Sabtu, 01 Desember 2012
7 PENYAKIT ANEH YANG SERING DIALAMI PARA WANITA
Berdasarkan sebuah survey selama beberapa tahun terakhir, ditemukan indikasi beberapa penyakit aneh yang sering dan biasanya dialami oleh wanita. Karena tergolong berbahaya dan belum banyak diketahui, mengakibatkan penyakit aneh ini susah untuk diobati
1. Nangisuitis (Akibat terlalu sensitif.) ....
Gejalanya : bibir cemberut, mata kedip-kedip.
Efek samping : mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A.
Penyakit ini bisa diobati dengan obat "Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba)".
2. Curhatitis ...
Gejala: Bawaannya pengen nyerocos)
Efek samping : rahasia orang bisa bocor,terkena Nangisuitis.
Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Pemilik 'Arsy Yang Agung.
3. Shooping Syndrome ...
Gejalanya : Pingin jalan2 terus, mata melotot lihat barang2 bagus.
Efek samping :lidah ngiler, mulut menganga, dompet jadi tipis.
Jika sudah masuk stadium 4 (parah banget) menyebabkan utangisme teman, bahkan dompet zauji (suami) ikut tipis. Coba minum "hematcold" atau tablet "PD(Pengendalian Diri)".
4. Cerewetisme ...
Gejala: Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma.
Efek samping : muncrat, telinga tetangga jadi sombong, teman sekitar jadi sumpek, serta dada zauji (suami) bisa jadi lebih halus karena sering mengelus.
Disarankan Pengobatannya dengan cara cepat-cepat makan pil "dengar" dan minum tablet merek "bicara lebih diperlambat".
5. Lamanian Dandanitositis ....
Gejala: Pinginnya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pingin pegang sisir, tangan kanan kram-kram pingin teplok-teplok pipi pake bedak. kalau pake hijab/jilbab serba salah..kurang gini...kurang gitu... pinginnya disetrika melulu..sampai lungset.
Efek samping: menor, telat kuliah/ kajian/kerja, anak dan zauji jadi berkarat, ketinggalan kereta.
Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Buat teman, zauji/ anak minum "Toleransikipil" 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.
6. Cemburunotomy ....
Gejala : muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik.
Efek samping : barang barang bisa hancur,
Coba cegah dengan obat sirup "prasangka baik" tiga sendok sehari, "Pil pengertian" dan tablet "selidiki dahulu".
7. Ngambekilation ...
Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy. Minum "Sabaron dan Bersyukurinis"
Fisik Bukan Segalanya, tapi dari Sana Segalanya Bermula
Begitukah? Entah! Yang jelas, pantun klasik “Dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke kaki. Dari mana datangnya cinta eh, mestinya cintah dong ya – dari mata turun ke hati”, menggambarkan betapa mata adalah gerbang ke istana cinta. Apa yang bisa ditangkap oleh mata? Ya rupa, masa aroma?
Selain berbagai perbedaan lain, perbedaan “kualitas” fisik antarmanusia, seringkali dianggap sebagai bentuk ketidakadilan yang kejam dalam kehidupan. Jika memang seseorang memiliki rupa dan tubuh yang, katakanlah kurang simetris, layout atau perjawahannya tidak rapi, pokoknya sama sekali tidak nyaman dipandang, apalagi untuk jangka panjang, apa hendak dikata? Berusaha memoles dan merias habis-habisan, justru akan membuat makhluk itu kelihatan makin menyedihkan.
Orang yang sangat miskin, mungkin saja menjadi kaya bila dia gigih sekaligus “bernasib” baik. Tapi orang yang sangat jelek… Kegigihan dan nasib baik apa gerangan yang akan mengubahnya menjadi cakep? Operasi plastik? Nah, itu dia masalahnya. Bila dia berubah menjadi cakep dengan proses yang “maksa” itu, dia bukan dirinya lagi …
Kemiskinan, status sosial, derazat pendidikan, dan berbagai “kekurangan” lain, jelas akan mengganggu kepercayaan diri seseorang. Namun “kesadaran” akan buruknya kualitas “perwajahan dan pertubuhannya”, bukan lagi mengganggu, tetapi menggerogoti!
