah cermin yang putih ini?" Jawabnya: "Ini hari Jumaat dan titik hitam ini saat mustajab yang ada dihari Jumaat, telah dikurniakan untuk mu dan untuk ummat mu, sehingga ummat- ummat yang sebelumnya berada dibelakangmu, iaitu Yahudi dan Nashara (kristian) dan saat dihari Jumaat, jika seorang mukmin bertepatan berdoa untuk kebaikan pada saat itu pasti ia akan diterima oleh Allah, atau berlindung kepada Allah dari suatu bahaya, pasti akan dihindarkannya, dan hari Jumaat dikalangan kami (Malaikat) dinamakan Yaumal Mazid (hari tambahan)." Nabi Muhammad s.a.w. bertanya lagi: "Apakah Yaumal Mazid itu?" Jawab Jibril: "Tuhan telah membuat lembah di syurga Jannatul Firdaus, disana ada anak bukitdari misik kasturi dan pada tiap-tiap hari Jumaat disana disediakan mimbar-minbar dari nur (cahaya) yang diduduki oleh para Nabi, dan ada mimbar- mimbar dari emas bertaburan permata yaqut dan zabarjada diduduki para siddiqin, suhada dan solihin, sedang orang-orang ahli ghurof (yang dibilik syurga) berada dibelakang mereka diatas bukit kecil itu berkumpul menghadap kepada Tuhan untuk memuja muji kepada Allah, lalu Allah berfirman: "Mintalah kepadaKu." Maka semua minta (Kami mohon keridhaanMu) Jawab Allah:"Aku telah redho kepadamu, keridhoan sehingga kamu Aku tempatkan dirumahKu dan Aku muliakan kamu." Kemudian Allah menampakkan kepada mereka sehingga mereka dapat melihat zat Nya, maka tidak ada hari yang mereka suka sebagaimana hari Jumaat kerana mereka merasa bertambahnya kemuliaan dan kehormatan mereka.
Dalam lain riwayat: Allah menyuruh kepada Malaikat: "Berikan makan kepada para wali Ku.", maka dihidangkan berbagai makanan maka terasa pada tiap suap rasa yang lain dari semuanya, bahkan lebih lazat sehingga bila selesai makan, diperintahkan oleh Allah: "Berikan minum kepada hamba- hamba Ku." maka diberi minum yang dapat dirasakan kelazatannya pada tiap teguk dan ketika telah selesai maka Tuhan berfirman: " Akulah Tuhanmu telah menepati apa yang Aku janjikan kepadamu dan kini kamu boleh minta, nescaya Aku berikan permintaanmu." Jawab mereka: "Kami minta ridho Mu. kami minta ridhoMu." dua tiga kali. Dijawab oleh Allah: "Aku ridho kepadamu bahkan masih ada tambahan lagi daripada Ku, pada hari ini Aku muliakan kamu dengan penghormatan yang terbesar dari semua yang telah kamu terima." Maka dibukakan hijab sehingga mereka dapat melihat dzat Allah yang Maha Mulia sekehendak Allah, maka segera mereka bersujud kepada Allah sekehendak Allah sehingga Allah menyuruh mereka: "Angkatlah kepalamu sebab kini bukan masa beribadat." Maka disitu mereka lupa pada nikmat-nikmat yang sebelumnya dan terasa benar bahawa tidak ada nikmat lebih besar daripada melihat dzat Allah yang Maha Mulia. Kemudian mereka kembali maka semerbak bau harum dari bawah Arsy dari bukit kasturi yang putih dan ditaburkan diatas kepala mereka, diatas ubun-ubun kuda mereka, maka apabila mereka kembali kepada isteri-isterinya terlihat bertambah indah lebih dari semula ketika mereka meninggalkan mereka sehingga isteri-isteri mereka berkata: "Kamu kini lebih elok dari yang biasa." Abul-Laits berkata: "Terbuka hijab, bererti hijab yang menutupi mereka untuk melihat- Nya. Dan erti melihat kepadaNya iaitu melihat kebesaran yang belum pernah terlihat sebelumnya tetapi kebanyakkan ahli ilmu mengerikan: Melihat dzat Allah tanpa perumpamaan."
Ikrimah berkata: "Ketangkasan ahli syurga bagaikan orang berumur 33 tahun lelaki dan perempuan sama-sa,a, sedang tingginya enam puluh hasta, setinggi nabi Adam a.s. muda-muda yang mesih bersih halus tidak berjanggut, bola matanya, memakaitujuh puluh macam perhiasan, yang berubah warnanya tiap-tiap jam, tujuh puluh macam warna, maka dapat melihat mukanya dimuka isterinya, demikian pula didadanya, dibetisnya, demikian pula isterinya dapat melihat wajahnya diwajah suaminya, didada dan dibetisnya, mereka tidak berludah dan tidak beringus, lebih-lebih yang lebih kotor, maka lebih jauh."
Dalam lain riwayat: "Andaikan seorang wanita syurga menunjukkan tapak tangannya dari langit nescaya akan menerangi antara langit dan bumi." Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya Zaid bin Arqam r.a. berkata: "Seorang ahlil kitab datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan bertanya: "Ya Abal-Qasim, apakah kau nyatakan bahawa orang syurga itu makan dan minum?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Ya, demi Allah yang jiwa Muhammad ada ditanganNya, seorang ahli syurga diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum dan jima (bersetubuh)." Dia berkata: "Sedang orang yang makan, minum ia lazimnya berhajat, sedang syurga itu bersih tidak ada kekotoran? Jawab Nabi Muhammad s.a.w. : "Hajat seseorang itu berupa peluh yang berbau harum bagaikan kasturi." Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Mu'tah bin Sumai mengenai firman
Allah s.w.t.: "Thuba lahum wa husnu ma ab." Thuba ialah pohon pokok disyurga yang dahannya dapat menaungi tiap rumah disyurga, didalamnya berbagai macam buah dan dihinggapi burung-burung besar sehingga bila seorang ingin burung dapat memanggilnya dan segera jatuh diatas meja makannya, dan dapat makan sayap yang sebelah berupa dinding dan yang lain berupa panggangan, kemudian bila telah selesai ia terbang kembali."
Dari Al'amasy dari Abu Salih dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Rombongan pertama akan masuk syurga dari ummatku bagaikan bulan purnama, kemudian yang berikutnya bagaikan bintang yang amat terang dilangit, kemudian sesudah itu menurut tingkatnya masing-masing, mereka tidak kencing dan buang air, tidak berludah dan tidak ingus, sisir rambut mereka dari emas dan ukup-ukup mereka dari kayu gahru yang harum dan peluh mereka kasturi dan bentuk mereka seperti seorang yang tingginya bagaikan Adam a.s. enam puluh hasta."
Ibn Abbas r.a. berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya ahli syurga itu muda semua, polos, halus, tidak ada rambut kecuali dikepala, alis dan idep (dikelopak mata), sedang janggut, kumis, ketiak dan kemaluan polos tidak ada rambut, tinggi mereka setinggi Nabi Adam a.s. enam puluh hasta, usianya bagaikan Nabi Isa a.s 33 tahun, putih rupanya, hijau pakaiannya, dihidangkan kepada mereka hidangan, maka datang burung dan berkata: "Hai waliyullah, saya telah minum dari sumber salsabil dan makan dari kebun syurga dan buah-buahan, rasanya sebelah badanku masakan dan yang sebelahnya gorengan, maka dimakan oleh orang itu sekuatnya."
Dan tiap orang wali mendapat tujuh puluh perhiasan, tiap perhiasan berbeza warna dengan yang lain, sedang jari-jarinya ada sepuluh cincin, terukir pada yang pertama: Salam alaikum bima shobartum, dan yang kedua: Ud khuluha bisalamin aminin, yang ketiga : Tilkal janatullati urits tumu ha bima kuntum ta'malun, yang keempat: Rufi'at ankumul ahzana wal humum, yang kelima: Albasakum alhuli wal hulal, yang keenam Zawwa jakum ul hurul iin, yang ketujuh: Walakum fihamatasy tahihil anfusu wa taladzzul a'yun wa antum fiha khalidun , yang kelapan: Rafaq tumunnabiyina wassiddiqin, yang kesembilan: Shirtum syababa laa tahromun dan yang kesepuluh: Sakantum fi jiwari man laa yu'dzil jiran." Ertinya: 1. Salam alaikum bima shobartum Selamat sejahtera kamu kerana kesabaran kamu 2. Ud khuluha bisalamin aminin Masuklah kesyurga dengan selamat dan aman 3. Tilkal janatullati urits tumu ha bima kuntum ta'malun Itulah syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu 4. Rufi'at ankumul ahzana wal humum Telah dihindarkan dari kamu semua risau dan dukacita 5. Albasakum alhuli wal hulal Kami berimu pakaian dan perhiasan 6. Zawwa jakum ul hurul iin Kami kahwinkan kamu dengan bidadari 7. Walakum fihamatasy tahihil anfusu wa taladzzul a'yun wa antum fiha khalidun Untuk mu dalam syurga segala keinginan dan menyenangkan pandangan matamu. 8. Rafaq tumunnabiyina wassiddiqin Kamu telah berkumpul dengan para Nabi dan Siddiqin 9. hirtum syababa laa tahromun Kamu menjadi muda dan tidak tua selamanya 0. Sakantum fi jiwari man laa yu'dzil jiran Kamu tinggal dengan tetangga yang tidak mengganggu tetangganya. Abul-Laits berkata: "Siapa yang ingin mendapat kehormatan itu hendaklah menepati lima perkara ini iaitu: i. Menahan dari maksiat kerana firman Allah s.w.t.: "Wa nahannafsa anil hawa fainnal jannat hiyal ma'wa yang bermaksud "Dan menahan nasfu dari maksiat maka syurga tempatnya. " ii. Rela dengan pemberian yang sederhana sebab tersebut dalam hadis: " Harga syurga itu ialah tidak rakus pada dunia." iii. Rajin pada tiap taat dan semua amal kebaikan sebab kemungkinan amal itu yang menyebabkan pengampunan dan masuk syurga seperti firman Allah s.w.t. : "Itu syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu. " iv. Cinta pada orang-orang yang soleh dan bergaul dengan mereka sebab mereka diharapkan syafa'atnya sebagaimana dalam hadis: " Perbanyaklah kawan kerana tiap kawan itu ada syafa'atnya pada hari kiamat. " v. Memperbanyakkan doa dan minta masuk syurga dan husnul khotimah. Sebagaimana ahli hikmah berkata: "Condong kepada dunia setelah mengetahui pahala bererti satu kebodohan dan tidak bersungguh-sungguh beramal setelah mengetahui besarnya pahala bererti lemah malas dan di syurga ada masa istirehat tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang tidak pernah istirehat didunia dan ada kepuasan yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang meninggalkan berlebihan didunia, dan cukup dengan kesederhanaan yang ada didunia.
Ada seorang zahid makan sayur dan garam, lalu ditegur oleh orang: "Kamu cukup dengan itu tanpa roti?" Jawabnya: Saya jadikan makanan ini untuk syurga sedang kau jadikan untuk w.c, kau makan segala yang lazat dan akhirnya ke w.c, sedang saya makan sekadar untuk menguatkan taat, semoga saya sampai kesyurga."
Ibrahim bin Adham ketika masuk ketempat permandian dilarang oleh penjaganya: "Jangan masuk kecuali jika membayar wangnya." Maka ia menangis dan berdoa: "Ya Allah, seorang untuk masuk kerumah syaitan tidak diizinkan tanpa wang, maka bagaimana saya akan masuk ketempat para Nabi dan Siddiqin tanpa upah?"
Tersebut dalam wahya yang diturunkan pada sebahagian para Nabi itu: "hai Anak Adam, kau membeli neraka dengan harga mahal dan tidak mau membeli syurga dengan harga murah." Ertinya: Adakalanya pengeluaran untuk maksiat itu banyak dan ringan, tetapi untuk sedekah kebaikan sedikit dan berat."
Abu Hazim berkata: "Andaikata syurga itu tidak dapat dicapai kecuali dengan meninggalkan kesukaannya didunia, nescaya itu ringan dan sedikit untuk mendapat syurga, dan andaikan neraka itu tidak dapat dihindari kecuali dengan menanggung semua kesukaran- kesukaran dunia, niscaya itu ringan dan sedikit disamping keselamatan dineraka. Padahal kamu dapat masuk dan selamat dari neraka dengan sabar menderita satu peratus dari kesukaran." Yahya bin Mu'adz Arrazi berkata: "Meninggalkan dunia berat tetapi meninggalkan syurga lebih berat, sedang maharnya syurga ialah meninggalkan dunia."
Anas bin Malik r.a berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Siapa yang minta kepada Allah syurga sampai tiga kali, maka syurga berdoa: "Ya Allah, masukkan ia kesyurga" dan siapa berlindung kepada Allah dari neraka tiga kali maka neraka berdoa: "Ya Allah, hindarkan ia dari neraka."
Semoga Allah s.w.t. menghindarkan kami dari neraka dan memasukkan kami kedalam syurga. Dan andaikan didalam syurga itu tidak ada apa-apa kecuali bertemu dengan kawan- kawan nescaya itu sudah enak dan baik, maka bagaimana padahal disyurga itu segala kehormatan dan kepuasan itu semua ada.
Anas bin Malik r.a. berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Didalam syurga ada pasar tetapi tidak ada jual beli, hanya orang-orang berkumpul membicarakan keadaan ketika didunia, dan cara beribadat, bagaimana keadaan antara si fakir dengan si kaya, dan bagaimana keadaan sesudah mati dan lama binasa dalam kubur sehingga sampai kesyurga." Abul-laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: "Manusia semua akan berdiri didekat neraka, kemudian mereka menyeberang diatas sirat (jambatan) diatas neraka, masing-masing menurut amal perbuatannya, ada yang menyeberang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin kencang, ada yang bagaikan kuda yang cepat larinya, dan seperti lari orang, dan ada yang bagaikan terbang burung, dan ada yang seperti unta yang cepat dan yang akhir berjalan diatas kedua ibu jari kakinya, kemudian tersungkur dalam neraka dan sirat itu licin, halus, tipis, tajam semacam pedang, berduri sedang dikanan kirinya Malaikat yang membawa bantolan untuk membantol (menyeret) orang- orang, maka ada yang selamat, ada yang luka-luka tetapi masih selamat dan ada yang langsung tersungkur kedalam api neraka, sedang para Malaikat itu sama- sama berdoa: " Robbi sallim saliim" (Ya Tuhan, selamatkan, selamatkan) dan ada orang yang berjalan sebagai orang yang terakhir masuk kesyurga, maka ia selamat dari sirat, terbuka baginya pintu syurga dan merasa tidak ada tempat baginya disyurga, sehingga dia berdoa: "Ya Tuhan, tempat saya disini." Jawab Tuhan: "Kemungkinan jika Aku beri kamu tempat ini lalu minta yang lainnya." Jawabnya: "Tidak, demi kemuliaanMu." Maka ditempatkan disitu, kemudian diperlihatkan kepadanya tempat yang lebih baik, sehingga dia merasakan kerendahan tempat yang diberikan kepadanya, lalu ia berkata: "Ya Tuhan, tempatkan lah aku disitu." Dijawab oleh Tuhan: "Kemungkinan jika Aku beri kamu tempat ini lalu minta yang lainnya." Jawabnya: "Tidak, demi kemuliaanMu." kemudian diperlihatkan kepadanya syurga yang lebih baik, sehingga ia merasa bahawa tempatnya masih rendah, tetapi ia diam tidak berani minta beberapa lama sehingga ditanya: "Apakah kau tidak minta?" Jawabnya: "Saya sudah minta sehingga merasa malu." Maka firman Allah s.w.t.: " Untukmu sebesar dunia sepuluh kali, maka inilah yang terendah tempat disyurga. " Abdullah bin Mas'ud berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. jika menceritakan ini maka tertawa sehingga terlihat gigi gerahamnya."
Dalam hadis: "Diantara wanita-wanita didunia ini ada yang kecantikannya melebihi dari bidadari kerana amal perbuatannya ketika didunia." Firman Allah s.w.t.: "Inna ansya'nahunna insya'a, fija'alnahunna abkara uruban atraba li ash habil yamin. " yang bermaksud: "Kami cipta mereka baru dan Kami jadikan mereka tetap gadis yansangat kasih dan cinta, juga tetap sebaya umurnya, untuk orang-orang ahli
amin. "
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiga macam doa yang tidak akan tertolak: Imam (pemimpin, hakim) yang adil, dan orang puasa ketika berbuka dan orang yang teraniaya, maka doanya terangkat diatas awan, dilihat oleh Tuhan lalu berfirman: "Demi kemuliaan dan kesabaranKu, Aku akan bela padamu walau hanya menanti masanya. " Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: " Sesungguhnya didalam syurga ada pohon besar sehingga seorang yang berkenderaan dapat berjalan dibawah naungannya selama seratus tahun tidak putus naungannya, bacalah: Wa dhillin mamdud (Yang bermaksud) Dan naungan yang memanjang terus. Dan didalam syurga kesenangannya yang tidak pernah dilihat mata atau didengar oleh telinga, bahkan tidak pernah terlintas dalam hati (perasaan) manusia. Bacalah kamu: Fala ta'lamu nafsun maa ukh fia lahum min qurrati a'yunin jazza'an bima kanu ya'malun (Yang bermaksud) Maka tidak seorang pun yang mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dari kesenangan yang memuaskan hari sebagai pembalasan apa yang telah mereka lakukan . Dan temapt pecut didalam syurga lebih baik dari dunia siisinya. Bacalah ayat: Faman zuhziha aninnari wa udkhillal jannata faqad faza (Yang bermaksud) Maka siapa dijauhkan dari api dan dimasukkan dalam syurga bererti telah untung ." Ibn Abbas r.a. berkata: "Sesungguhnya didalam syurga ada bidadari yang dijadikan dari empat macam iaitu misik, ambar, kafur dan za'faran, sedang tanahnya dicampur dengan air hidup (hayawan), dan setelah dijadikan maka semua bidadari asyik kepadanya, andaikan ia berludah dalam laut tentu menjdai tawar airnya, tercantum dilehernya: Siapa yang ingin mendapat isteri seperti aku, maka hendaklah taat kepada Tuhanku."
Mujahid berkata: "Bumi syurga dari perak, dan tanahnya dari misik, dan urat- urat pohonnya dari perak, sedang dahannya dari mutiara dan zabarjad, sedang daun dan buahnya dibawah itu, maka siapa yang makan sambil berdiri tidak sukar, dengan duduk juga tidak sukar, dan sambil berbaring juga tidak sukar, kemudian membaca ayat: Wa dzulillat quthufuha tadzlila. (Yang bermaksud) Dan dimudahkan buah-buahnya sehingga semudah-mudahnya . Sehingga dapat dicapai oleh orang yang berdiri maupun yang duduk dan berbaring.
Abu hurairah r.a. berkata: "Demi Allah yang menurunkan kitab pada Nabi Muhammad s.a.w. Sesungguhnya ahli syurga tiap saat bertambah elok cantiknya, sebagaimana dahulu didunia bertambah tua."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Shuhaib r.a. berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Apabila ahli syurga telah masuk kesyurga dan ahli neraka telah masuk keneraka, maka ada seruan: Hai ahli syurga, Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu. Mereka berkata: "Apakah itu, tidakkah telah memberatkan timbangan amal kami dan memutihkan wajah kami dan memesukkan kami kedalam syurga dan menghindarkan kami dari neraka. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihat Nya, demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat zat Allah." Anas bin Malik r.a. berkata: "Jibril datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. membawa cermin putih yang ditengahnya ada titik hitam, maka Nabi Muhammad s.a.w. bertanya kepada Jibril: "Apakah cermin yang putih ini?" Jawabnya: "Ini hari Jumaat dan titik hitam ini saat mustajab yang ada dihari Jumaat, telah dikurniakan untuk mu dan untuk ummat mu, sehingga ummat- ummat yang sebelumnya berada dibelakangmu, iaitu Yahudi dan Nashara (kristian) dan saat dihari Jumaat, jika seorang mukmin bertepatan berdoa untuk kebaikan pada saat itu pasti ia akan diterima oleh Allah, atau berlindung kepada Allah dari suatu bahaya, pasti akan dihindarkannya, dan hari Jumaat dikalangan kami (Malaikat) dinamakan Yaumal Mazid (hari tambahan)." Nabi Muhammad s.a.w. bertanya lagi: "Apakah Yaumal Mazid itu?" Jawab Jibril: "Tuhan telah membuat lembah di syurga Jannatul Firdaus, disana ada anak bukitdari misik kasturi dan pada tiap-tiap hari Jumaat disana disediakan mimbar-minbar dari nur (cahaya) yang diduduki oleh para Nabi, dan ada mimbar- mimbar dari emas bertaburan permata yaqut dan zabarjada diduduki para siddiqin, suhada dan solihin, sedang orang-orang ahli ghurof (yang dibilik syurga) berada dibelakang mereka diatas bukit kecil itu berkumpul menghadap kepada Tuhan untuk memuja muji kepada Allah, lalu Allah berfirman: "Mintalah kepadaKu." Maka semua minta (Kami mohon keridhaanMu) Jawab Allah:"Aku telah redho kepadamu, keridhoan sehingga kamu Aku tempatkan dirumahKu dan Aku muliakan kamu." Kemudian Allah menampakkan kepada mereka sehingga mereka dapat melihat zat Nya, maka tidak ada hari yang mereka suka sebagaimana hari Jumaat kerana mereka merasa bertambahnya kemuliaan dan kehormatan mereka.
Dalam lain riwayat: Allah menyuruh kepada Malaikat: "Berikan makan kepada para wali Ku.", maka dihidangkan berbagai makanan maka terasa pada tiap suap rasa yang lain dari semuanya, bahkan lebih lazat sehingga bila selesai makan, diperintahkan oleh Allah: "Berikan minum kepada hamba- hamba Ku." maka diberi minum yang dapat dirasakan kelazatannya pada tiap teguk dan ketika telah selesai maka Tuhan berfirman: " Akulah Tuhanmu telah menepati apa yang Aku janjikan kepadamu dan kini kamu boleh minta, nescaya Aku berikan permintaanmu." Jawab mereka: "Kami minta ridho Mu. kami minta ridhoMu." dua tiga kali. Dijawab oleh Allah: "Aku ridho kepadamu bahkan masih ada tambahan lagi daripada Ku, pada hari ini Aku muliakan kamu dengan penghormatan yang terbesar dari semua yang telah kamu terima." Maka dibukakan hijab sehingga mereka dapat melihat dzat Allah yang Maha Mulia sekehendak Allah, maka segera mereka bersujud kepada Allah sekehendak Allah sehingga Allah menyuruh mereka: "Angkatlah kepalamu sebab kini bukan masa beribadat." Maka disitu mereka lupa pada nikmat-nikmat yang sebelumnya dan terasa benar bahawa tidak ada nikmat lebih besar daripada melihat dzat Allah yang Maha Mulia. Kemudian mereka kembali maka semerbak bau harum dari bawah Arsy dari bukit kasturi yang putih dan ditaburkan diatas kepala mereka, diatas ubun-ubun kuda mereka, maka apabila mereka kembali kepada isteri-isterinya terlihat bertambah indah lebih dari semula ketika mereka meninggalkan mereka sehingga isteri-isteri mereka berkata: "Kamu kini lebih elok dari yang biasa." Abul-Laits berkata: "Terbuka hijab, bererti hijab yang menutupi mereka untuk melihat- Nya. Dan erti melihat kepadaNya iaitu melihat kebesaran yang belum pernah terlihat sebelumnya tetapi kebanyakkan ahli ilmu mengerikan: Melihat dzat Allah tanpa perumpamaan."
Ikrimah berkata: "Ketangkasan ahli syurga bagaikan orang berumur 33 tahun lelaki dan perempuan sama-sa,a, sedang tingginya enam puluh hasta, setinggi nabi Adam a.s. muda-muda yang mesih bersih halus tidak berjanggut, bola matanya, memakaitujuh puluh macam perhiasan, yang berubah warnanya tiap-tiap jam, tujuh puluh macam warna, maka dapat melihat mukanya dimuka isterinya, demikian pula didadanya, dibetisnya, demikian pula isterinya dapat melihat wajahnya diwajah suaminya, didada dan dibetisnya, mereka tidak berludah dan tidak beringus, lebih-lebih yang lebih kotor, maka lebih jauh."
Dalam lain riwayat: "Andaikan seorang wanita syurga menunjukkan tapak tangannya dari langit nescaya akan menerangi antara langit dan bumi." Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya Zaid bin Arqam r.a. berkata: "Seorang ahlil kitab datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan bertanya: "Ya Abal-Qasim, apakah kau nyatakan bahawa orang syurga itu makan dan minum?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Ya, demi Allah yang jiwa Muhammad ada ditanganNya, seorang ahli syurga diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum dan jima (bersetubuh)." Dia berkata: "Sedang orang yang makan, minum ia lazimnya berhajat, sedang syurga itu bersih tidak ada kekotoran? Jawab Nabi Muhammad s.a.w. : "Hajat seseorang itu berupa peluh yang berbau harum bagaikan kasturi." Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Mu'tah bin Sumai mengenai firman
Allah s.w.t.: "Thuba lahum wa husnu ma ab." Thuba ialah pohon pokok disyurga yang dahannya dapat menaungi tiap rumah disyurga, didalamnya berbagai macam buah dan dihinggapi burung-burung besar sehingga bila seorang ingin burung dapat memanggilnya dan segera jatuh diatas meja makannya, dan dapat makan sayap yang sebelah berupa dinding dan yang lain berupa panggangan, kemudian bila telah selesai ia terbang kembali."
Dari Al'amasy dari Abu Salih dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Rombongan pertama akan masuk syurga dari ummatku bagaikan bulan purnama, kemudian yang berikutnya bagaikan bintang yang amat terang dilangit, kemudian sesudah itu menurut tingkatnya masing-masing, mereka tidak kencing dan buang air, tidak berludah dan tidak ingus, sisir rambut mereka dari emas dan ukup-ukup mereka dari kayu gahru yang harum dan peluh mereka kasturi dan bentuk mereka seperti seorang yang tingginya bagaikan Adam a.s. enam puluh hasta."
Ibn Abbas r.a. berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya ahli syurga itu muda semua, polos, halus, tidak ada rambut kecuali dikepala, alis dan idep (dikelopak mata), sedang janggut, kumis, ketiak dan kemaluan polos tidak ada rambut, tinggi mereka setinggi Nabi Adam a.s. enam puluh hasta, usianya bagaikan Nabi Isa a.s 33 tahun, putih rupanya, hijau pakaiannya, dihidangkan kepada mereka hidangan, maka datang burung dan berkata: "Hai waliyullah, saya telah minum dari sumber salsabil dan makan dari kebun syurga dan buah-buahan, rasanya sebelah badanku masakan dan yang sebelahnya gorengan, maka dimakan oleh orang itu sekuatnya."
Dan tiap orang wali mendapat tujuh puluh perhiasan, tiap perhiasan berbeza warna dengan yang lain, sedang jari-jarinya ada sepuluh cincin, terukir pada yang pertama: Salam alaikum bima shobartum, dan yang kedua: Ud khuluha bisalamin aminin, yang ketiga : Tilkal janatullati urits tumu ha bima kuntum ta'malun, yang keempat: Rufi'at ankumul ahzana wal humum, yang kelima: Albasakum alhuli wal hulal, yang keenam Zawwa jakum ul hurul iin, yang ketujuh: Walakum fihamatasy tahihil anfusu wa taladzzul a'yun wa antum fiha khalidun , yang kelapan: Rafaq tumunnabiyina wassiddiqin, yang kesembilan: Shirtum syababa laa tahromun dan yang kesepuluh: Sakantum fi jiwari man laa yu'dzil jiran." Ertinya: 1. Salam alaikum bima shobartum Selamat sejahtera kamu kerana kesabaran kamu 2. Ud khuluha bisalamin aminin Masuklah kesyurga dengan selamat dan aman 3. Tilkal janatullati urits tumu ha bima kuntum ta'malun Itulah syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu 4. Rufi'at ankumul ahzana wal humum Telah dihindarkan dari kamu semua risau dan dukacita 5. Albasakum alhuli wal hulal Kami berimu pakaian dan perhiasan 6. Zawwa jakum ul hurul iin Kami kahwinkan kamu dengan bidadari 7. Walakum fihamatasy tahihil anfusu wa taladzzul a'yun wa antum fiha khalidun Untuk mu dalam syurga segala keinginan dan menyenangkan pandangan matamu. 8. Rafaq tumunnabiyina wassiddiqin Kamu telah berkumpul dengan para Nabi dan Siddiqin 9. hirtum syababa laa tahromun Kamu menjadi muda dan tidak tua selamanya 0. Sakantum fi jiwari man laa yu'dzil jiran Kamu tinggal dengan tetangga yang tidak mengganggu tetangganya. Abul-Laits berkata: "Siapa yang ingin mendapat kehormatan itu hendaklah menepati lima perkara ini iaitu: i. Menahan dari maksiat kerana firman Allah s.w.t.: "Wa nahannafsa anil hawa fainnal jannat hiyal ma'wa yang bermaksud "Dan menahan nasfu dari maksiat maka syurga tempatnya. " ii. Rela dengan pemberian yang sederhana sebab tersebut dalam hadis: " Harga syurga itu ialah tidak rakus pada dunia." iii. Rajin pada tiap taat dan semua amal kebaikan sebab kemungkinan amal itu yang menyebabkan pengampunan dan masuk syurga seperti firman Allah s.w.t. : "Itu syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu. " iv. Cinta pada orang-orang yang soleh dan bergaul dengan mereka sebab mereka diharapkan syafa'atnya sebagaimana dalam hadis: " Perbanyaklah kawan kerana tiap kawan itu ada syafa'atnya pada hari kiamat. " v. Memperbanyakkan doa dan minta masuk syurga dan husnul khotimah. Sebagaimana ahli hikmah berkata: "Condong kepada dunia setelah mengetahui pahala bererti satu kebodohan dan tidak bersungguh-sungguh beramal setelah mengetahui besarnya pahala bererti lemah malas dan di syurga ada masa istirehat tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang tidak pernah istirehat didunia dan ada kepuasan yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang meninggalkan berlebihan didunia, dan cukup dengan kesederhanaan yang ada didunia.
Ada seorang zahid makan sayur dan garam, lalu ditegur oleh orang: "Kamu cukup dengan itu tanpa roti?" Jawabnya: Saya jadikan makanan ini untuk syurga sedang kau jadikan untuk w.c, kau makan segala yang lazat dan akhirnya ke w.c, sedang saya makan sekadar untuk menguatkan taat, semoga saya sampai kesyurga."
Ibrahim bin Adham ketika masuk ketempat permandian dilarang oleh penjaganya: "Jangan masuk kecuali jika membayar wangnya." Maka ia menangis dan berdoa: "Ya Allah, seorang untuk masuk kerumah syaitan tidak diizinkan tanpa wang, maka bagaimana saya akan masuk ketempat para Nabi dan Siddiqin tanpa upah?"
Tersebut dalam wahya yang diturunkan pada sebahagian para Nabi itu: "hai Anak Adam, kau membeli neraka dengan harga mahal dan tidak mau membeli syurga dengan harga murah." Ertinya: Adakalanya pengeluaran untuk maksiat itu banyak dan ringan, tetapi untuk sedekah kebaikan sedikit dan berat."
Abu Hazim berkata: "Andaikata syurga itu tidak dapat dicapai kecuali dengan meninggalkan kesukaannya didunia, nescaya itu ringan dan sedikit untuk mendapat syurga, dan andaikan neraka itu tidak dapat dihindari kecuali dengan menanggung semua kesukaran- kesukaran dunia, niscaya itu ringan dan sedikit disamping keselamatan dineraka. Padahal kamu dapat masuk dan selamat dari neraka dengan sabar menderita satu peratus dari kesukaran." Yahya bin Mu'adz Arrazi berkata: "Meninggalkan dunia berat tetapi meninggalkan syurga lebih berat, sedang maharnya syurga ialah meninggalkan dunia."
Anas bin Malik r.a berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Siapa yang minta kepada Allah syurga sampai tiga kali, maka syurga berdoa: "Ya Allah, masukkan ia kesyurga" dan siapa berlindung kepada Allah dari neraka tiga kali maka neraka berdoa: "Ya Allah, hindarkan ia dari neraka."
Semoga Allah s.w.t. menghindarkan kami dari neraka dan memasukkan kami kedalam syurga. Dan andaikan didalam syurga itu tidak ada apa-apa kecuali bertemu dengan kawan- kawan nescaya itu sudah enak dan baik, maka bagaimana padahal disyurga itu segala kehormatan dan kepuasan itu semua ada.
Anas bin Malik r.a. berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Didalam syurga ada pasar tetapi tidak ada jual beli, hanya orang-orang berkumpul membicarakan keadaan ketika didunia, dan cara beribadat, bagaimana keadaan antara si fakir dengan si kaya, dan bagaimana keadaan sesudah mati dan lama binasa dalam kubur sehingga sampai kesyurga." Abul-laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: "Manusia semua akan berdiri didekat neraka, kemudian mereka menyeberang diatas sirat (jambatan) diatas neraka, masing-masing menurut amal perbuatannya, ada yang menyeberang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin kencang, ada yang bagaikan kuda yang cepat larinya, dan seperti lari orang, dan ada yang bagaikan terbang burung, dan ada yang seperti unta yang cepat dan yang akhir berjalan diatas kedua ibu jari kakinya, kemudian tersungkur dalam neraka dan sirat itu licin, halus, tipis, tajam semacam pedang, berduri sedang dikanan kirinya Malaikat yang membawa bantolan untuk membantol (menyeret) orang- orang, maka ada yang selamat, ada yang luka-luka tetapi masih selamat dan ada yang langsung tersungkur kedalam api neraka, sedang para Malaikat itu sama- sama berdoa: " Robbi sallim saliim" (Ya Tuhan, selamatkan, selamatkan) dan ada orang yang berjalan sebagai orang yang terakhir masuk kesyurga, maka ia selamat dari sirat, terbuka baginya pintu syurga dan merasa tidak ada tempat baginya disyurga, sehingga dia berdoa: "Ya Tuhan, tempat saya disini." Jawab Tuhan: "Kemungkinan jika Aku beri kamu tempat ini lalu minta yang lainnya." Jawabnya: "Tidak, demi kemuliaanMu." Maka ditempatkan disitu, kemudian diperlihatkan kepadanya tempat yang lebih baik, sehingga dia merasakan kerendahan tempat yang diberikan kepadanya, lalu ia berkata: "Ya Tuhan, tempatkan lah aku disitu." Dijawab oleh Tuhan: "Kemungkinan jika Aku beri kamu tempat ini lalu minta yang lainnya." Jawabnya: "Tidak, demi kemuliaanMu." kemudian diperlihatkan kepadanya syurga yang lebih baik, sehingga ia merasa bahawa tempatnya masih rendah, tetapi ia diam tidak berani minta beberapa lama sehingga ditanya: "Apakah kau tidak minta?" Jawabnya: "Saya sudah minta sehingga merasa malu." Maka firman Allah s.w.t.: " Untukmu sebesar dunia sepuluh kali, maka inilah yang terendah tempat disyurga. " Abdullah bin Mas'ud berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. jika menceritakan ini maka tertawa sehingga terlihat gigi gerahamnya."
Dalam hadis: "Diantara wanita-wanita didunia ini ada yang kecantikannya melebihi dari bidadari kerana amal perbuatannya ketika didunia." Firman Allah s.w.t.: "Inna ansya'nahunna insya'a, fija'alnahunna abkara uruban atraba li ash habil yamin. " yang bermaksud: "Kami cipta mereka baru dan Kami jadikan mereka tetap gadis yansangat kasih dan cinta, juga tetap sebaya umurnya, untuk orang-orang ahli
amin. "
GHIBAH (MENYEBUT KEJELEKAN ORANG)
Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tahukah kamu apakah ghibah?" Jawab sahabat: "Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. yang lebih mengetahui." "Ghibah itu jika kau menyebut (membicarakan) hal keadaan saudaramu yang ia tidak suka hal itu disebut atau dibicarakan kepada orang lain, maka itu bererti ghibah padanya." Jawab Rasulullah s.a.w. Lalu ditanya: "Bagaimana kalau saudaraku betul begitu?" "Jika yang kau sebut itu benar ada padanya. maka itu ghibah tetapi jika tidak betul maka itu buhtan (membuat-buat kepalsuan, pendustaan untuk menjelekkan nama orang)." jawab Rasulullah s.a.w. Menyebut: "Baju orang itu pendek atau panjang." itu bererti ghibah. Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibn Abi Najih berkata: "Ada seorang wanita pendek datang kerumah Nabi Muhammad s.a.w. dan ketika telah keluar, Siti Aisyah r.a. berkata: "Alangkah pendeknya orang itu." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Engkau ghibah." Aisyah r.a. berkata: "Saya tidak menyebut kecuali yang sebenarnya ada padanya." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Engkau telah menyebut yang paling jelek padanya." Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Said Alkhudri r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Pada malam Israa ke langit aku melalui suatu kaum yang dipotongkan daging pinggangnya, kemudian dimakankan kepadanya dengan kalimat Makanlah apa yang dahulu kamu makan dari daging saudaramu . Maka saya bertanya: "Ya Jibril, siapakah mereka itu?" Jawabnya: "Mereka dari ummatmu yang mengumpat ghibah (menyebut kejelekkan orang lain) Hammaz lammaz iaitu mengejek dengan isyarat atau lidah atau dengan tangan. Abul Laits berkata: "Saya mendengar ayahku menceritakan suatu kisah seperti berikut:
Ketika Nabi Muhammad s.a.w. dirumah, sedang sahabat ahlis-shuffah dimasjid dan Zaid bin Tsabit menceritakan apa yang telah ia dengar dari Nabi Muhammad s.a.w. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. dihantar oleh orang daging, maka ahlis-shuffah itu berkata kepada Zaid bin Tsabit: "Engkau masuk kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan katakan kepada Baginda s.a.w. bahawa kami sudah lama tidak makan daging, supaya Nabi Muhammad s.a.w. mengirimkan daging kepada kami." Ketika Zaid telah berdiri dari mereka, mereka membicarakan Zaid diantara mereka: "Zaid itu telah mendapat dari Nabi Muhammad s.a.w. sebagaimana yang kami dapat, tetapi mengapa ia mengajar hadis kepada kami?" Maka ketika Zaid telah sampai kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan menyampaikan amanat orang- orang ahlis-shuffah itu. tiba-tiba Nabi Muhammad s.a.w. berkata kepada Zaid: "katakan kepada mereka: "Kamu kini telah makan daging." Maka segera Zaid bin Tsabit kembali menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Mereka berkata: "Demi Allah, kami sudah lama tidak makan daging." Maka kembali Zaid kepada Nabi Muhammad s.a.w. menyampaikan jawapan orang- orang ahlis-shuffah itu, tetapi Nabi Muhammad s.a.w. tetap berkata: "Mereka kini telah makan daging." Maka kembali Zaid kepada mereka dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Lalu ahlis-shuffah itu datang semua menghadap kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan oleh Nabi Muhammad s.a.w. langsung dikatakan: "Sekarang kamu telah makan daging saudaramu sedang bekas itu masih ada digigimu, cuba ludahlah kamu supaya dapat melihat merahnya darah daging itu." Maka ludah orang-orang itu berupa darah, maka bertaubatlah mereka dan minta maaf kerana telah ghibah terhadap Zaid bin Tsabit."