Wanita sering mengeluhkan, betapa pria adalah makhluk yang berorientasi kepada fisik. Tidak aneh sebenarnya, mengingat Sang Desainer tampaknya memang melekatkan jauh lebih banyak keindahan pada tubuh wanita daripada pria. (Oiya, kira-kira keindahan di tubuh pria itu apa ya?)
Tapi sebenarnya, tidak saja wanita yang perlu merasa risau soal fisiknya, ketika berhubungan dengan pria. Kaum pria pun begitu kok. Cuma ya, di-PD-PD-in saja.
Jadi inget dulu di milis, dapat posting tentang perbedaan cowok ganteng dengan cowok jelek.
Kalo cowok ganteng pendiem, cewek-cewek bilang: “Wow, cool banget…”
Kalo cowok jelek pendiem, cewek-cewek bilang: “Ih kuper…”
Kalo cowok ganteng bergaya gaul, cewek-cewek bilang: “fungky bo…”
Kalo cowok jelek bergaya gaul, cewek-cewek bilang : “ih norak…”
Kalo cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: “pasti dia perfeksionis”
Kalo cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: “sudah jelas… Kagak laku!!!”
Kalo cowok ganteng jadi gay, cewek-cewek bilang: “tuh kan, cowok aja pada suka”
Kalo cowok jelek jadi gay,cewek-cewek bilang: “karena cewek-cewek udah nggak berminat”
Kalo cowok ganteng ganti-ganti cewek, cewek-cewek bilang: “wajar kan direbutin cewek-cewek cantik”
Kalo cowok jelek ganti-ganti cewek, cewek-cewek bilang: “pasti bolak-balik diputusin”
Kalo cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: “klop… Serasi banget”
Kalo cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: “pasti maen dukun… Atau ceweknya matre”
Kalo cowok ganteng ditolak cewek, cewek-cewek bilang: “jangan sedih kan masih ada aku”
Kalo cowok jelek ditolak cewek, cewek-cewek bilang: (diam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah).
Kalo cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: “duh, kok bego banget tu cewek?”
Kalo cowok jelek diputusin cewek, cewek-cewek bilang: “akhirnya terbuka juga mata hati cewek itu”
Kalo cowok ganteng digaet tante-tante girang, cewek-cewek bilang: “pinter juga tuh tante”
Kalo cowok jelek digaet tante-tante girang, cewek-cewek bilang: “pasti karena cucakrowonya”
Kalo cowok ganteng ngaku pacar Asmirandah, cewek-cewek bilang: “percaya… Masuk akal”
Kalo cowok jelek ngaku pacar Asmirandah, cewek-cewek bilang: “yee, tolong beli kaca yg gede ye”
Kalo cowok ganteng suka merawat wajah, cewek-cewek bilang: “itu namanya memelihara aset”
Kalo cowok jelek suka merawat wajah, cewek-cewek bilang: “buang-buang waktu aja!!!”
Sedih ya membacanya… Konon lagi mengalaminya. *Pengalaman pribadi?* Tapi begitulah.
Padahal andai cewek-cewek itu tahu, atau siapapun yang cenderung menjadikan kecakepan sebagai kriteria terpenting, atau satu-satunya kriteria, dia bisa saja terjebak seperti membeli hp dengan casing kinclong, tapi daleman ancur!
Dan internet datang…
Banyak orang kemudian menjalin konektivitas, yang disebut sebagai “Relasi Kata tanpa Rupa”. Chatting, email, berbagai situs jejaring sosial, juga kemudian blogging, konon lagi bila berlanjut ke saling sms dan telepon, membuat antar insan menjadi begitu “dekat” walau mereka belum sempat bertatap muka.
Dalam hubungan di jagat maya itu, rupa dan unsur fisik secara keseluruhan, menjadi sekunder sifatnya. Jiwa, pemikiran, hal-hal yang tidak kasat mata, lebih mendapat ruang.
Memang banyak orang mencela jagat maya sebagai wahana beresiko tinggi untuk memulai sebuah hubungan yang serius. “Anda bisa tertipu!” kata mereka. Oiya? Trus ada jaminan manusia nyata yang Anda peluk-kecup setiap hari itu bukan seorang psikopat yang sedang menunggu waktu yang tepat untuk memutilasimu? Tuh, si Ryan tidak memungut korbannya dari jagat maya, tapi dari pertemanan nyata.