Jabir bin Abdillah r.a. berkata: "Terasa angin yang membawa bau busuk dimasa Nabi Muhammad s.a.w. Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Ada orang-orang munafiq yang ghibah orang muslimin, maka inilah tandanya bau busuk." Allah s.w.t. akan menunjukkan kepada kaum muslimin yang taat dan patuh kenyataan kebusukan dari apa yang telah dilarang oleh Allah s.w.t. kepada hambaNya." Ketika ditanya kepada seorang hakim: "Apakah hikmat dari busuknya bau ghibah itu?" Jawabnya: "Dimasa Nabi Muhammad s.a.w., Allah s.w.t. akan membuktikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya tetapi dimasa kini kerana banyaknya ghibah itu sehingga hidung kita telah berbau yang demikian, maka tidak busuk lagi bau ghibah itu, sebagaimana seorang yang pertama kali tidak dapat tinggal lama kerana tajamnya baunya kepada hidungnya tetapi ahli tempat itu dapat makan minum disitu dan tidak merasakan bau apa-apa kerana hidung mereka telah penuh dengan bau itu."
Asbaath dari Assuddi berkata: "Ketika Salman Alfarisi bersama para sahabat yang diantara mereka juga ada Umar r.a. dalam perjalanan, tiba- tiba mereka berhenti dan berkhemah, maka tidurlah Salaman sedang para sahabatnya ada yang memasak, lalu ada beberapa orang berkata: "Apakah maksud hamba ini, hanya mahu datang kekhemah yang sudah didirikan dan makanan yang sudah siap?" Kemudian mereka berkata kepada Salman: "Pergilah engkau kepada Nabi Muhammad s.a.w. minta lauk pauk untuk kami." Maka pergilah Salman menyampaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. permintaan mereka. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda kepada Salman: "Beritahulah kepada mereka bahawa mereka telah makan lauk pauk." Maka kembalilah Salman kepada kawan- kawannya dan memberitahu apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Lalu mereka berkata: "Kami belum makan apa-apa." Salman berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. tidak berdusta dalam sabdanya." lalu dikatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w.:"Kamu telah makan daging saudaramu ketika kamu membicarakan ( ghibah) padanya diwktu ia sedang tidur." Lalu Nabi Muhammad s.a.w. membacakan Surah Alhujuraat ayat 12 (Yang berbunyi): "Ya ayyuhalladzina aamanuuj tanibu katsira minadhdhanni inna ba'dhadhdhaani its mun wala tajassanu, wala yagh tabba'dhukum ba'dha, a yuhibbu ahadukum an ya'kula lahma akhihi maita fakarih tumuuhu ." (Yang bermaksud): "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakkan sangka- sangka, sebab sebahagian dari sangka-sangka itu dosa. Dan jangan menyelidiki kesalahan orang lain dan jangan ghibah (membicarakan hal orang lain) setengahmu pada setengahnya, apakah suka salah satu sekiranya makan daging saudara yang telah mati, tentu kamu jijik (tidak suka) ."
Ibn Abbas r.a. berkata: " Ayat(Yang berbunyi): " Wala yagh tab ba'dhukum ba'dha (Yang bermaksud): "Dan jangan ghibah (menjelekkan) kejelekkan setengahmu . Turunnya ayat ini adalah mengenai dua orang sahabat Nabi Muhammad s.a.w.. Pada suatu ketika semasa berpergian Nabi Muhammad s.a.w. mengaturkan tiap dua orang kaya dititipi sahabat yang tidak punya harta supaya dapat membantu kepadanya dan ikut makan bersama keduanya. Bertepatan Salman dititipkan kepada dua orang dan pada hari itu Salman tidak membantu menyediakan keperluan kedua kawannya itu, lalu disuruh oleh keduanya: "Pergilah kepada Nabi Muhammad s.a.w. minta untuk kami sisa-sisa lauk pauk." Maka pergilah Salman akan tetapi ketika Salman baru saja berangkat tiba-tiba kedua orang itu berkata: "Orang itu andaikan dia pergi kesumur nescaya akan berkurang airnya." Maka ketika telah sampai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Salman berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w. apa yang diminta oleh kedua kawannya itu. Tiba-tiba Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Beritahu kepada keduanya bahawa kamu berdua telah makan lauk pauk." Dan ketika disampaikan oleh Salman apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad s.a.w.
Maka segeralah keduanya pergi berjumpa Nabi Muhammad s.a.w. dan berkata: "Kami tidak makan lauk pauk." jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Saya telah melihat merahnya daging dalam mulut kedua kamu." Berkata kedua mereka itu: "Kami tidak punya lauk pauk (daging) dan tidak makan daging pada hari ini." Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Kamu telah membicarakan saudaramu, apakah kamu suka makan daging orang mati?" Jawab keduanya: "Tidak." Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sebagaimana kamu tidak suka makan daging orang mati maka jangan membicarakan kejelekkan orang lain sebab siapa yang ghibah pada kawannya bererti makan dagingnya."
Alhasan Albashri diberitahu: "Bahawa ada orang membicarakan kejelekkanmu." maka langsung ia mengirimkan kepada orang itu setalam kurma ruthab sambil berkata kepadanya: "Saya mendapat berita bahawa engkau telah menghadiahkan hasanatmu kepadaku, maka saya ingin membalaskan hadiah itu, kerana itu harap diterima sebab saya tidak dapat membalas yang sesuai dengan pemberianmu itu."
Ibrahim bin Adham mengundang makan beberapa orang dan ketika makan bersama, tiba-tiba mereka menyebut kejelekkan seseorang, maka berkata Ibrahim: "Orang biasa makan roti sebelum daging tetapi kamu makan daging dahulu sebelum roti." Abu Umamah Albahili r.a. berkata: "Seorang hamba telah diberi suratan amalnya pada hari kiamat, maka terlihat padanya hasanat- hasanat yang ia tidak merasa melakukannya, lalu ia bertanya: " Ya Tuhan, dari manakah hasanat-hasanat ini?" Jawab Allah s.w.t.: "Itu dari apa yang orang ghibah kau dan engkau tidak merasa."
Ibrahim bin Adham berkata: "Wahai orang yang mendustakan, engkau kikir (bakhil) dengan kekayaanmu terhadap kawan-kawanmu tetapi loman dengan akhiratmu kepada musuh-musuhmu, maka engkau tidak untung kerana bakhil dan tidak terpuji kerana kelomananmu." Seorang hakim berkata: " Ghibah itu sebagai lalap untuk para qurra dan jamuan orang-orang fasik dan hiburan wanita dan lauk-pauk anjing- anjing manusia dan tempat pembuangan kotoran bagi orang-orang yang bertaqwa."
Anas bin Malik r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Empat macam yang dapat membatalkan puasa dan wuduk dan menghapuskan amal (merosakkan) ialah: Ghibah Dusta Mengadu domba antara seorang dengan yang lainnya memperhatikan kecantikan wanita yang haram dilihatnya Semua itu dapat menyuburkan bibit-bibit kejahatan sebagaimana air menyuburkan bibit-bibit tanaman dan minum arak (khamar) itu mengatasai semua dosa-dosa.
Ka'bul Ahbaar berkata: "Saya telah membaca dalam kitab Nabi-nabi yang dahulu: "Bahawa siapa yang mati baru taubat dari ghibah, maka ia terakhir orang yang masuk syurga dan siapa yang mati sedang terus menerus ghibah maka ia pertama yang masuk neraka." Nabi Isa bin Maryam a.s. berkata kepada sahabatnya: "Bagaimana jika kamu melihat seseorang yang sedang tidur lalu terbuka auratnya, apakah kamu menutupinya?" Jawab mereka: "Ya." Berkata Nabi Isa a.s. "Bahkan bertambah kamu buka yang belum terbuka." Mereka berkata: " Subhanallah, bagaimana akan kami buka yang belum terbuka?" Nabi Isa a.s. berkata: "Tidakkah bila ada orang menyebut kepadamu kejelekkan seseorang lalu kamu tambahi apa-apa yang tidak disebut oleh orang yang membicarakan itu, maka kamu yang membuka sisa auratnya."
Khalid Arrib'i berkata: "Ketika saya masuk kemasjid Jami, tiba-tiba ada orang membicarakan kejelekkan orang, maka saya larang mereka lalu mereka berhenti. Kemudian mereka membicarakan orang lain pula lalu kembali pada orang yang pertama dan saya juga masuk dalam pembicaraan itu, maka pada malam harinya saya mimpi didatangi seorang yang hitam tinggi membawa talam berisi daging babi lalu berkata kepadaku: "Makanlah." Saya jawab: "Saya disuruh makan daging babi!, Demi Allah saya tidak akan makan." Lalu ia membentak keras kepadaku sambil berkata: "Engkau telah makan yang lebih keji dari ini." Lalu dipaksakan daging babi itu didalam mulutku sampai bangun dari tidurku. Demi Allah, saya telah tinggal selama tiga atau empat puluh hari, tiap makan makanan masih terasa rasa dan bau busuknya daging babi itu dalam mulutku."
Sufyan bin Alhushain berkata: "Saya duduk bersama Iyaas bin Mu'awiyah, tiba-tiba ada orang berjalan, maka saya membicarakan kejelekkannya, maka berkata Iyaas kepadaku: "Diam." Kemudian ia bertanya: "Hai Sufyan, apakah kau pernah memerangi Rom?" Jawabku: "Tidak." "Apakah kau telah berperang dengan Turki?" tanya Iyaas lagi. Jawabku: "Tidak." Lalu ia berkata: "Rom dan turki selamat daripadamu tetapi saudaramu sesama muslim tidak selamat dari gangguanmu." Maka sejak itu saya tidak lagi berani ghibah." Hatim Azzahid berkata: "Tiga macam jika terdapat dalam majlis maka rahmat Allah s.w.t. akan berpaling dari mereka iaitu: Membicarakan soal keduniaan semata-mata Ketawa keseronokkan Ghibah Yahya bin Mu'aadz berkata: "Jadikanlah bagian orang mukmin daripadamu tiga macam supaya tergolong orang yang baik iaitu: Jika kau tidak dapat menguntungkan kepadanya maka jangan merugikannya (merosakkan) Jika engkau tidak dapat menyenangkannya maka jangan menyusahkannya Jika engkau tidak memujikannya maka jangan mencelanya Mujahid berkata: "Tiap anak Adam ada kawan dari Malaikat, maka apabila ia menyebut saudaranya dengan baik maka disambut oleh Malaikat: "Untuknya dan untukmu mendapat seperti itu." sebaliknya jika menyebut kejelekkan saudaranya, maka Malaikat itu berkata: "Engkau buka auratnya, engkau baiki dirimu dan ucapkan Alhamdulillah yang telah menutupi kejelekkan auratmu."
Ibrahim bin Ad- ham diundang makan dan ketika ia duduk tiba-tiba ada orang berkata: "(Fulan) tidak datang." Lalu disambut oleh yang lain: "Itu memang berat (tidak biasa bergaul)." Lalu Ibrahim bin Ad- ham berkata: "Ini yang menjadikan perutku berat ketika menghadiri makanan, dimana kau ghibah pada seorang muslim." Lalu ia keluar dan tidak makan sampai tiga hari. Seorang hakiem berkata: "Jika engkau tidak dapat mengerjakan yang tiga, maka kerjakanlah yang tiga iaitu: Jika engkau tidak dapat berbuat kebaikan maka jangan berbuat kejahatan Jika engkau tidak dapat berguna kepada manusia maka jangan kejam pada mereka Jika engkau tidak dapat berpuasa maka jangan makan daging manusia Wahb Almakki berkata: "Bila saya dapat meninggalkan ghibah maka itu lebih baik bagi saya daripada mendapat dunia seisinya, sejak dijadikan sehingga rosak, lalu saya gunakan untuk kepentingan fisabilillah dan bila saya dapat menahan mataku dari yang haram lebih baik bagiku daripada mendapat dunia seisinya untuk bersedekah fisabilillah." Kemudian ia membaca: "(Yang berbunyi): " Wala yagh tab ba'dhukum ba'dha (Yang bermaksud): "Dan jangan ghibah (menjelekkan) kejelekkan setengahmu . Qul lilmu'minnina ya ghughghu min abshaarihim . (Yang bermaksud): "Katakanlah kepada orang-orang mukmin supaya memejamkan matanya ." Abul Laits berkata: "Orang-orang telah membicarakan cara taubatnya orang ghibah, apakah boleh tanpa memberitahu kepada orang yang dibicarakan. Sebahagian menyatakan boleh dan yang lain mengatakan tidak boleh. Menurut pendapat kami, jika ghibah itu telah sampai kepada yang dibacarakan maka harus minta halalnya dan bila belum sampai maka cukup dengan istighfar dan berjanji kepada Allah s.w.t. tidak akan mengulanginya."
Seorang datang kepada Ibn Sirin dan berkata: "Saya telah ghibah membicarakan kejelekkanmu, kerana itu halalkan dan maafkan bagiku." Jawab Ibn Sirin: "Bagaimanakah saya akan menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah s.w.t." Seolah-olah Ibn Sirin mengisyaratkan kepadanya supaya minta ampun kepada Allah s.w.t. disamping minta maaf kepada yang dighibah itu. Jika belum diketahui oleh orangnya maka cukup dengan bertaubat kepada Allah s.w.t. disamping mendoakan baik bagi yang dahulu dighibah itu sebagai imbalan gantinya dan tidak perlu memberitahu kepada orangnya supaya tidak merisaukan hatinya.
Jika yang diperbuat itu buhtan pemalsuan nama (gelaran) atau menjelekkan kehormatan yang tidak benar, maka taubatnya dalam tiga cara iaitu: Ia harus kembali kepada orang- orang yang diberitahu tentang berita bohong itu dan menyatakan kepada mereka berita yang ia sampaikan dahulu adalah bohong Pergi kepada orang yang dijelekkan namanya (gelaran) itu untuk meminta maaf dan menghalalkannya Minta ampun dan membaca istighfar dari perbuatan dosa- dosanya sebab itu termasuk dosa besar Bahkan Allah s.w.t. telah menggandingkan penyembahan berhala dengan buhtan didalam ayat yang berbunyi: "Faj tani'bur rijsa minal autsaan, waj tanibu qoulazzur. (Yang bermaksud): "Tinggalkan semua yang najis dari berhala- berhala itu dan tinggalkan juga kata-kata yang palsu tuduhan yang palsu. Dan tidak dianggap ghibah kecuali jika disebut nama perseorangan tetapi menghindari itu lebih baik." Seorang yang bernama Zahid membeli kapuk untuk isterinya, tiba-tiba isterinya berkata: "Penjual- penjual kepuk itu telah mengkianati kamu dalam kapuk itu." Maka Zahid segera menceraikan isterinya itu. Kemudian ditanya: "Mengapakah kau menceraikan isterimu?" Jawabnya: "Saya ini seorang yang sangat cemburu dan saya khuatir ia akan dituntut oleh semua penjual kapuk pada hari kiamat, lalu disebut-sebut isteri Fulan bin Fulan itu dituntut oleh penjual-penjual kapuk maka kerana itu segera saya ceraikannya."
Tiga macam cara yang tidak dianggap ghibah yang dosa iaitu: Menyebut kekejaman raja yang zalim Menyebut kerosakan akhlak orang yang terang-terangan berbuat dosa dimuka orang Menyebut kesalahan ahli bida'ah jika disebut faham madzhabnya Adapun bila menyebut badannya maka itu termasuk ghibah yang dosa. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sebutlah kejahatan orang lacur supaya orang lain berhati-hati daripadanya." Ghibah itu ada empat macam iaitu: Menyebabkan kufur (kafir) atau Munafiq atau Dosa atau Mubah berpahala Adapun yang menyebabkan kekufuran, maka iaitu ghibah terhadap seorang muslim dan ketika diperingatkan, ia berkata: " Ini bukan ghibah, sebab saya berkata sebenarnya. ", maka ini telah menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah s.w.t. dan siapa yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah s.w.t. maka hukumnya Kafir. Adapun yang bernama nifaq iaitu jika ghibah pada orang tetapi tidak disebut namanya didepan orang yang mengetahui bahawa ia menujukan kepada seseorang dan ia merasa bahawa ia berlagak wara' (menjauhi yang haram) maka ini nifaq. Adapun yang bernama maksiat ialah ghibah pada orang dan merasa bahawa itu memang haram dan maksiat. Adapun yang mubah: Jika ia ghibah pada seorang fasiq yang terang-terangan fasiqnya atau orang ahli bida'ah, maka ia akan mendapat pahala sebab oarng- orang lalu menghindarinya dan menyelamatkan diri daripadanya. Sebagaimana Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sebutlah kehajatan orang yang lacur supaya orang-orang berhati0hati daripadanya."
Abul Laits berkata: "Ayahku menceritakan: "Bahawa diantara para Nabi yang bukan Rasul itu ada yang menerima wahyu dalam impian dan ada yang hanya mendengar suara, maka ada Nabi yang menerima wahyu dengan mimpi itu, pada suatu malam ia bermimpi diperintahkan: "Jika engkau keluar diwaktu pagi maka pertama yang kau lihat (hadapi) maka makanlah, dan yang kedua sembunyikan dan yang ketiga terimalah dan keempat jangan kau putus harapannya dan yang kelima larilah daripadanya." Maka pada esok harinya yang dihadapinya ialah bukit hitam besar, maka ia terhenti bingung sambil berkata: "Aku diperintahkan makan apa yang aku hadapi ini." lalu ia sedar dan berkata: " Tuhan tidak menyuruhku sesuatu yang mustahil dan tidak dapat dilaksanakan." Maka ia berjalan menuju kebukit itu untuk memakannya dan ketika ia mendekat tiba-tiba bukit itu mengecil sehingga sebesar satu suap dan ketika dimakan terasa manis bagaikan madu, maka ia mengucapkan Alhamdulillah. Lalu berjalan lagi dan bertemu pula dengan mangkuk emas dan ia ingat ini harus disembunyikan, maka ia menggali lubang dan menanam emas itu dan ditinggalkannya, akan tetapi tiba-tiba mangkuk itu keluar dari dalam tanah lalu ditanam algi dan keluar lagi sehingga ketiga kali hal keadaan ini berlaku.
Maka dia berkata: "Saya telah melaksanakan perintah." maka ia terus berjalan dan tiba-tiba ada burung kecil sedang dikejar helang dan burung itu berkata: "Ya Nabiyallah, tolong aku." Lalu diterima dan dimasukkan dalam bajunya maka datang helang itu dan berkata: "Ya Nabiyallah, saya lapar sejak pagi dan saya mengejar buruanku itu, kerana itu jangan kau patahkan harapanku dan rezekiku." Nabi merasa yang keempat tidak boleh diputuskan harapannya tetapi ia bingung untuk menyelesaikannya, kemudian ia mengambil pisau dan memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada helang itu sehingga terbang. Lalu burung itu dilepaskan. Dan kelima ia melihat bangkai yang berbau, maka ia lari daripadanya. Maka pada malam hari ia berdoa: "Ya Tuhan, aku telah melaksanakan perintahMu, maka jelaskan bagiku semua itu." Maka ia bermimpi: " Bahawa yang pertama kau makan itu ialah amarah pada mulanya nampak sebesar bukit tetapi pada akhirnya jika sabar dan ditahan menjadi lebih manis dari madu. Kedua, amal perbuatan (budi) walaupun kau sembunyikan, maka ia tetap akan nampak Ketiga, jika diamanati orang, maka jangan kianat padanya Keempat, jika ada orang minta padamu maka usahakan untuk membantupadanya meskipun kepadamu sendiri berhajat Kelima, Ghibah, maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul untuk ghibah (mengumpat orang_
Ketika Nabi Muhammad s.a.w. dirumah, sedang sahabat ahlis-shuffah dimasjid dan Zaid bin Tsabit menceritakan apa yang telah ia dengar dari Nabi Muhammad s.a.w. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. dihantar oleh orang daging, maka ahlis-shuffah itu berkata kepada Zaid bin Tsabit: "Engkau masuk kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan katakan kepada Baginda s.a.w. bahawa kami sudah lama tidak makan daging, supaya Nabi Muhammad s.a.w. mengirimkan daging kepada kami." Ketika Zaid telah berdiri dari mereka, mereka membicarakan Zaid diantara mereka: "Zaid itu telah mendapat dari Nabi Muhammad s.a.w. sebagaimana yang kami dapat, tetapi mengapa ia mengajar hadis kepada kami?" Maka ketika Zaid telah sampai kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan menyampaikan amanat orang- orang ahlis-shuffah itu. tiba-tiba Nabi Muhammad s.a.w. berkata kepada Zaid: "katakan kepada mereka: "Kamu kini telah makan daging." Maka segera Zaid bin Tsabit kembali menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Mereka berkata: "Demi Allah, kami sudah lama tidak makan daging." Maka kembali Zaid kepada Nabi Muhammad s.a.w. menyampaikan jawapan orang- orang ahlis-shuffah itu, tetapi Nabi Muhammad s.a.w. tetap berkata: "Mereka kini telah makan daging." Maka kembali Zaid kepada mereka dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Lalu ahlis-shuffah itu datang semua menghadap kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan oleh Nabi Muhammad s.a.w. langsung dikatakan: "Sekarang kamu telah makan daging saudaramu sedang bekas itu masih ada digigimu, cuba ludahlah kamu supaya dapat melihat merahnya darah daging itu." Maka ludah orang-orang itu berupa darah, maka bertaubatlah mereka dan minta maaf kerana telah ghibah terhadap Zaid bin Tsabit."
Jabir bin Abdillah r.a. berkata: "Terasa angin yang membawa bau busuk dimasa Nabi Muhammad s.a.w. Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Ada orang-orang munafiq yang ghibah orang muslimin, maka inilah tandanya bau busuk." Allah s.w.t. akan menunjukkan kepada kaum muslimin yang taat dan patuh kenyataan kebusukan dari apa yang telah dilarang oleh Allah s.w.t. kepada hambaNya." Ketika ditanya kepada seorang hakim: "Apakah hikmat dari busuknya bau ghibah itu?" Jawabnya: "Dimasa Nabi Muhammad s.a.w., Allah s.w.t. akan membuktikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya tetapi dimasa kini kerana banyaknya ghibah itu sehingga hidung kita telah berbau yang demikian, maka tidak busuk lagi bau ghibah itu, sebagaimana seorang yang pertama kali tidak dapat tinggal lama kerana tajamnya baunya kepada hidungnya tetapi ahli tempat itu dapat makan minum disitu dan tidak merasakan bau apa-apa kerana hidung mereka telah penuh dengan bau itu."
Asbaath dari Assuddi berkata: "Ketika Salman Alfarisi bersama para sahabat yang diantara mereka juga ada Umar r.a. dalam perjalanan, tiba- tiba mereka berhenti dan berkhemah, maka tidurlah Salaman sedang para sahabatnya ada yang memasak, lalu ada beberapa orang berkata: "Apakah maksud hamba ini, hanya mahu datang kekhemah yang sudah didirikan dan makanan yang sudah siap?" Kemudian mereka berkata kepada Salman: "Pergilah engkau kepada Nabi Muhammad s.a.w. minta lauk pauk untuk kami." Maka pergilah Salman menyampaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. permintaan mereka. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda kepada Salman: "Beritahulah kepada mereka bahawa mereka telah makan lauk pauk." Maka kembalilah Salman kepada kawan- kawannya dan memberitahu apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Lalu mereka berkata: "Kami belum makan apa-apa." Salman berkata: " Nabi Muhammad s.a.w. tidak berdusta dalam sabdanya." lalu dikatakan oleh Nabi Muhammad s.a.w.:"Kamu telah makan daging saudaramu ketika kamu membicarakan ( ghibah) padanya diwktu ia sedang tidur." Lalu Nabi Muhammad s.a.w. membacakan Surah Alhujuraat ayat 12 (Yang berbunyi): "Ya ayyuhalladzina aamanuuj tanibu katsira minadhdhanni inna ba'dhadhdhaani its mun wala tajassanu, wala yagh tabba'dhukum ba'dha, a yuhibbu ahadukum an ya'kula lahma akhihi maita fakarih tumuuhu ." (Yang bermaksud): "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakkan sangka- sangka, sebab sebahagian dari sangka-sangka itu dosa. Dan jangan menyelidiki kesalahan orang lain dan jangan ghibah (membicarakan hal orang lain) setengahmu pada setengahnya, apakah suka salah satu sekiranya makan daging saudara yang telah mati, tentu kamu jijik (tidak suka) ."
Ibn Abbas r.a. berkata: " Ayat(Yang berbunyi): " Wala yagh tab ba'dhukum ba'dha (Yang bermaksud): "Dan jangan ghibah (menjelekkan) kejelekkan setengahmu . Turunnya ayat ini adalah mengenai dua orang sahabat Nabi Muhammad s.a.w.. Pada suatu ketika semasa berpergian Nabi Muhammad s.a.w. mengaturkan tiap dua orang kaya dititipi sahabat yang tidak punya harta supaya dapat membantu kepadanya dan ikut makan bersama keduanya. Bertepatan Salman dititipkan kepada dua orang dan pada hari itu Salman tidak membantu menyediakan keperluan kedua kawannya itu, lalu disuruh oleh keduanya: "Pergilah kepada Nabi Muhammad s.a.w. minta untuk kami sisa-sisa lauk pauk." Maka pergilah Salman akan tetapi ketika Salman baru saja berangkat tiba-tiba kedua orang itu berkata: "Orang itu andaikan dia pergi kesumur nescaya akan berkurang airnya." Maka ketika telah sampai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Salman berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w. apa yang diminta oleh kedua kawannya itu. Tiba-tiba Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Beritahu kepada keduanya bahawa kamu berdua telah makan lauk pauk." Dan ketika disampaikan oleh Salman apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad s.a.w.
Maka segeralah keduanya pergi berjumpa Nabi Muhammad s.a.w. dan berkata: "Kami tidak makan lauk pauk." jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Saya telah melihat merahnya daging dalam mulut kedua kamu." Berkata kedua mereka itu: "Kami tidak punya lauk pauk (daging) dan tidak makan daging pada hari ini." Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Kamu telah membicarakan saudaramu, apakah kamu suka makan daging orang mati?" Jawab keduanya: "Tidak." Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sebagaimana kamu tidak suka makan daging orang mati maka jangan membicarakan kejelekkan orang lain sebab siapa yang ghibah pada kawannya bererti makan dagingnya."
Alhasan Albashri diberitahu: "Bahawa ada orang membicarakan kejelekkanmu." maka langsung ia mengirimkan kepada orang itu setalam kurma ruthab sambil berkata kepadanya: "Saya mendapat berita bahawa engkau telah menghadiahkan hasanatmu kepadaku, maka saya ingin membalaskan hadiah itu, kerana itu harap diterima sebab saya tidak dapat membalas yang sesuai dengan pemberianmu itu."
Ibrahim bin Adham mengundang makan beberapa orang dan ketika makan bersama, tiba-tiba mereka menyebut kejelekkan seseorang, maka berkata Ibrahim: "Orang biasa makan roti sebelum daging tetapi kamu makan daging dahulu sebelum roti." Abu Umamah Albahili r.a. berkata: "Seorang hamba telah diberi suratan amalnya pada hari kiamat, maka terlihat padanya hasanat- hasanat yang ia tidak merasa melakukannya, lalu ia bertanya: " Ya Tuhan, dari manakah hasanat-hasanat ini?" Jawab Allah s.w.t.: "Itu dari apa yang orang ghibah kau dan engkau tidak merasa."
Ibrahim bin Adham berkata: "Wahai orang yang mendustakan, engkau kikir (bakhil) dengan kekayaanmu terhadap kawan-kawanmu tetapi loman dengan akhiratmu kepada musuh-musuhmu, maka engkau tidak untung kerana bakhil dan tidak terpuji kerana kelomananmu." Seorang hakim berkata: " Ghibah itu sebagai lalap untuk para qurra dan jamuan orang-orang fasik dan hiburan wanita dan lauk-pauk anjing- anjing manusia dan tempat pembuangan kotoran bagi orang-orang yang bertaqwa."
Anas bin Malik r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Empat macam yang dapat membatalkan puasa dan wuduk dan menghapuskan amal (merosakkan) ialah: Ghibah Dusta Mengadu domba antara seorang dengan yang lainnya memperhatikan kecantikan wanita yang haram dilihatnya Semua itu dapat menyuburkan bibit-bibit kejahatan sebagaimana air menyuburkan bibit-bibit tanaman dan minum arak (khamar) itu mengatasai semua dosa-dosa.
Ka'bul Ahbaar berkata: "Saya telah membaca dalam kitab Nabi-nabi yang dahulu: "Bahawa siapa yang mati baru taubat dari ghibah, maka ia terakhir orang yang masuk syurga dan siapa yang mati sedang terus menerus ghibah maka ia pertama yang masuk neraka." Nabi Isa bin Maryam a.s. berkata kepada sahabatnya: "Bagaimana jika kamu melihat seseorang yang sedang tidur lalu terbuka auratnya, apakah kamu menutupinya?" Jawab mereka: "Ya." Berkata Nabi Isa a.s. "Bahkan bertambah kamu buka yang belum terbuka." Mereka berkata: " Subhanallah, bagaimana akan kami buka yang belum terbuka?" Nabi Isa a.s. berkata: "Tidakkah bila ada orang menyebut kepadamu kejelekkan seseorang lalu kamu tambahi apa-apa yang tidak disebut oleh orang yang membicarakan itu, maka kamu yang membuka sisa auratnya."
Khalid Arrib'i berkata: "Ketika saya masuk kemasjid Jami, tiba-tiba ada orang membicarakan kejelekkan orang, maka saya larang mereka lalu mereka berhenti. Kemudian mereka membicarakan orang lain pula lalu kembali pada orang yang pertama dan saya juga masuk dalam pembicaraan itu, maka pada malam harinya saya mimpi didatangi seorang yang hitam tinggi membawa talam berisi daging babi lalu berkata kepadaku: "Makanlah." Saya jawab: "Saya disuruh makan daging babi!, Demi Allah saya tidak akan makan." Lalu ia membentak keras kepadaku sambil berkata: "Engkau telah makan yang lebih keji dari ini." Lalu dipaksakan daging babi itu didalam mulutku sampai bangun dari tidurku. Demi Allah, saya telah tinggal selama tiga atau empat puluh hari, tiap makan makanan masih terasa rasa dan bau busuknya daging babi itu dalam mulutku."
Sufyan bin Alhushain berkata: "Saya duduk bersama Iyaas bin Mu'awiyah, tiba-tiba ada orang berjalan, maka saya membicarakan kejelekkannya, maka berkata Iyaas kepadaku: "Diam." Kemudian ia bertanya: "Hai Sufyan, apakah kau pernah memerangi Rom?" Jawabku: "Tidak." "Apakah kau telah berperang dengan Turki?" tanya Iyaas lagi. Jawabku: "Tidak." Lalu ia berkata: "Rom dan turki selamat daripadamu tetapi saudaramu sesama muslim tidak selamat dari gangguanmu." Maka sejak itu saya tidak lagi berani ghibah." Hatim Azzahid berkata: "Tiga macam jika terdapat dalam majlis maka rahmat Allah s.w.t. akan berpaling dari mereka iaitu: Membicarakan soal keduniaan semata-mata Ketawa keseronokkan Ghibah Yahya bin Mu'aadz berkata: "Jadikanlah bagian orang mukmin daripadamu tiga macam supaya tergolong orang yang baik iaitu: Jika kau tidak dapat menguntungkan kepadanya maka jangan merugikannya (merosakkan) Jika engkau tidak dapat menyenangkannya maka jangan menyusahkannya Jika engkau tidak memujikannya maka jangan mencelanya Mujahid berkata: "Tiap anak Adam ada kawan dari Malaikat, maka apabila ia menyebut saudaranya dengan baik maka disambut oleh Malaikat: "Untuknya dan untukmu mendapat seperti itu." sebaliknya jika menyebut kejelekkan saudaranya, maka Malaikat itu berkata: "Engkau buka auratnya, engkau baiki dirimu dan ucapkan Alhamdulillah yang telah menutupi kejelekkan auratmu."
Ibrahim bin Ad- ham diundang makan dan ketika ia duduk tiba-tiba ada orang berkata: "(Fulan) tidak datang." Lalu disambut oleh yang lain: "Itu memang berat (tidak biasa bergaul)." Lalu Ibrahim bin Ad- ham berkata: "Ini yang menjadikan perutku berat ketika menghadiri makanan, dimana kau ghibah pada seorang muslim." Lalu ia keluar dan tidak makan sampai tiga hari. Seorang hakiem berkata: "Jika engkau tidak dapat mengerjakan yang tiga, maka kerjakanlah yang tiga iaitu: Jika engkau tidak dapat berbuat kebaikan maka jangan berbuat kejahatan Jika engkau tidak dapat berguna kepada manusia maka jangan kejam pada mereka Jika engkau tidak dapat berpuasa maka jangan makan daging manusia Wahb Almakki berkata: "Bila saya dapat meninggalkan ghibah maka itu lebih baik bagi saya daripada mendapat dunia seisinya, sejak dijadikan sehingga rosak, lalu saya gunakan untuk kepentingan fisabilillah dan bila saya dapat menahan mataku dari yang haram lebih baik bagiku daripada mendapat dunia seisinya untuk bersedekah fisabilillah." Kemudian ia membaca: "(Yang berbunyi): " Wala yagh tab ba'dhukum ba'dha (Yang bermaksud): "Dan jangan ghibah (menjelekkan) kejelekkan setengahmu . Qul lilmu'minnina ya ghughghu min abshaarihim . (Yang bermaksud): "Katakanlah kepada orang-orang mukmin supaya memejamkan matanya ." Abul Laits berkata: "Orang-orang telah membicarakan cara taubatnya orang ghibah, apakah boleh tanpa memberitahu kepada orang yang dibicarakan. Sebahagian menyatakan boleh dan yang lain mengatakan tidak boleh. Menurut pendapat kami, jika ghibah itu telah sampai kepada yang dibacarakan maka harus minta halalnya dan bila belum sampai maka cukup dengan istighfar dan berjanji kepada Allah s.w.t. tidak akan mengulanginya."
Seorang datang kepada Ibn Sirin dan berkata: "Saya telah ghibah membicarakan kejelekkanmu, kerana itu halalkan dan maafkan bagiku." Jawab Ibn Sirin: "Bagaimanakah saya akan menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah s.w.t." Seolah-olah Ibn Sirin mengisyaratkan kepadanya supaya minta ampun kepada Allah s.w.t. disamping minta maaf kepada yang dighibah itu. Jika belum diketahui oleh orangnya maka cukup dengan bertaubat kepada Allah s.w.t. disamping mendoakan baik bagi yang dahulu dighibah itu sebagai imbalan gantinya dan tidak perlu memberitahu kepada orangnya supaya tidak merisaukan hatinya.
Jika yang diperbuat itu buhtan pemalsuan nama (gelaran) atau menjelekkan kehormatan yang tidak benar, maka taubatnya dalam tiga cara iaitu: Ia harus kembali kepada orang- orang yang diberitahu tentang berita bohong itu dan menyatakan kepada mereka berita yang ia sampaikan dahulu adalah bohong Pergi kepada orang yang dijelekkan namanya (gelaran) itu untuk meminta maaf dan menghalalkannya Minta ampun dan membaca istighfar dari perbuatan dosa- dosanya sebab itu termasuk dosa besar Bahkan Allah s.w.t. telah menggandingkan penyembahan berhala dengan buhtan didalam ayat yang berbunyi: "Faj tani'bur rijsa minal autsaan, waj tanibu qoulazzur. (Yang bermaksud): "Tinggalkan semua yang najis dari berhala- berhala itu dan tinggalkan juga kata-kata yang palsu tuduhan yang palsu. Dan tidak dianggap ghibah kecuali jika disebut nama perseorangan tetapi menghindari itu lebih baik." Seorang yang bernama Zahid membeli kapuk untuk isterinya, tiba-tiba isterinya berkata: "Penjual- penjual kepuk itu telah mengkianati kamu dalam kapuk itu." Maka Zahid segera menceraikan isterinya itu. Kemudian ditanya: "Mengapakah kau menceraikan isterimu?" Jawabnya: "Saya ini seorang yang sangat cemburu dan saya khuatir ia akan dituntut oleh semua penjual kapuk pada hari kiamat, lalu disebut-sebut isteri Fulan bin Fulan itu dituntut oleh penjual-penjual kapuk maka kerana itu segera saya ceraikannya."