Barangkali, teknologi internet, yang memungkinkan relasi kata tanpa rupa itu, adalah jawban Tuhan atas keluh makhluk-makhluk-Nya, yang karena satu dan lain hal, memiliki tubuh yang kurang argonomis, dan wajah asimetris. Apa coba?
Relasi kata tanpa rupa tadi, memungkinkan jiwa-jiwa terekat erat lebih dulu, sampai kepada suatu titik, ketika mereka sudah siap walau akan menemukan jiwa yang mengikat jiwanya itu, ternyata bersemayam di dalam tubuh yang jauh dari sempurna.
Pada akhirnya, tidak saja fisik bukan segalanya, tapi bahkan tidak segalanya harus bermula dari sana. Semoga bermanfaat dan dapat mengambil hikmat dari ulasan
SEMOGA BERMANFAAT
4 AYAT ANTI GALAU!
Zaman sekarang berbagai masalah makin kompleks. Entah itu komplikasi dari masalah keluarga yang tak kunjung selesai, masalah hutang yang belum terbayar, bingung karena ditinggal p
ergi oleh sang kekasih, ataupun masalah-masalah lain. Semuanya bisa membuat jiwa seseorang jadi kosong, lemah atau merana.
“Galau!!” merupakan sebuah kata-kata yang sedang naik daun, di mana kata-kata itu menandakan seseorang tengah dilanda rasa kegelisahan, kecemasan, serta kesedihan pada jiwanya. Tak hanya laku di facebook atau twitter saja, bahkan di media televisi pun orang-orang seakan-akan dicekoki dengan kata-kata “galau” tersebut.
Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap insan.
Jangankan kita manusia biasa, bahkan Rasulullah pun pernah mengalami keadaan keadaan galau pada tahun ke-10 masa kenabiannya...
Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10 masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid.
Sahabat Abu Bakar, ketika sedang perjalanan hijrah bersama Rasulullah pun di saat berada di dalam gua Tsur merasa sangat cemas dan khawatir dari kejaran kaum Musyrikin dalam perburuan mereka terhadap Rasulullah. Hingga turunlah surat At-Taubah ayat 40 yang menjadi penenang mereka berdua dari rasa kegalauan dan kesedihan yang berada pada jiwa dan pikiran mereka.
Jangan Galau, Innallaha Ma’ana!
Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)
Ayat di atas mungkin dapat menjadikan kita agar lebih merenungi lagi terhadap setiap masalah apapun yang kita hadapi. Dalam setiap persoalan yang tak kunjung terselesaikan, maka hadapkanlah semua itu kepada Allah Ta’ala. Tak ada satupun manusia yang tak luput dari rasa sedih, tinggal bagaimana kita menghadapi kesedihan dan kegalauan tersebut.
Allah telah memberikan solusi kepada manusia untuk mengatasi rasa galau yang sedang menghampiri jiwa...
Adakalanya, seseorang berada pada saat-saat yang menyenangkan, tetapi, ada pula kita akan berada pada posisi yang tidak kita harapkan. Semua itu sudah menjdai takdir yang telah Allah Ta’ala tetapkan untuk makhluk-makhluk Nya.
Tetapi, Allah Ta’ala juga telah memberikan solusi-solusi kepada manusia tentang bagaimana cara mengatasi rasa galau atau rasa sedih yang sedang menghampiri jiwa. Karena dengan stabilnya jiwa, tentu setiap orang akan mampu bergerak dalam perkara-perkara positif, sehingga dapat membuat langkah-langkahnya menjadi lebih bermanfaat, terutama bagi dirinya lalu untuk orang lain.
Berikut ini adalah kunci dalam mengatasi rasa galau;
1. Sabar
Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).
Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi.
2. Adukanlah semua itu kepada Allah
Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:
“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).
Ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita...
Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita.
Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.
3. Positive thinking
Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu manusia dalam mengatasi rasa galau yang sedang menghinggapinya. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada pada dalam diri menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang kesusahan-kesusahan yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya;
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).
4. Dzikrullah (Mengingat Allah)
Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.
Bersabar, berpikir positif, ingat Allah dan mengadukan semua persoalan kepada-Nya adalah solusi segala persoalan...
Sebagaimana firman-Nya:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).
Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.
Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita.
Oleh: Zakariya Hidayatullah
HATI-HATI dengan nama-nama pemuda dibawah ini..!!
Karena mereka akan membuat kita malu..???!!!!!. siapakah mereka....????