Tiga macam cara yang tidak dianggap ghibah yang dosa iaitu: Menyebut kekejaman raja yang zalim Menyebut kerosakan akhlak orang yang terang-terangan berbuat dosa dimuka orang Menyebut kesalahan ahli bida'ah jika disebut faham madzhabnya Adapun bila menyebut badannya maka itu termasuk ghibah yang dosa. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sebutlah kejahatan orang lacur supaya orang lain berhati-hati daripadanya." Ghibah itu ada empat macam iaitu: Menyebabkan kufur (kafir) atau Munafiq atau Dosa atau Mubah berpahala Adapun yang menyebabkan kekufuran, maka iaitu ghibah terhadap seorang muslim dan ketika diperingatkan, ia berkata: " Ini bukan ghibah, sebab saya berkata sebenarnya. ", maka ini telah menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah s.w.t. dan siapa yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah s.w.t. maka hukumnya Kafir. Adapun yang bernama nifaq iaitu jika ghibah pada orang tetapi tidak disebut namanya didepan orang yang mengetahui bahawa ia menujukan kepada seseorang dan ia merasa bahawa ia berlagak wara' (menjauhi yang haram) maka ini nifaq. Adapun yang bernama maksiat ialah ghibah pada orang dan merasa bahawa itu memang haram dan maksiat. Adapun yang mubah: Jika ia ghibah pada seorang fasiq yang terang-terangan fasiqnya atau orang ahli bida'ah, maka ia akan mendapat pahala sebab oarng- orang lalu menghindarinya dan menyelamatkan diri daripadanya. Sebagaimana Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sebutlah kehajatan orang yang lacur supaya orang-orang berhati0hati daripadanya."
Abul Laits berkata: "Ayahku menceritakan: "Bahawa diantara para Nabi yang bukan Rasul itu ada yang menerima wahyu dalam impian dan ada yang hanya mendengar suara, maka ada Nabi yang menerima wahyu dengan mimpi itu, pada suatu malam ia bermimpi diperintahkan: "Jika engkau keluar diwaktu pagi maka pertama yang kau lihat (hadapi) maka makanlah, dan yang kedua sembunyikan dan yang ketiga terimalah dan keempat jangan kau putus harapannya dan yang kelima larilah daripadanya." Maka pada esok harinya yang dihadapinya ialah bukit hitam besar, maka ia terhenti bingung sambil berkata: "Aku diperintahkan makan apa yang aku hadapi ini." lalu ia sedar dan berkata: " Tuhan tidak menyuruhku sesuatu yang mustahil dan tidak dapat dilaksanakan." Maka ia berjalan menuju kebukit itu untuk memakannya dan ketika ia mendekat tiba-tiba bukit itu mengecil sehingga sebesar satu suap dan ketika dimakan terasa manis bagaikan madu, maka ia mengucapkan Alhamdulillah. Lalu berjalan lagi dan bertemu pula dengan mangkuk emas dan ia ingat ini harus disembunyikan, maka ia menggali lubang dan menanam emas itu dan ditinggalkannya, akan tetapi tiba-tiba mangkuk itu keluar dari dalam tanah lalu ditanam algi dan keluar lagi sehingga ketiga kali hal keadaan ini berlaku.
Maka dia berkata: "Saya telah melaksanakan perintah." maka ia terus berjalan dan tiba-tiba ada burung kecil sedang dikejar helang dan burung itu berkata: "Ya Nabiyallah, tolong aku." Lalu diterima dan dimasukkan dalam bajunya maka datang helang itu dan berkata: "Ya Nabiyallah, saya lapar sejak pagi dan saya mengejar buruanku itu, kerana itu jangan kau patahkan harapanku dan rezekiku." Nabi merasa yang keempat tidak boleh diputuskan harapannya tetapi ia bingung untuk menyelesaikannya, kemudian ia mengambil pisau dan memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada helang itu sehingga terbang. Lalu burung itu dilepaskan. Dan kelima ia melihat bangkai yang berbau, maka ia lari daripadanya. Maka pada malam hari ia berdoa: "Ya Tuhan, aku telah melaksanakan perintahMu, maka jelaskan bagiku semua itu." Maka ia bermimpi: " Bahawa yang pertama kau makan itu ialah amarah pada mulanya nampak sebesar bukit tetapi pada akhirnya jika sabar dan ditahan menjadi lebih manis dari madu. Kedua, amal perbuatan (budi) walaupun kau sembunyikan, maka ia tetap akan nampak Ketiga, jika diamanati orang, maka jangan kianat padanya Keempat, jika ada orang minta padamu maka usahakan untuk membantupadanya meskipun kepadamu sendiri berhajat Kelima, Ghibah, maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul untuk ghibah (mengumpat orang_
KEDAHSYATAN DAN KENGERIAN HARI KIAMAT
Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Aisyah r.a. berkata: "Saya tanya kepada Rasullullah s.a.w., Apakah yang cinta itu ingat pada kekasihnya pada hari kiamat?" Jawab Rasullullah s.a.w.: "Adapun ditiga tempat (masa) maka tidak ingat iaitu ketika ditimbang amal sehingga diketahui apakah ringan atau berat, ketika menerima lembaran catatan amal (suhuf) sehingga ia terima imma dari kanan atau dari kiri dan ketika keluar dari neraka ular naga lalu mengepung mereka dan berkata "Aku diserahi tiga macam: Orang mempersekutukan Allah s.w.t. dengan lain Tuhan, dan orang yang kejam, penentang, zalim dan orang yang tidak percaya pada hari kiamat (hisab), maka diringkus semua orang-orang yang tersebut itu lalu dilemparkan semuanya dalam neraka jahannam, dan diatas neraka jahannam itu ada jambatan yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sedang dikanan kirinya bantolan dan duri-duri, sedang orang-orang yang berjalan diatasnya ada yang bagaikan kilat, dan bagaikan angin kencang, maka ada yang selamat, dan ada yang luka terkena bantolan duri, dan ada yang terjerumus muka kedalam neraka." Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasullullah s.a.w. bersabda: "Diantara dua kali tiupan sangkakala itu jarak empat puluh tahun (Tiupan untuk mematikan dan membangkitkan semula).
Kemudian Allah s.w.t. menurunkan hujan air bagaikan mani orang lelaki, maka timbullah orang-orang mati bagaikan timbulnya tanaman (sayur- sayuran)." Abul-Laits juga telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasullullah s.a.w. bersabda: "Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah s.w.t. menjadikan sangkakala dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, maka ia meletakkannya dimulutnya melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintahkan." Saya bertanya: "Ya Rasullullah, apakah shur (sangkakala) itu?" Jawab Rasullullah s.a.w.: "Bagaikan tanduk dari cahaya." Saya bertanya lagi: "Bagaimana besarnya?" Rasullullah s.a.w. menjawab: "Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutuskanku sebagai Nabi s.a.w. besar bulatannya itu seluas langit dengan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali iaitu pertama Nafkhatul faza' (untuk menakutkan), Nafkhatus sa'aq (untuk mematikan) dan Nafkhatul ba'ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan)." Dalam riwayat Ka'ab hanya dua kali tiupan, iaitu mematikan dan membangkitkan. Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa yauma yunfakhu fafazi'a man fissamawati waman fil ardhi illa man sya Allah (Yang bermaksud) Dan pada hari ditiup sangkakala maka terkejut takut semua yang dilangit dan yang dibumi, kecuali yang dikehendaki oleh Allah. (Surah Annamel : 87) Dan pada saat itu tergoncangnya bumi, dan manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya dan yang meneteki lupa terhadap bayinya, dan anak-anak segera beruban dan syaitan-syaitan laknatullah berlarian.
Maka keadaan itu berlaku beberapa lama kemudian Allah s.w.t. menyuruh Israfil meniup sangkakala kedua. Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa nufikhafishshuri fasha'iqa man fissamawati waman fil ardhi illa man sya Allah. Tsumma nufikha fihi ukhra fa idza hum qiyamun yandhurun. (Yang bermaksud) Dan ketika ditiup sangkakala maka matilah semua yang dilangit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah, kemudian ditiup lagi, tiba-tiba mereka bangun dan melihat. (Surah Azzumar : 68) Mereka yang dikecualikan itu ialah roh orang- orang yang mati syahid, Jibrail, Mika'il, Israfil dan Hamalatul arsyi serta Malaikatmaut, sehingga ketika ditanya oleh Allah s.w.t: "Siapakah yang masih tinggal dari makhluk Ku?" Padahal Allah s.w.t. lebih mengetahui. Jawab Malaikatmaut: "Ya Tuhan, Engkau yang hidup, yang tidak mati, tinggal malaikat Jibril, Mika'il, Israfil, Hamalatul arsyi dan aku." Maka Allah s.w.t. menyuruh Malaikatmaut mencabut roh mereka.
Riwayat Muhammad bin Ka'ab dari seorang dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Kemudian Allah s.w.t. berfirman: "Harus mati Jibril, Mika'il, Israfil dan juga Hamalatul arsyi." Kemudian Allah s.w.t. bertanya: "Hai Malaikulmaut, siapakah yang masih tinggal dari makhluk Ku?" Jawab Malaikulmaut: "Engkau Dzat yang hidup yang tidak akan mati, tinggal hambamu yang lemah, Malikulmaut." Firman Allah s.w.t.: " Hai Malaikulmaut, tidakkah kau mendengar firman Ku: "kullu nafsin dza'iqatul maut. (Yang bererti) Tiap makhlukKu, Aku jadikan engkau untuk tugasmu itu, dan kini matilah engkau." Maka matilah Malaikulmaut diperintah mencabut nyawanya sendiri, maka ia sendiri, tiba-tiba ia menjerit, yang andaikata waktu itu makhluk lain masih hidup nescaya mereka semua akan mati kerana jeritan Malaikulmaut itu, lalu ia berkata: "Andaikan saya mengetahui bahawa pencabutan roh itu seberat ini nescaya aku akan lebih lunak ketika mencabut roh- roh orang mukmin." Kemudian matilah Malaikulmaut dan tiada tinggal satupun dari makhluk Allah s.w.t. Kemudian Allah s.w.t. berfirman kepada dunia yang rendah ini: "Dimanakah raja-raja dan putera-putera raja, dimanakah raksasa-raksasa dan putera-putera raksasa yang makan rezeki Ku tetapi menyembah lainKu." Kemudian Allah s.w.t. berfirman: "Limanil mulkil yaum? Lillahilwahidil qahhar." (Yang bermaksud) Siapakah yang mempunyai hak milik pada hari ini? . Pertanyaan ini tidak ada yang menjawab, maka Allah s.w.t. sendiri menjawab: "hanya bagi Allah yang tunggal dan memaksa segala sesuatu." Kemudian Allah s.w.t. menyuruh langit menurunkan hujan bagaikan air mani lelaki selama empat puluh hari, sehingga air telah mengenang diatas segala sesuatu setinggi hasta, maka Allah s.w.t. menumbuhkan makhluk bagaikan tumbuhnya sayur-sayuran sehingga sempurna kerangka badannya sebagaimana semula dahulu, kemudian Allah s.w.t. menyuruh (berseru): "Hiduplah hai Israfil dan Hamalatularsyi." Maka hiduplah mereka. Lalu Allah s.w.t. menyuruh Israfil meletakkan sangkakala dimulutnya, lalu Allah s.w.t. menyuruh Israfil meniupnya untuk membangkitkan, maka keluarlah roh-roh bagaikan lebah telah memenuhi angkasa antara langit dan bumi, lalu masuklah roh itu kedalam jasad didalam hidung, maka bumi mengeluarkan mereka. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Saya pertama orang yang keluar dari bumi." Dalam lain hadis: "Sesungguhnya Allah s.w.t. jika telah jika telah menghidupkan Malaikat Jibrail, Mika'il, Israfil, maka mereka pergi kekubur Nabi Muhammad s.a.w. membawa buraq dan perhiasan- perhiasan syurga, maka terbuka bumi untuk Baginda Rasulullah s.a.w. dan ketika melihat Jibril segera bertanya: "Ya Jibril, bagaimana ummatku? (Apakah yang diperbuat oleh Allah s.w.t. terhadap ummatku?) Jawab Jibril: "Terimalah khabar gembira, kerana kau pertama yang kuluar dari bumi." Kemudian Allah s.w.t. menyuruh Israfil meniup sangkakala, tiba-tiba serentak mereka bangkit melihat keadaan.
Abu Hurairah r.a meriwayatkan: "Maka keluarlah mereka dari kubur mereka dalam keadaan telanjang bulat, menuju kepada Tuhan mereka , kemudian berhenti disuatu tempat selama 70 tahun, Allah s.w.t. membiarkan mereka, tidak melihat atau memutuskan keadaan mereka, mereka menangis sehingga habis air mat, dan mengeluarkan darah dan peluh sehingga banjir sampai kemulut, kemusian mereka dipanggil ke Mahsyar, mereka keburu-buruan menuju panggilan itu, maka apabila telah berkumpul semua makhluk, jin, manusia dan lain-lainnya, tiba- tiba terdengar suara yang keras dari langit, maka terbuka langit dunia dan turun daripadanya sepenuh penduduk bumi dari para Malaikat, dan mereka langsung berbaris, lalu bertanya: "Apakah ada diantara kamu yang membawa perintah Tuhan untuk hidab?" Dijawab: "Tidak ada." Kemudian turun ahli langit kedua dan berbaris pula, kemudian turun prnduduk langit ketiga, dan seterusnya sampai langit ketujuh, masing-masing berlipat dari yang sebelumnya dan semua Malaikat itu melindungi penduduk bumi." Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Sesungguhnya Allah s.w.t. akan menyuruh langit dunia maka terbelah dan mengeluarkan semua Malaikat yang ada didalamnya, maka turun semuanya dan mengepung bumi dengan apa yang ada dibumi, kemudian langit kedua dengan isinya, kemudian yang ketiga dengan isinya, kemudian keempat dengan isinya, kemudian kelima dengan isinya, kemudian keenam dengan isinya sehinggalah merupakan tujuh barisan Malaikat, setengahnya dikepung oleh setangahnya, sehingga penduduk jika pergi kemana sahaja mereka mendapati tujuh berisan Malaikat itu seperti mana firman Allah s.w.t.: "Ya ma'syaral jinni wal insi inis tatha' tum an tanfudzu min aqtharissamawati wal ardhi fan fudzu la tanfudzuna illa bisulthan." (Yang bermaksud) "Hai para jin dan manusia jika kamu dapat menembus langit dan bumi, maka silakan menembusnya. Dan kamu tidak akan menembusnya kecuali dengan kekuatan." Firman Allah s.w.t. lagi: "Wayauma tasyaqqaqussama'u bil ghomami wanuzzilal malaikatu tanzila." (Yang bermaksud)
"Dan pada hari terbelahnya langit dengan awan, dan diturunkan para Malaikat dengan seketika." Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: Allah s.w.t. telah berfirman: "Hai para jin dan manusia, aku nasihatkan kepadamu, sesungguhnya yang tercatat dalam lebaran hanya amalmu sendiri, kerana itu siapa yang mendapatkan didalamnya kebaikan, hendaklah mengusapkan : Alhamdulillah dan siapa yang mendapat lain dari itu, maka jangan menyalahkan yang lain kecuali dirinya sendiri. Kemudian Allah menyuruh jahannam, maka keluar daripadanya binatang yang panjang mengkilat gelap lalu berkata-kata. Maka Allah berfirman: "Alam a'had ilaikum ya bani Adama alla ta'budusy syaithana innahu lakum aduwwun mubin. Wa ani'buduni hadza shiraatum mustaqim. Walaqad a adholla minkum jibilla katsiera afalam takuni ta'qilun. Hadzihi jahannamullati kuntum tu'aduun. Ish lauhal yauma bima kuntum takfurun. (Yang bermaksud) Tidak Aku telah berpesan kepadamu: Jangan menyembah syaitan, sesungguhnya ia musuhmu yang nyata-nyata. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus. Dan ia telah menyesatkan ummat-ummat yang banyak dari kamu. Apakah kamu tidak berakal (berfikir) dan menyedarinya. Inilah neraka jahannam yang telah diancamkan (Peringatan) kepadamu. Masuklah kamu kini, oleh sebab kekafiranmu." Maka pada saat itu bertekuk lutut tiap-tiap ummat, sebagaimana firman Allah s.w.t.: "Wa tara kulla ummatin jatsiyatan kullu ummatin tud'a ila kitabiha." (Yang bermaksud) Disini kamu melihat tiap-tiap ummat (orang) bertekuk lutut, tiap ummat dipanggil untuk menerima suratan amalnya." Lalu Allah s.w.t. memutuskan pada semua makhlukNya.
Dan antara binatang-binatang buas atau ternak, sehingga kambing- kambing yang tidak bertanduk diberi hak membalas kambing yang bertanduk, kemudian diperintahkan menjadi tanah semua binatang-binatang itu. Dan disaat itu orang kafir berkata: "Aduh sekiranya aku menjadi tanah." Kemudian Allah s.w.t. memutuskan antara semua hambaNya. Nafi' dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Manusia akan dibangkitkan kembali kepada Tuhan pada hari kiamat, sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat. Siti Aisyah berkata: "Laki perempuan berkumpul ya Rasullullah? Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Ya." Siti Aisyah berkata: "Alangkah malunya, kemaluanku dapat dilihat setengah pada setengahnya." Nabi Muhammad s.a.w. sambil memukul bahu Aisyah bersabda: "Hai puteri dari putera Abu Quhafah, kesibukan orang-orang pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu, orang-orang pada mengarahkan pandangan kelangit, berdiri selama empat puluh tahun tidak makan, tidak minum, ada yang berpeluh sampai tumit, sampai betis, sampai perut dan ada sampai mulut, kerana lamanya berhenti, kemudian berdiri para Malaikat mengelilingi arsy, lalu Allah s.w.t. menyuruh menyeruan nama fulan bin fulan, maka semua yang hadir melihat- lihat orangnya, lalu keluar prang itu untuk menghadapi Tuhan Rabbul A'alamin. Dan bila telah melihat Rabbul A'alamin dipanggil orang-orang yang pernah dianiaya oleh orang itu untuk diberikan dari hasanat kebaikannya kepada orang- orang yang teraniaya itu, kerana pada saat itu tidak ada pembayaran dengan mas, perak (dinar, dirham), maka orang- orang selalu menagih sehingga habis hasanatnya, maka diambilkan dari dosa-dosa orang-orang yang dianiaya itu untuk dipikulkan kepadanya, kemudian jika selesai semua maka diperintahkan: "Kembali ketempatmu dalam neraka hawiyah (jahannam) kerana pada hari ini tidak ada dhulum." (penganiyaan), sesungguhnya Allah amat segera perhitunganNya. Maka pada saat itu tidak ada seorang Malaikat yang muqarrab atau Nabi Rasul melainkan merasa bahawa tidak akan selamat, kecuali jika mendapat perlindungan Allah s.w.t." Mu'adz bin Jabal r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Laa tazulu qadamaa abdin hatta yus'ala an arba.
An umrihi fima afnaahu wa'an jasadihi fima ablaahu wa'an ilmihi ma amila bihi wa'an maalihi min aina iktasabahu wafima anfaqahu. (Yang bermaksud) Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga ditanya tentang empat: Umurnya digunakan apa sampai habis. Dan badannya dalam apa ia rosakkan. Dan ilmunya apa ia pergunakan (apakah diamalkan). Dan hertanya dari mana ia dapat dan kemana ia keluarkan. Ikrimah berkata: Seorang ayah akan memegang anaknya pada hari kiamat dan berkata: "Saya ayahmu ketika didunia." Maka anak itu memuji kebaikannya lalu ayah itu berkata: "Hai anak, kini saya berhajat kepada hasanatmu yang sekecil dzarrah, kalau-kalau saya dapat selamat dengan itu dari apa yang kau lihat ini." Jawab anaknya: "Saya juga takut dari apa yang kau takutkan itu kerana itu tidak dapat memberikan kepadamu sedikitpun." Lalu pergi kepada isterinya dan berkata kepadanya: "saya dahulu suamimu didunia." Maka dipuji oleh isterinya, lalu berkata: "Saya ini minta kepadamu satu hasanat, kalau-kalau saya boleh selamat dari apa yang kau lihat ini." Jawab isterinya: "saya juga takut dari itu terhadap diriku seperti engkau." Sepertimana firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wain tad'u muts qalatun ila himliha laa yuhmal minhu syai'un walaukaana dza qurba." (Yang bermaksud) "Dan orang keberatan pikulannya itu jika memanggil lain orang untuk memikulkan sebahagian tidak akan dipikulkan sedikitpun, meskipun yang dipanggil itu kerabat yang dekat." Ibn Mas'ud berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang berbunyi: "Innal kafir layul jamu biaroqihi walau ilaannar. (Yang bermaksud) Orang kafir akan tenggelam dalam peluhnya kerana lamanya hari itu sehingga ia berdoa: "Ya Tuhan, kasihanilah aku, meskipun masuk kedalam neraka." Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiada seorang nabi melainkan ia mempunyai doa yang mustajab, dan semuanya sudah menggunakan doa itu didunia, sedang saya masih menyimpan doa itu, untuk saya gunakan sebagau syafa'at bagi ummatku pada hari kiamat. Ingatlah bahawa sayalah yang terkemuka dari semua anak Adam dan itu bukan bangga, dan saya juga yang pertama bangkit dari bumi, juga bukan kerana bangga, dan panji Alhamd ditanganku pada hari kiamat yang dibawahnya ada Adam dan anak cucunya, juga tidak bangga dengan itu.
Pada kiamat kesukaran dan kerisauan manusia akan bertambah dahsyat sehingga mereka datang pada Nabi Adam a.s. dan berkta: "Hai Abulbasyar (Ayah dari semua manusia), berikan syafa'atmu (bantuanmu) bagi kami dengan minta Tuhan, supaya segera menyelesaikan kami ini. Jawab Adam: "Itu bukan bagian saya, saya telah diusir keluar dari syurga kerana dosaku, dan kini aku tidak memikirkan sesuatu kecuali diriku sendiri, lebih baik kamu pergi kepada Nuh a.s. kerana ia sebagai Nabi yang pertama. Maka mereka pergi kepada Nuh dan berkata: "Tolonglah kamu mintakan kepada Tuhan supaya lekas membebaskan kami." Jawab Nabi Nuh a.s.: "Bukan bagianku, saya telah mendoakan penduduk bumi sehingga tenggelam semuanya, dan kini tidak ada yang aku fikirkan kecuali diriku sendiri, tetapi kamu lebih baik pergi kepada Nabi Ibrahim a.s. Khalilullah. Maka pergilah mereka kepada Nabi Ibrahim a.s. dan berkata: "Tolonglah kami disisi Tuhan supaya segera memutuskan urusan kami." Jawab Nabi Ibrahim a.s: "Itu bukan urusanku sebab saya telah dusta tiga kali. Rasulullah s.a.w. bersabda: " keriga-tiganya itu kerana mempertahankan agama Allah iaitu ketika ia diajak keupacara kaumnya, lalu ia menyatakan: "Inni saqiem (Sesungguhnya saya sakit), kali kedua ketika berkata: "Bal fa'alahu kabiruhum hadza." (Yang bermaksud) "Bahwa yang merosakkan berhala-berhala ini hanya ini lah yang terbesar dan kali ketiga ketika isterinya akan diganggu oleh Raja yang zalim, lalu ia berkata: "ini saudaraku." kerana itu kini tidak ada sesuatu yang merisaukan hatiku kecuali bagaimana nasibku, tetapi kamu pergi kepada Musa a.s sebagai Kalimullah yang langsung mendengar firman-firman Allah. Maka mereka langsung pergi kepada Nabi Musa a.s. dan berkata: "Tolonglah kami, gunakan syufa'atmu untuk mengadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini." Jawab Nabi Musa a.s.: "Itu bukan urusanku, saya pernah membunuh orang tanpa hak, dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi kamu pergi kepada Nabi Isa a.s. Ruhullah dan Kalimatullah.
" Maka segera mereka pergi kepada Nabi Isa a.s dan berkata: "Berilah jasa syafa'atmu. mintalah kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini." Jawabnya: "Saya telah diangkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, dan kini tidak ada sesuatu yang merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkus dan ditutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak dibuka penutupnya?" jawab mereka: "Tidak.' Maka ia berkata: "Sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w. itu penutup dari semua nabi-nabi, dan Allah telah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya.Maka datanglah orang-orang itu kepadaku, lalu saya jawab kepada mereka: "Baiklah, sayalah yang akan membantu sehingga Allah mengizinkan bagi siapa yang dikehendakinya dan diredhainya, maka tinggal sekehendak Allah." Kemudian bila Allah hendak menyelesaikan makhlukNya, maka ada seruan: "Dimanakah Muhammad dan ummat-ummatnya?" Maka kamilah yang terakhir didunia, dan yang pertama-tama hisabnya pada hari kiamat. Lalu aku berdiri bersama ummat- ummatku, maka ummat-ummat itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara, hampir saja ummat ini semuanya merupakan nabi-nabi, kemudian aku maju kepintu syurga dan mengetukmnya, lalu ditanya: "Siapakah itu?" Jawabku: "Nabi Muhammad Rasullullah." Lalu dibukakan dan segera aku masuk dan bersujud kepada Tuhan serta memuja muji kepada Tuhan dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seorang pun sebelumku, kemudian aku diperintah: Irfa' ra'saka wa qul yusina' wasai tu'tha, wasy fa tusyaffa." (Yang bermaksud) Angkatlah kepalamu, dan katakan akan didengar, dan mintalah akan diberikan syafa'atmu akan diterima." . M
aka saya memberikan syafa'atku pada orang-orang yang didalam hatinya ada seberat semut (dzarrah) atau jagung dari iman keyakinan disamping syahadat an la ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah." Umar bin Alkhoththob r.a. ketika masuk kemasjid bertemu dengan Ka'bul Ahbar sedang memberikan nasihat pada orang ramai, maka Umar berkata kepadanya: "Berilah kami nasihat dan cerita- cerita yang dapat menambahkan takut kepada Allah s.w.t." Maka Ka'bul Ahbar berkata: "Sesungguhnya ada Malaikat- malaikat yang dijadikan oleh Allah s.w.t. berdiri tegak tidak pernah membongkokkan punggung mereka, dan yang lain sujud tidak pernah mengangkat kepalanya sehingga ditiup sangkakala, dan mereka bertasbih: Subhanakallahumma wabihamdika ma abadnaaka haqqa ibadatia wa haqqa ma yanbaghi laka an tu'bada.
(Yang bermaksud) Maha suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, kami tidak dapat beribadat kepada Mu sepenuh ibadat yang layak kepadaMu, yang layak bagiMu untuk disembah. Demi Allah yang jiwaku ada ditangannya, neraka jahannam akan diperdekatkan pada hari kiamat lalu bergemuruh dan bila telah dekat ia bergemuruh dengan satu suara dan disaat itu tidak ada seorang nabi atau orang yang mati syahid melainkan ia bertekuk lutut jatuh, maka tiap nabi, syahid atau siddiq hanya berdoa: "Ya Allah, saya tidak minta kecuali keselamatan diriku sehingga nabi Ibrahim lupa pada Ismail dan Ishak sambil berkata: "Ya Tuhan, aku khalilullah Ibrahim, dan pada saat itu andaikan engkau, hai putera Khoththob mempunyai seperti amal tujuh puluh nabi, nescaya kau mengira bahawa dirimu tidak akan selamat." Maka menangislah semua yang hadir. Ketika Umar melihat keadaan itu, lalu Umar berkata: "Hai Ka'ab, berikan kepada kami khabar yang menggembirakan." Maka berkata Ka'ab: Sesungguhnya bagi Allah s.w.t. ada 313 syari'ah, tidak seorang yang menghadap kepada Allah s.w.t. dengan salah satu syari'at itu asal disertai dengan Khalimah laa ilaha illallah melainkan pasti dimasukkan oleh Allah s.w.t kedalam syurga demi Allah, andaikan kamu tahu besarnya rahmat Allah s.w.t., nescaya kamu malas beramal.
Hai saudara-saudara, bersiap-siaplah menghadapi hari kiamat itu dengan amal yang soleh, dan menjauhi ma'siyat sebab tidal lama kau akan menghadapi kiamat dan menyesal tihadap masa hidupmu yang terbuang sia-sia, ketahuilah bahawa bila kau mati bererti telah tiba hari kaimatmu, sebagaimana kata Almughirah bin Syu'bah: "Kamu menantikan hari kiamat, padahal kiamatmu ialah saat kematianmu." Alqomah bin Qays ketika hadir janazah lalu ia berdiri diatas kubur dan berkata: "Adapun hamba ini maka telah tiba kiamatnya, sebab seorang mati maka melihat segala persoalan hari kiamat, iaitu syurga, neraka dan Malaikat, dan ia tidak dapat berbuat suatu amal, maka ia bagaikan seorang yang berada pada hari kiamat, dan ia akan bangkit pada hari kiamat menurut keadaannya disaat matinya, maka sesungguhnya untung siapa yang penghabisan amalnya kebaikan."
Abu Bakar Alwaasithi berkata: Keuntungan yang besar itu dalam tiga perkara iaitu hidup, mati dan kiamat. Adapun keuntungan hidup iaitu bila digunakan dalam taat kepada Allah s.w.t, dan keuntungan mati bila ia mati dalam khalimat Syahadat iaitu Laailaha illallah dan keuntungan hari kiamat bila bangkit dari kubur disambut dengan berita bahawa syurga tersedia untuknya." Yahya bin Mu'adz Arrazi ketika dibacakan dimajlisnya ayat yang berbunyi: "Yauma nahsyurul muttqina ilarrahmani. Wa nasuqul mujrimina ila jahannama wirda." (Yang bermaksud) "Pada hari kiamat itu Kami akan menghantar orang yang taqwa menghadap Arahman (Allah s.w.t.) berkenderaan, sedang orang-orang yang durhaka Kami iring keneraka berjalan kaki dan merasa haus." Lalu ia berkata: "Tenang-tenanglah hai manusia, kamu kelak akan dihadapkan kepada Allah s.w.t. berduyun- duyun, dan menghadap pada Allah s.w.t. satu persatu, dan akan ditanya semua amalmu secara terperinci kalimat demi kalimat, sedang para wali dihantar menghdap pada Allah s.w.t. berkenderaan, dan orang- orang yang durhaka didorong keneraka jahannam berbondong-bondong, dan semua akan terjadi bila bumi telah dilenyapkan, dan tiba Tuhanmu sedang Malaikat berbaris-baris, dan dihidangkan jahannam sebagai ancaman.
Saudara-saudaraku, berhati- hatilah kamu dari kengerian sehari yang perkiraannya sama dengan lima puluh ribu tahun (didunia), hari yang mengetarkan, duka cita dan menyesal., itulah hari yang besar, hari bangkitnya semua manusia untuk menghadap kepada Rabbul Alamien, hari perhitungan dan pertimbangan dan pertanyaan, hari kegoncangan, yang pasti, yang menakutkan, hari kebangkitan, hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang telah dilakukannya. Hari dimana semua manusia dalam berbagai bentuk akan melihat amal perbuatannya, hari dimana wajah manusia putih berseri-seri dan lain wajah hitam, hari dimana seseorang tidak dapat menolong kerana lainnya, dan tidak berguna segala tipu daya, hari dimana seorang ayah tidak dapat membantu anaknya sedikit pun, hari dimana bahayanya bertebaran meluas, hari dimana tidak diterima uzur orang-orang yang zalim dan tetap mereka mendapat kutukan (laknat) serta siksa yang keji, pada hari dimana tiap manusia harus mempertahankan dirinya sendiri, pada hari dimana tiap ibu akan lalai terhadap bayi yang disusuinya, bahkan tiap ibu yang mengandung akan menggugurkan kandungannya dan orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk kerana minum arak, hanya kerana ngerinya siksaan Allah s.w.t. yang sangat keras." Muqatil bin Sulaiman berkata: "Makhluk akan berdiri menanti pada hari kiamat selama seratus tahun, tenggelam dalam peluhnya sendiri dan seratus tahun dalam kegelapan mereka bingung sedang seratus tahun lagi sibuk bagaikan gelombang mengajukan tuntutan kepada Tuhan.
Sesungguhnya hari kiamat itu sekira lima ribu tahun, tetapi bagi seorang mukmin yang ikhlas bagaikan sesaat, kerana itu wahai orang yang sihat akal hendaklah sabar terhadap penderitaan dunia dalam melaksanakan taat kepada Allah s.w.t. untuk memudahkan bagimu segala kesukaran- kesukaran hari kiamat."
Kemudian Allah s.w.t. menurunkan hujan air bagaikan mani orang lelaki, maka timbullah orang-orang mati bagaikan timbulnya tanaman (sayur- sayuran)." Abul-Laits juga telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasullullah s.a.w. bersabda: "Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah s.w.t. menjadikan sangkakala dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, maka ia meletakkannya dimulutnya melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintahkan." Saya bertanya: "Ya Rasullullah, apakah shur (sangkakala) itu?" Jawab Rasullullah s.a.w.: "Bagaikan tanduk dari cahaya." Saya bertanya lagi: "Bagaimana besarnya?" Rasullullah s.a.w. menjawab: "Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutuskanku sebagai Nabi s.a.w. besar bulatannya itu seluas langit dengan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali iaitu pertama Nafkhatul faza' (untuk menakutkan), Nafkhatus sa'aq (untuk mematikan) dan Nafkhatul ba'ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan)." Dalam riwayat Ka'ab hanya dua kali tiupan, iaitu mematikan dan membangkitkan. Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa yauma yunfakhu fafazi'a man fissamawati waman fil ardhi illa man sya Allah (Yang bermaksud) Dan pada hari ditiup sangkakala maka terkejut takut semua yang dilangit dan yang dibumi, kecuali yang dikehendaki oleh Allah. (Surah Annamel : 87) Dan pada saat itu tergoncangnya bumi, dan manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya dan yang meneteki lupa terhadap bayinya, dan anak-anak segera beruban dan syaitan-syaitan laknatullah berlarian.
Maka keadaan itu berlaku beberapa lama kemudian Allah s.w.t. menyuruh Israfil meniup sangkakala kedua. Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa nufikhafishshuri fasha'iqa man fissamawati waman fil ardhi illa man sya Allah. Tsumma nufikha fihi ukhra fa idza hum qiyamun yandhurun. (Yang bermaksud) Dan ketika ditiup sangkakala maka matilah semua yang dilangit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah, kemudian ditiup lagi, tiba-tiba mereka bangun dan melihat. (Surah Azzumar : 68) Mereka yang dikecualikan itu ialah roh orang- orang yang mati syahid, Jibrail, Mika'il, Israfil dan Hamalatul arsyi serta Malaikatmaut, sehingga ketika ditanya oleh Allah s.w.t: "Siapakah yang masih tinggal dari makhluk Ku?" Padahal Allah s.w.t. lebih mengetahui. Jawab Malaikatmaut: "Ya Tuhan, Engkau yang hidup, yang tidak mati, tinggal malaikat Jibril, Mika'il, Israfil, Hamalatul arsyi dan aku." Maka Allah s.w.t. menyuruh Malaikatmaut mencabut roh mereka.
Riwayat Muhammad bin Ka'ab dari seorang dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Kemudian Allah s.w.t. berfirman: "Harus mati Jibril, Mika'il, Israfil dan juga Hamalatul arsyi." Kemudian Allah s.w.t. bertanya: "Hai Malaikulmaut, siapakah yang masih tinggal dari makhluk Ku?" Jawab Malaikulmaut: "Engkau Dzat yang hidup yang tidak akan mati, tinggal hambamu yang lemah, Malikulmaut." Firman Allah s.w.t.: " Hai Malaikulmaut, tidakkah kau mendengar firman Ku: "kullu nafsin dza'iqatul maut. (Yang bererti) Tiap makhlukKu, Aku jadikan engkau untuk tugasmu itu, dan kini matilah engkau." Maka matilah Malaikulmaut diperintah mencabut nyawanya sendiri, maka ia sendiri, tiba-tiba ia menjerit, yang andaikata waktu itu makhluk lain masih hidup nescaya mereka semua akan mati kerana jeritan Malaikulmaut itu, lalu ia berkata: "Andaikan saya mengetahui bahawa pencabutan roh itu seberat ini nescaya aku akan lebih lunak ketika mencabut roh- roh orang mukmin." Kemudian matilah Malaikulmaut dan tiada tinggal satupun dari makhluk Allah s.w.t. Kemudian Allah s.w.t. berfirman kepada dunia yang rendah ini: "Dimanakah raja-raja dan putera-putera raja, dimanakah raksasa-raksasa dan putera-putera raksasa yang makan rezeki Ku tetapi menyembah lainKu." Kemudian Allah s.w.t. berfirman: "Limanil mulkil yaum? Lillahilwahidil qahhar." (Yang bermaksud) Siapakah yang mempunyai hak milik pada hari ini? . Pertanyaan ini tidak ada yang menjawab, maka Allah s.w.t. sendiri menjawab: "hanya bagi Allah yang tunggal dan memaksa segala sesuatu." Kemudian Allah s.w.t. menyuruh langit menurunkan hujan bagaikan air mani lelaki selama empat puluh hari, sehingga air telah mengenang diatas segala sesuatu setinggi hasta, maka Allah s.w.t. menumbuhkan makhluk bagaikan tumbuhnya sayur-sayuran sehingga sempurna kerangka badannya sebagaimana semula dahulu, kemudian Allah s.w.t. menyuruh (berseru): "Hiduplah hai Israfil dan Hamalatularsyi." Maka hiduplah mereka. Lalu Allah s.w.t. menyuruh Israfil meletakkan sangkakala dimulutnya, lalu Allah s.w.t. menyuruh Israfil meniupnya untuk membangkitkan, maka keluarlah roh-roh bagaikan lebah telah memenuhi angkasa antara langit dan bumi, lalu masuklah roh itu kedalam jasad didalam hidung, maka bumi mengeluarkan mereka. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Saya pertama orang yang keluar dari bumi." Dalam lain hadis: "Sesungguhnya Allah s.w.t. jika telah jika telah menghidupkan Malaikat Jibrail, Mika'il, Israfil, maka mereka pergi kekubur Nabi Muhammad s.a.w. membawa buraq dan perhiasan- perhiasan syurga, maka terbuka bumi untuk Baginda Rasulullah s.a.w. dan ketika melihat Jibril segera bertanya: "Ya Jibril, bagaimana ummatku? (Apakah yang diperbuat oleh Allah s.w.t. terhadap ummatku?) Jawab Jibril: "Terimalah khabar gembira, kerana kau pertama yang kuluar dari bumi." Kemudian Allah s.w.t. menyuruh Israfil meniup sangkakala, tiba-tiba serentak mereka bangkit melihat keadaan.
Abu Hurairah r.a meriwayatkan: "Maka keluarlah mereka dari kubur mereka dalam keadaan telanjang bulat, menuju kepada Tuhan mereka , kemudian berhenti disuatu tempat selama 70 tahun, Allah s.w.t. membiarkan mereka, tidak melihat atau memutuskan keadaan mereka, mereka menangis sehingga habis air mat, dan mengeluarkan darah dan peluh sehingga banjir sampai kemulut, kemusian mereka dipanggil ke Mahsyar, mereka keburu-buruan menuju panggilan itu, maka apabila telah berkumpul semua makhluk, jin, manusia dan lain-lainnya, tiba- tiba terdengar suara yang keras dari langit, maka terbuka langit dunia dan turun daripadanya sepenuh penduduk bumi dari para Malaikat, dan mereka langsung berbaris, lalu bertanya: "Apakah ada diantara kamu yang membawa perintah Tuhan untuk hidab?" Dijawab: "Tidak ada." Kemudian turun ahli langit kedua dan berbaris pula, kemudian turun prnduduk langit ketiga, dan seterusnya sampai langit ketujuh, masing-masing berlipat dari yang sebelumnya dan semua Malaikat itu melindungi penduduk bumi." Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Sesungguhnya Allah s.w.t. akan menyuruh langit dunia maka terbelah dan mengeluarkan semua Malaikat yang ada didalamnya, maka turun semuanya dan mengepung bumi dengan apa yang ada dibumi, kemudian langit kedua dengan isinya, kemudian yang ketiga dengan isinya, kemudian keempat dengan isinya, kemudian kelima dengan isinya, kemudian keenam dengan isinya sehinggalah merupakan tujuh barisan Malaikat, setengahnya dikepung oleh setangahnya, sehingga penduduk jika pergi kemana sahaja mereka mendapati tujuh berisan Malaikat itu seperti mana firman Allah s.w.t.: "Ya ma'syaral jinni wal insi inis tatha' tum an tanfudzu min aqtharissamawati wal ardhi fan fudzu la tanfudzuna illa bisulthan." (Yang bermaksud) "Hai para jin dan manusia jika kamu dapat menembus langit dan bumi, maka silakan menembusnya. Dan kamu tidak akan menembusnya kecuali dengan kekuatan." Firman Allah s.w.t. lagi: "Wayauma tasyaqqaqussama'u bil ghomami wanuzzilal malaikatu tanzila." (Yang bermaksud)
"Dan pada hari terbelahnya langit dengan awan, dan diturunkan para Malaikat dengan seketika." Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: Allah s.w.t. telah berfirman: "Hai para jin dan manusia, aku nasihatkan kepadamu, sesungguhnya yang tercatat dalam lebaran hanya amalmu sendiri, kerana itu siapa yang mendapatkan didalamnya kebaikan, hendaklah mengusapkan : Alhamdulillah dan siapa yang mendapat lain dari itu, maka jangan menyalahkan yang lain kecuali dirinya sendiri. Kemudian Allah menyuruh jahannam, maka keluar daripadanya binatang yang panjang mengkilat gelap lalu berkata-kata. Maka Allah berfirman: "Alam a'had ilaikum ya bani Adama alla ta'budusy syaithana innahu lakum aduwwun mubin. Wa ani'buduni hadza shiraatum mustaqim. Walaqad a adholla minkum jibilla katsiera afalam takuni ta'qilun. Hadzihi jahannamullati kuntum tu'aduun. Ish lauhal yauma bima kuntum takfurun. (Yang bermaksud) Tidak Aku telah berpesan kepadamu: Jangan menyembah syaitan, sesungguhnya ia musuhmu yang nyata-nyata. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus. Dan ia telah menyesatkan ummat-ummat yang banyak dari kamu. Apakah kamu tidak berakal (berfikir) dan menyedarinya. Inilah neraka jahannam yang telah diancamkan (Peringatan) kepadamu. Masuklah kamu kini, oleh sebab kekafiranmu." Maka pada saat itu bertekuk lutut tiap-tiap ummat, sebagaimana firman Allah s.w.t.: "Wa tara kulla ummatin jatsiyatan kullu ummatin tud'a ila kitabiha." (Yang bermaksud) Disini kamu melihat tiap-tiap ummat (orang) bertekuk lutut, tiap ummat dipanggil untuk menerima suratan amalnya." Lalu Allah s.w.t. memutuskan pada semua makhlukNya.
Dan antara binatang-binatang buas atau ternak, sehingga kambing- kambing yang tidak bertanduk diberi hak membalas kambing yang bertanduk, kemudian diperintahkan menjadi tanah semua binatang-binatang itu. Dan disaat itu orang kafir berkata: "Aduh sekiranya aku menjadi tanah." Kemudian Allah s.w.t. memutuskan antara semua hambaNya. Nafi' dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Manusia akan dibangkitkan kembali kepada Tuhan pada hari kiamat, sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat. Siti Aisyah berkata: "Laki perempuan berkumpul ya Rasullullah? Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Ya." Siti Aisyah berkata: "Alangkah malunya, kemaluanku dapat dilihat setengah pada setengahnya." Nabi Muhammad s.a.w. sambil memukul bahu Aisyah bersabda: "Hai puteri dari putera Abu Quhafah, kesibukan orang-orang pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu, orang-orang pada mengarahkan pandangan kelangit, berdiri selama empat puluh tahun tidak makan, tidak minum, ada yang berpeluh sampai tumit, sampai betis, sampai perut dan ada sampai mulut, kerana lamanya berhenti, kemudian berdiri para Malaikat mengelilingi arsy, lalu Allah s.w.t. menyuruh menyeruan nama fulan bin fulan, maka semua yang hadir melihat- lihat orangnya, lalu keluar prang itu untuk menghadapi Tuhan Rabbul A'alamin. Dan bila telah melihat Rabbul A'alamin dipanggil orang-orang yang pernah dianiaya oleh orang itu untuk diberikan dari hasanat kebaikannya kepada orang- orang yang teraniaya itu, kerana pada saat itu tidak ada pembayaran dengan mas, perak (dinar, dirham), maka orang- orang selalu menagih sehingga habis hasanatnya, maka diambilkan dari dosa-dosa orang-orang yang dianiaya itu untuk dipikulkan kepadanya, kemudian jika selesai semua maka diperintahkan: "Kembali ketempatmu dalam neraka hawiyah (jahannam) kerana pada hari ini tidak ada dhulum." (penganiyaan), sesungguhnya Allah amat segera perhitunganNya. Maka pada saat itu tidak ada seorang Malaikat yang muqarrab atau Nabi Rasul melainkan merasa bahawa tidak akan selamat, kecuali jika mendapat perlindungan Allah s.w.t." Mu'adz bin Jabal r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Laa tazulu qadamaa abdin hatta yus'ala an arba.
An umrihi fima afnaahu wa'an jasadihi fima ablaahu wa'an ilmihi ma amila bihi wa'an maalihi min aina iktasabahu wafima anfaqahu. (Yang bermaksud) Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga ditanya tentang empat: Umurnya digunakan apa sampai habis. Dan badannya dalam apa ia rosakkan. Dan ilmunya apa ia pergunakan (apakah diamalkan). Dan hertanya dari mana ia dapat dan kemana ia keluarkan. Ikrimah berkata: Seorang ayah akan memegang anaknya pada hari kiamat dan berkata: "Saya ayahmu ketika didunia." Maka anak itu memuji kebaikannya lalu ayah itu berkata: "Hai anak, kini saya berhajat kepada hasanatmu yang sekecil dzarrah, kalau-kalau saya dapat selamat dengan itu dari apa yang kau lihat ini." Jawab anaknya: "Saya juga takut dari apa yang kau takutkan itu kerana itu tidak dapat memberikan kepadamu sedikitpun." Lalu pergi kepada isterinya dan berkata kepadanya: "saya dahulu suamimu didunia." Maka dipuji oleh isterinya, lalu berkata: "Saya ini minta kepadamu satu hasanat, kalau-kalau saya boleh selamat dari apa yang kau lihat ini." Jawab isterinya: "saya juga takut dari itu terhadap diriku seperti engkau." Sepertimana firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wain tad'u muts qalatun ila himliha laa yuhmal minhu syai'un walaukaana dza qurba." (Yang bermaksud) "Dan orang keberatan pikulannya itu jika memanggil lain orang untuk memikulkan sebahagian tidak akan dipikulkan sedikitpun, meskipun yang dipanggil itu kerabat yang dekat." Ibn Mas'ud berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang berbunyi: "Innal kafir layul jamu biaroqihi walau ilaannar. (Yang bermaksud) Orang kafir akan tenggelam dalam peluhnya kerana lamanya hari itu sehingga ia berdoa: "Ya Tuhan, kasihanilah aku, meskipun masuk kedalam neraka." Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiada seorang nabi melainkan ia mempunyai doa yang mustajab, dan semuanya sudah menggunakan doa itu didunia, sedang saya masih menyimpan doa itu, untuk saya gunakan sebagau syafa'at bagi ummatku pada hari kiamat. Ingatlah bahawa sayalah yang terkemuka dari semua anak Adam dan itu bukan bangga, dan saya juga yang pertama bangkit dari bumi, juga bukan kerana bangga, dan panji Alhamd ditanganku pada hari kiamat yang dibawahnya ada Adam dan anak cucunya, juga tidak bangga dengan itu.
Pada kiamat kesukaran dan kerisauan manusia akan bertambah dahsyat sehingga mereka datang pada Nabi Adam a.s. dan berkta: "Hai Abulbasyar (Ayah dari semua manusia), berikan syafa'atmu (bantuanmu) bagi kami dengan minta Tuhan, supaya segera menyelesaikan kami ini. Jawab Adam: "Itu bukan bagian saya, saya telah diusir keluar dari syurga kerana dosaku, dan kini aku tidak memikirkan sesuatu kecuali diriku sendiri, lebih baik kamu pergi kepada Nuh a.s. kerana ia sebagai Nabi yang pertama. Maka mereka pergi kepada Nuh dan berkata: "Tolonglah kamu mintakan kepada Tuhan supaya lekas membebaskan kami." Jawab Nabi Nuh a.s.: "Bukan bagianku, saya telah mendoakan penduduk bumi sehingga tenggelam semuanya, dan kini tidak ada yang aku fikirkan kecuali diriku sendiri, tetapi kamu lebih baik pergi kepada Nabi Ibrahim a.s. Khalilullah. Maka pergilah mereka kepada Nabi Ibrahim a.s. dan berkata: "Tolonglah kami disisi Tuhan supaya segera memutuskan urusan kami." Jawab Nabi Ibrahim a.s: "Itu bukan urusanku sebab saya telah dusta tiga kali. Rasulullah s.a.w. bersabda: " keriga-tiganya itu kerana mempertahankan agama Allah iaitu ketika ia diajak keupacara kaumnya, lalu ia menyatakan: "Inni saqiem (Sesungguhnya saya sakit), kali kedua ketika berkata: "Bal fa'alahu kabiruhum hadza." (Yang bermaksud) "Bahwa yang merosakkan berhala-berhala ini hanya ini lah yang terbesar dan kali ketiga ketika isterinya akan diganggu oleh Raja yang zalim, lalu ia berkata: "ini saudaraku." kerana itu kini tidak ada sesuatu yang merisaukan hatiku kecuali bagaimana nasibku, tetapi kamu pergi kepada Musa a.s sebagai Kalimullah yang langsung mendengar firman-firman Allah. Maka mereka langsung pergi kepada Nabi Musa a.s. dan berkata: "Tolonglah kami, gunakan syufa'atmu untuk mengadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini." Jawab Nabi Musa a.s.: "Itu bukan urusanku, saya pernah membunuh orang tanpa hak, dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi kamu pergi kepada Nabi Isa a.s. Ruhullah dan Kalimatullah.
" Maka segera mereka pergi kepada Nabi Isa a.s dan berkata: "Berilah jasa syafa'atmu. mintalah kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini." Jawabnya: "Saya telah diangkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, dan kini tidak ada sesuatu yang merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkus dan ditutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak dibuka penutupnya?" jawab mereka: "Tidak.' Maka ia berkata: "Sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w. itu penutup dari semua nabi-nabi, dan Allah telah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya.Maka datanglah orang-orang itu kepadaku, lalu saya jawab kepada mereka: "Baiklah, sayalah yang akan membantu sehingga Allah mengizinkan bagi siapa yang dikehendakinya dan diredhainya, maka tinggal sekehendak Allah." Kemudian bila Allah hendak menyelesaikan makhlukNya, maka ada seruan: "Dimanakah Muhammad dan ummat-ummatnya?" Maka kamilah yang terakhir didunia, dan yang pertama-tama hisabnya pada hari kiamat. Lalu aku berdiri bersama ummat- ummatku, maka ummat-ummat itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara, hampir saja ummat ini semuanya merupakan nabi-nabi, kemudian aku maju kepintu syurga dan mengetukmnya, lalu ditanya: "Siapakah itu?" Jawabku: "Nabi Muhammad Rasullullah." Lalu dibukakan dan segera aku masuk dan bersujud kepada Tuhan serta memuja muji kepada Tuhan dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seorang pun sebelumku, kemudian aku diperintah: Irfa' ra'saka wa qul yusina' wasai tu'tha, wasy fa tusyaffa." (Yang bermaksud) Angkatlah kepalamu, dan katakan akan didengar, dan mintalah akan diberikan syafa'atmu akan diterima." . M
aka saya memberikan syafa'atku pada orang-orang yang didalam hatinya ada seberat semut (dzarrah) atau jagung dari iman keyakinan disamping syahadat an la ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah." Umar bin Alkhoththob r.a. ketika masuk kemasjid bertemu dengan Ka'bul Ahbar sedang memberikan nasihat pada orang ramai, maka Umar berkata kepadanya: "Berilah kami nasihat dan cerita- cerita yang dapat menambahkan takut kepada Allah s.w.t." Maka Ka'bul Ahbar berkata: "Sesungguhnya ada Malaikat- malaikat yang dijadikan oleh Allah s.w.t. berdiri tegak tidak pernah membongkokkan punggung mereka, dan yang lain sujud tidak pernah mengangkat kepalanya sehingga ditiup sangkakala, dan mereka bertasbih: Subhanakallahumma wabihamdika ma abadnaaka haqqa ibadatia wa haqqa ma yanbaghi laka an tu'bada.
(Yang bermaksud) Maha suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, kami tidak dapat beribadat kepada Mu sepenuh ibadat yang layak kepadaMu, yang layak bagiMu untuk disembah. Demi Allah yang jiwaku ada ditangannya, neraka jahannam akan diperdekatkan pada hari kiamat lalu bergemuruh dan bila telah dekat ia bergemuruh dengan satu suara dan disaat itu tidak ada seorang nabi atau orang yang mati syahid melainkan ia bertekuk lutut jatuh, maka tiap nabi, syahid atau siddiq hanya berdoa: "Ya Allah, saya tidak minta kecuali keselamatan diriku sehingga nabi Ibrahim lupa pada Ismail dan Ishak sambil berkata: "Ya Tuhan, aku khalilullah Ibrahim, dan pada saat itu andaikan engkau, hai putera Khoththob mempunyai seperti amal tujuh puluh nabi, nescaya kau mengira bahawa dirimu tidak akan selamat." Maka menangislah semua yang hadir. Ketika Umar melihat keadaan itu, lalu Umar berkata: "Hai Ka'ab, berikan kepada kami khabar yang menggembirakan." Maka berkata Ka'ab: Sesungguhnya bagi Allah s.w.t. ada 313 syari'ah, tidak seorang yang menghadap kepada Allah s.w.t. dengan salah satu syari'at itu asal disertai dengan Khalimah laa ilaha illallah melainkan pasti dimasukkan oleh Allah s.w.t kedalam syurga demi Allah, andaikan kamu tahu besarnya rahmat Allah s.w.t., nescaya kamu malas beramal.
Hai saudara-saudara, bersiap-siaplah menghadapi hari kiamat itu dengan amal yang soleh, dan menjauhi ma'siyat sebab tidal lama kau akan menghadapi kiamat dan menyesal tihadap masa hidupmu yang terbuang sia-sia, ketahuilah bahawa bila kau mati bererti telah tiba hari kaimatmu, sebagaimana kata Almughirah bin Syu'bah: "Kamu menantikan hari kiamat, padahal kiamatmu ialah saat kematianmu." Alqomah bin Qays ketika hadir janazah lalu ia berdiri diatas kubur dan berkata: "Adapun hamba ini maka telah tiba kiamatnya, sebab seorang mati maka melihat segala persoalan hari kiamat, iaitu syurga, neraka dan Malaikat, dan ia tidak dapat berbuat suatu amal, maka ia bagaikan seorang yang berada pada hari kiamat, dan ia akan bangkit pada hari kiamat menurut keadaannya disaat matinya, maka sesungguhnya untung siapa yang penghabisan amalnya kebaikan."
Abu Bakar Alwaasithi berkata: Keuntungan yang besar itu dalam tiga perkara iaitu hidup, mati dan kiamat. Adapun keuntungan hidup iaitu bila digunakan dalam taat kepada Allah s.w.t, dan keuntungan mati bila ia mati dalam khalimat Syahadat iaitu Laailaha illallah dan keuntungan hari kiamat bila bangkit dari kubur disambut dengan berita bahawa syurga tersedia untuknya." Yahya bin Mu'adz Arrazi ketika dibacakan dimajlisnya ayat yang berbunyi: "Yauma nahsyurul muttqina ilarrahmani. Wa nasuqul mujrimina ila jahannama wirda." (Yang bermaksud) "Pada hari kiamat itu Kami akan menghantar orang yang taqwa menghadap Arahman (Allah s.w.t.) berkenderaan, sedang orang-orang yang durhaka Kami iring keneraka berjalan kaki dan merasa haus." Lalu ia berkata: "Tenang-tenanglah hai manusia, kamu kelak akan dihadapkan kepada Allah s.w.t. berduyun- duyun, dan menghadap pada Allah s.w.t. satu persatu, dan akan ditanya semua amalmu secara terperinci kalimat demi kalimat, sedang para wali dihantar menghdap pada Allah s.w.t. berkenderaan, dan orang- orang yang durhaka didorong keneraka jahannam berbondong-bondong, dan semua akan terjadi bila bumi telah dilenyapkan, dan tiba Tuhanmu sedang Malaikat berbaris-baris, dan dihidangkan jahannam sebagai ancaman.
Saudara-saudaraku, berhati- hatilah kamu dari kengerian sehari yang perkiraannya sama dengan lima puluh ribu tahun (didunia), hari yang mengetarkan, duka cita dan menyesal., itulah hari yang besar, hari bangkitnya semua manusia untuk menghadap kepada Rabbul Alamien, hari perhitungan dan pertimbangan dan pertanyaan, hari kegoncangan, yang pasti, yang menakutkan, hari kebangkitan, hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang telah dilakukannya. Hari dimana semua manusia dalam berbagai bentuk akan melihat amal perbuatannya, hari dimana wajah manusia putih berseri-seri dan lain wajah hitam, hari dimana seseorang tidak dapat menolong kerana lainnya, dan tidak berguna segala tipu daya, hari dimana seorang ayah tidak dapat membantu anaknya sedikit pun, hari dimana bahayanya bertebaran meluas, hari dimana tidak diterima uzur orang-orang yang zalim dan tetap mereka mendapat kutukan (laknat) serta siksa yang keji, pada hari dimana tiap manusia harus mempertahankan dirinya sendiri, pada hari dimana tiap ibu akan lalai terhadap bayi yang disusuinya, bahkan tiap ibu yang mengandung akan menggugurkan kandungannya dan orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk kerana minum arak, hanya kerana ngerinya siksaan Allah s.w.t. yang sangat keras." Muqatil bin Sulaiman berkata: "Makhluk akan berdiri menanti pada hari kiamat selama seratus tahun, tenggelam dalam peluhnya sendiri dan seratus tahun dalam kegelapan mereka bingung sedang seratus tahun lagi sibuk bagaikan gelombang mengajukan tuntutan kepada Tuhan.
Sesungguhnya hari kiamat itu sekira lima ribu tahun, tetapi bagi seorang mukmin yang ikhlas bagaikan sesaat, kerana itu wahai orang yang sihat akal hendaklah sabar terhadap penderitaan dunia dalam melaksanakan taat kepada Allah s.w.t. untuk memudahkan bagimu segala kesukaran- kesukaran hari kiamat."
Bakat Seseorang Sudah Ditentukan Di Alam Arwah
Sahabat semua yang budiman Perlu kita ketahui bahwa sesungguhnya Tuhan jadikan manusia ini hidup berpindah- pindah dari 4 alam , dari satu alam kepada satu alam .
->> Pertama di alam Arwah ,yaitu belum lagi mempunyai jasad kasar atau badan jasmani yang mana ketika itu pekerjaan para ruh-ruh itu cuma bertasbih dan memuji kepada Tuhan .
->> Kedua di alam Dunia , ini sejak ia berada dalam rahim ibunya sehingga lahir sampai ia menutup mata . Di alam dunia ini lah tempat mengembangkan bakatnya masing- masing .
->> Ketiga Alam Barzakh , suatu alam yang tersembunyi dari pandangan mata manusia , yaitu alam kubur setelah ruh berpisah dari badannya . Dan inilah jawaban atas postingan kemarin mengenai Dimanakah Berada Ruh-Ruh Orang Yang Sudah Mati ? yaitu Alam Barzakh .
->> Keempat Alam Akhirat , suatu alam di mana ruh dengan badan bersatu lagi . Di sinilah alam yang terakhir , suatu alam yang kekal abadi yang tidak akan berpindah-pindah lagi buat selama-lamanya bagi manusia . Karena itulah alam akhirat itu dinamakan alam "Baqa" suatu alam yang kekal abadi .
Kembali kita membahas tentang penciptaan Nur Muhammad yaitu seperti rupa burung merak . Lalu dimasukkan ke dalam kurungan mutiara lalu digantungkan di Syajarotul-Yaqiin , lalu ia bertasbih memuji Allah selama 70.000 tahun . Untuk lebih jelasnya tentang penciptaan Nur Muhammad ini , silahkan lihat DISINI Kemudian diletakkan cermin " Haya' " dekat kurungan itu . Setelah terlihat bayangannya di dalam cermin , tiba-tiba timbullah rasa malunya sehingga keluar keringat sekujur badan nya . Dengan kudrat ILLAHI dan hikmat , maka dari tiap butir keringat itu menjadi ruh umat manusia . Lalu Allah memerintahkan mereka lima kali sujud ketika itu . Kemudian berubahlah rupa merak itu menjadi wujud manusia dalam rupa yang indah sekali , berdiri seperti orang sedang sholat di dalam keranda mutiara . Kemudian Allah perintahkan seluruh ruh- ruh itu Thawaf yakni mengelilingi Lembaga Muhammad itu , mengucap Tahmid dan Tasbih ke hadirat Allah Ta'ala selama 100.000 tahun .
Kemudian Allah Subhana Wa Ta'ala memandang kepada Nur Muhammad itu , lalu berkeringatlah sekujur badannya .
1. Dari keringat hidungnya , Allah ciptakan sekalian Malaikat
2. Dari keringat mukanya , Allah jadikan 'Arsy , Lauhil-Mahfuzh , Qolam dan lain-lain
3. Dari keringat dadanya , dijadikan Nabi- nabi dan Rasul , 'Ulama dan sebagainya
4. Dari keringat belakangnya , Allah jadikan Baitul-Ma'mur , Baitullah , Baitul- Muqaddas dan lain-lain
5. Dari keringat alisnya , Allah jadikan ruh-ruh umat Muhammad laki-laki dan perempuan
6. Dari keringat telinganya , Allah jadikan ruh-ruh umat Yahudi dan Nashara dan orang yang sesat dari jalan Allah
7. Dari keringat kakinya , Allah jadikan isi semesta alam dunia , dari timur sampai ke barat . Lalu Allah berkata kepada Nur itu :"Cobalah lihat mukamu ." Lalu ia memandang ke depan dilihatnya berupa Nur , kemudian dilihat ke belakang di lihatnya berupa Nur , lalu ia memandang ke kiri dan ke kanan dilihatnya demikian juga . Itulah yang akan menjadi sahabatnya nanti di dunia , yaitu Abu Bakar , Umar , Utsman dan Ali bin Abi Thalib .
Kemudian Nur Muhammad bertasbih ke hadirat Allah Ta'ala selama 70.000 tahun . Lalu ruh- ruh umat Nabi Muhammad sama- sama mengucapkan kalimat tauhid : LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUULULLAH "Tiada Tuhan kecuali Allah , Nabi Muhammad utusan Allah" Kemudian Allah jadikan sebuah pelita akik yang merah , yang bagian luar dapat dilihat dari sebelah dalamnya karena sangat beningnya . Seterusnya Allah ciptakan bentuk Muhammad dan diletakkan dalam lampu itu . Ia berdiri seperti sedang sholat , kemudian ruh-ruh para Nabi mengelilingi Nur Muhammad serta mengucap "Subhaanallaah dan Laa- ilaaha illallaah" selama 100 tahun .
Kemudian sesudah itu , Allah memerintahkan ruh-ruh itu memandang kepada Nur Muhammad , akan tetapi pemandangan mereka itu tidak sama . Ada yang dapat melihat kepalanya , ada yang dapat melihat matanya saja dan sebagai nya .
1. Adapun ruh-ruh yang dapat melihat kepalanya , bila nanti lahir di dunia dia akan menjadi pembesar , raja , atau presiden dan sebagainya
2. Yang melihat keningnya akan menjadi raja yang adil
3. Yang melihat matanya akan menjadi orang yang hafal Al-Qur'an
4. Yang melihat alisnya akan menjadi pelukis
5. Yang melihat telinganya akan menjadi orang yang suka menuntut ilmu pengetahuan
6. Yang melihat pipinya akan menjadi orang yang suka berbuat kebaikan kepada sesama manusia 7. Yang melihat bibirnya akan menjadi pegawai raja
8. Yang cuma melihat hidungnya akan menjadi ahli hukum , tabib , cerdik pandai dan sebagainya
9. Yang cuma dapat melihat mulutnya akan menjadi orang yang suka berpuasa 10. Yang cuma dapat melihat giginya akan menjadi orang tercantik di dunia
11. Yang cuma dapat melihat lidahnya akan menjadi utusan raja-raja
12. Yang cuma dapat melihat tenggorokannya akan menjadi penasihat , muballigh , tukang propaganda , para muazzin 13. Yang cuma dapat melihat janggutnya akan menjadi orang yang suka berjuang di jalan Allah
14. Yang cuma dapat melihat tengkuknya akan menjadi orang yang ahli dalam berniaga 15. Yang cuma melihat lengannya akan menjadi orang yang pandai menggunakan senjata , pandai memanah dan memacu kuda
16. Yang cuma melihat lengan kanannya akan menjadi orang yang ahli menangkap ikan 17. Yang cuma dapat melihat lengan kirinya akan menjadi ahli penjahit pakaian
18. Yang cuma dapat melihat tapak tangan kanannya akan menjadi tukang mas atau tukang timbangan
19. Yang cuma dapat melihat tapak tangan kirinya maka ia akan menjadi tukang menimbang
20. Yang melihat dua lengannya akan menjadi orang dermawan
21. Yang cuma melihat belakang tangan kanannya akan menjadi orang yang pandai memasak 22. Yang cuma dapat melihat belakang tangan kirinya akan menjadi orang yang bakhil (paling berhemat)
23. Yang cuma dapat melihat ruas jari kanan nya akan menjadi tukang menjahit
24. Yang cuma dapat melihat ruas jari kirinya akan menjadi jurutulis
25. Yang cuma dapat melihat dadanya akan menjadi alim ulama , pengarang , falsafah dan sebagainya
27. Yang melihat lambungnya akan menjadi seorang pejuang
28. Yang cuma melihat perutnya akan menjadi orang yang tidak serakah kepada dunia 29. Yang cuma melihat dua lututnya akan menjadi orang yang banyak sekali melakukan sembahyang
30. Yang dapat melihat dua kakinya akan menjadi ahli berburu 31. Yang dapat melihat tapak kakinya akan menjadi orang yang suka mengembara keliling dunia 32. Yang dapat melihat bayangan saja akan menjadi penari , penyanyi , dan pemain musik . Demikianlah masing- masing ruh itu tidak sama dan tidak semua yang dapat dilihatnya .
Ada ruh waktu itu yang melihat lebih dari satu macam anggota Nur Muhammad , begitulah nanti dia lahir menjadi manusia mempunyai bakat lebih dari satu macam . Dan siapa dari antara ruh-ruh itu tidak dapat melihat apa-apa di masa itu , kelak bila lahir ke alam dunia menjadi manusia yang tidak mempunyai kecakapan apa-apa . Jadi jelasnya bakat- bakat manusia yang kita buktikan di dunia ini , baik dia sebagai pengarang , ahli pidato atau pelukis , seni dan sebagainya itu adalah bakat-bakat yang telah diperbekali semenjak dia berada dialam arwah oleh Allah Ta'ala .
Meskipun daftar dan penjelasan di atas tidak bisa di terapkan lagi tapi setidaknya bisa sedikit menambah pengetahuan kita semua . Silahkan di pilih , kira-kira waktu saudara di alam arwah itu bisa lihat apanya Nur Muhammad dengan menyesuaikan dengan bakat-bakat yang saudara miliki sa'at ini...!!
Nb: Sumber dari buku "Warta Berita Alam Ghaib Sebelum Adam Sampai Hari Kemudian/ Bakat Seseorang Sudah Ditentukan Di Alam Arwah
->> Pertama di alam Arwah ,yaitu belum lagi mempunyai jasad kasar atau badan jasmani yang mana ketika itu pekerjaan para ruh-ruh itu cuma bertasbih dan memuji kepada Tuhan .
->> Kedua di alam Dunia , ini sejak ia berada dalam rahim ibunya sehingga lahir sampai ia menutup mata . Di alam dunia ini lah tempat mengembangkan bakatnya masing- masing .
->> Ketiga Alam Barzakh , suatu alam yang tersembunyi dari pandangan mata manusia , yaitu alam kubur setelah ruh berpisah dari badannya . Dan inilah jawaban atas postingan kemarin mengenai Dimanakah Berada Ruh-Ruh Orang Yang Sudah Mati ? yaitu Alam Barzakh .
->> Keempat Alam Akhirat , suatu alam di mana ruh dengan badan bersatu lagi . Di sinilah alam yang terakhir , suatu alam yang kekal abadi yang tidak akan berpindah-pindah lagi buat selama-lamanya bagi manusia . Karena itulah alam akhirat itu dinamakan alam "Baqa" suatu alam yang kekal abadi .
Kembali kita membahas tentang penciptaan Nur Muhammad yaitu seperti rupa burung merak . Lalu dimasukkan ke dalam kurungan mutiara lalu digantungkan di Syajarotul-Yaqiin , lalu ia bertasbih memuji Allah selama 70.000 tahun . Untuk lebih jelasnya tentang penciptaan Nur Muhammad ini , silahkan lihat DISINI Kemudian diletakkan cermin " Haya' " dekat kurungan itu . Setelah terlihat bayangannya di dalam cermin , tiba-tiba timbullah rasa malunya sehingga keluar keringat sekujur badan nya . Dengan kudrat ILLAHI dan hikmat , maka dari tiap butir keringat itu menjadi ruh umat manusia . Lalu Allah memerintahkan mereka lima kali sujud ketika itu . Kemudian berubahlah rupa merak itu menjadi wujud manusia dalam rupa yang indah sekali , berdiri seperti orang sedang sholat di dalam keranda mutiara . Kemudian Allah perintahkan seluruh ruh- ruh itu Thawaf yakni mengelilingi Lembaga Muhammad itu , mengucap Tahmid dan Tasbih ke hadirat Allah Ta'ala selama 100.000 tahun .
Kemudian Allah Subhana Wa Ta'ala memandang kepada Nur Muhammad itu , lalu berkeringatlah sekujur badannya .
1. Dari keringat hidungnya , Allah ciptakan sekalian Malaikat
2. Dari keringat mukanya , Allah jadikan 'Arsy , Lauhil-Mahfuzh , Qolam dan lain-lain
3. Dari keringat dadanya , dijadikan Nabi- nabi dan Rasul , 'Ulama dan sebagainya
4. Dari keringat belakangnya , Allah jadikan Baitul-Ma'mur , Baitullah , Baitul- Muqaddas dan lain-lain
5. Dari keringat alisnya , Allah jadikan ruh-ruh umat Muhammad laki-laki dan perempuan
6. Dari keringat telinganya , Allah jadikan ruh-ruh umat Yahudi dan Nashara dan orang yang sesat dari jalan Allah
7. Dari keringat kakinya , Allah jadikan isi semesta alam dunia , dari timur sampai ke barat . Lalu Allah berkata kepada Nur itu :"Cobalah lihat mukamu ." Lalu ia memandang ke depan dilihatnya berupa Nur , kemudian dilihat ke belakang di lihatnya berupa Nur , lalu ia memandang ke kiri dan ke kanan dilihatnya demikian juga . Itulah yang akan menjadi sahabatnya nanti di dunia , yaitu Abu Bakar , Umar , Utsman dan Ali bin Abi Thalib .
Kemudian Nur Muhammad bertasbih ke hadirat Allah Ta'ala selama 70.000 tahun . Lalu ruh- ruh umat Nabi Muhammad sama- sama mengucapkan kalimat tauhid : LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUULULLAH "Tiada Tuhan kecuali Allah , Nabi Muhammad utusan Allah" Kemudian Allah jadikan sebuah pelita akik yang merah , yang bagian luar dapat dilihat dari sebelah dalamnya karena sangat beningnya . Seterusnya Allah ciptakan bentuk Muhammad dan diletakkan dalam lampu itu . Ia berdiri seperti sedang sholat , kemudian ruh-ruh para Nabi mengelilingi Nur Muhammad serta mengucap "Subhaanallaah dan Laa- ilaaha illallaah" selama 100 tahun .
Kemudian sesudah itu , Allah memerintahkan ruh-ruh itu memandang kepada Nur Muhammad , akan tetapi pemandangan mereka itu tidak sama . Ada yang dapat melihat kepalanya , ada yang dapat melihat matanya saja dan sebagai nya .
1. Adapun ruh-ruh yang dapat melihat kepalanya , bila nanti lahir di dunia dia akan menjadi pembesar , raja , atau presiden dan sebagainya
2. Yang melihat keningnya akan menjadi raja yang adil
3. Yang melihat matanya akan menjadi orang yang hafal Al-Qur'an
4. Yang melihat alisnya akan menjadi pelukis
5. Yang melihat telinganya akan menjadi orang yang suka menuntut ilmu pengetahuan
6. Yang melihat pipinya akan menjadi orang yang suka berbuat kebaikan kepada sesama manusia 7. Yang melihat bibirnya akan menjadi pegawai raja
8. Yang cuma melihat hidungnya akan menjadi ahli hukum , tabib , cerdik pandai dan sebagainya
9. Yang cuma dapat melihat mulutnya akan menjadi orang yang suka berpuasa 10. Yang cuma dapat melihat giginya akan menjadi orang tercantik di dunia
11. Yang cuma dapat melihat lidahnya akan menjadi utusan raja-raja
12. Yang cuma dapat melihat tenggorokannya akan menjadi penasihat , muballigh , tukang propaganda , para muazzin 13. Yang cuma dapat melihat janggutnya akan menjadi orang yang suka berjuang di jalan Allah
14. Yang cuma dapat melihat tengkuknya akan menjadi orang yang ahli dalam berniaga 15. Yang cuma melihat lengannya akan menjadi orang yang pandai menggunakan senjata , pandai memanah dan memacu kuda
16. Yang cuma melihat lengan kanannya akan menjadi orang yang ahli menangkap ikan 17. Yang cuma dapat melihat lengan kirinya akan menjadi ahli penjahit pakaian
18. Yang cuma dapat melihat tapak tangan kanannya akan menjadi tukang mas atau tukang timbangan
19. Yang cuma dapat melihat tapak tangan kirinya maka ia akan menjadi tukang menimbang
20. Yang melihat dua lengannya akan menjadi orang dermawan
21. Yang cuma melihat belakang tangan kanannya akan menjadi orang yang pandai memasak 22. Yang cuma dapat melihat belakang tangan kirinya akan menjadi orang yang bakhil (paling berhemat)
23. Yang cuma dapat melihat ruas jari kanan nya akan menjadi tukang menjahit
24. Yang cuma dapat melihat ruas jari kirinya akan menjadi jurutulis
25. Yang cuma dapat melihat dadanya akan menjadi alim ulama , pengarang , falsafah dan sebagainya
27. Yang melihat lambungnya akan menjadi seorang pejuang
28. Yang cuma melihat perutnya akan menjadi orang yang tidak serakah kepada dunia 29. Yang cuma melihat dua lututnya akan menjadi orang yang banyak sekali melakukan sembahyang
30. Yang dapat melihat dua kakinya akan menjadi ahli berburu 31. Yang dapat melihat tapak kakinya akan menjadi orang yang suka mengembara keliling dunia 32. Yang dapat melihat bayangan saja akan menjadi penari , penyanyi , dan pemain musik . Demikianlah masing- masing ruh itu tidak sama dan tidak semua yang dapat dilihatnya .
Ada ruh waktu itu yang melihat lebih dari satu macam anggota Nur Muhammad , begitulah nanti dia lahir menjadi manusia mempunyai bakat lebih dari satu macam . Dan siapa dari antara ruh-ruh itu tidak dapat melihat apa-apa di masa itu , kelak bila lahir ke alam dunia menjadi manusia yang tidak mempunyai kecakapan apa-apa . Jadi jelasnya bakat- bakat manusia yang kita buktikan di dunia ini , baik dia sebagai pengarang , ahli pidato atau pelukis , seni dan sebagainya itu adalah bakat-bakat yang telah diperbekali semenjak dia berada dialam arwah oleh Allah Ta'ala .
Meskipun daftar dan penjelasan di atas tidak bisa di terapkan lagi tapi setidaknya bisa sedikit menambah pengetahuan kita semua . Silahkan di pilih , kira-kira waktu saudara di alam arwah itu bisa lihat apanya Nur Muhammad dengan menyesuaikan dengan bakat-bakat yang saudara miliki sa'at ini...!!
Nb: Sumber dari buku "Warta Berita Alam Ghaib Sebelum Adam Sampai Hari Kemudian/ Bakat Seseorang Sudah Ditentukan Di Alam Arwah
Langganan:
Postingan (Atom)