1. Ibnu Sina dokter muda Islam yang telah membuka praktek dan menjadi dokter pribadi khalifah diusia 17 tahun
2. Usamah bin Zaid menjadi panglima perang termuda yang memimpin ribuan pasukan pada usia 20 tahun bahkan umar bin khotob, usman bin affan dan abu bakar shidiq dibawah komandonya..
3. Thoriq bin Ziyad seorang pemuda yg berumur 30 thn telah menjadi komandan perang yg menaklukan spanyol
4. Muhammad Al fatih sultan turki sang pemuda berusia 21 thn penakluk imperium paling berkuasa di romawi timur
5. media yg kita pakai saat ini tau siapa yg membuat dialah Mark Zukerberg seorang pemuda yg saat berusia 20 thn menciptakan FACEBOOK
6. Napoleon Bonaparte pemuda berusia 24 tahun telah diangkat menjadi jendral dan menjadi kaisar prancis krn telah menjadi ahli strategi perang.
7. Thomas alfa edison saat berusia 23 tahun telah menemukan mesin telegraf dan memnciptkan listrik saat usia 32 tahn
8. siapa kita yg tdk knal jendral sudirman..? saat menjadi panglima perang usianya baru 27 thn dan telah menjadi jendral besar diusia 31 thn
hmm...pemuda seperti apaah kita saat ini.....????
INGATLAH...
" Tidak bergeser kaki anak adam pada hari kiamat nanti dihadapan RABBNYA sampai ditanya ttg 4 perkara :
1. Umurnya untuk apa dihabiskan
2. MASA MUDANYA utk apa diGUNAKAN,,
3. Hartanya dari mana didapat dan kemana dibelanjakan
4. sudahkan beramal thd ilmu yg telah diketahui ( HR. AT TARMIDZI no. 2340 )
Minggu, 02 September 2012
firasat seorang mukmin
QADHI Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim –salah seorang murid Imam Abu Hanifah– bercerita: “Saya biasa duduk bersama khalifah Harun ar-Rasyid dan makan dari hidangannya. Suatu hari, disajikan kepadanya faludzaj (sejenis makanan mewah), maka khalifah berkata, “Hai Ya’qub, makanlah ini, sebab makanan seperti ini tidak dibuat setiap hari untuk kami.” Saya bertanya, “Apa ini, wahai Amirul Mu’minin?” Dijawab, “Ini adalah faludzaj yang disiram dengan minyak fustuq.” Saya pun tertawa. Khalifah bertanya, “Mengapa engkau tertawa?” Saya jawab, “Tidak apa-apa. Semoga Allah mengekalkan Amirul Mu’minin.” Khalifah berkata, dan benar-benar mendesak saya, “Sungguh, ceritakan kepadaku!”
Saya pun menceritakan sebabnya: “Ayah saya – Ibrahim bin Habib – meninggal dunia, sedang saya masih kecil dan diasuh ibu. Saya pun diserahkan kepada tukang binatu untuk magang bekerja padanya. Suatu hari, saya meninggalkan tukang binatu dan melewati halaqah Abu Hanifah. Saya pun duduk mendengarkan. Ibu menyusul saya ke halaqah itu, menarik tangan saya dan membawa saya kembali kepada tukang binatu. Abu Hanifah sangat memperhatikan saya, sebab beliau melihat keinginan kuat saya untuk belajar. Karena peristiwa itu terus berulang dan ibu merasa bosan dengan “pelarian” saya ke majlis Abu Hanifah.” Ibu pun berkata kepada beliau, “Anak ini tidak memiliki kekurangan selain kamu! Ia anak yatim yang tidak punya apa-apa. Aku memberinya makan dari alat pemintal benangku. Aku berharap ia bisa bekerja mendapatkan uang satu daniq untuk menghidupi dirinya sendiri.” Beliau pun menjawab, “Pulanglah, bu. Anak ini sebenarnya sedang belajar makan faludzaj yang disiram dengan minyak fustuq.” Ibu pun pergi sambil berkata, “Engkau ini orang tua yang sinting dan tidak waras!”
Khalifah Harun ar-Rasyid sangat takjub mendengar kisah itu, lalu berkata, “Sungguh, aku bersumpah, ilmu itu benar-benar mengangkat derajat seseorang dan bermanfaat baginya, baik bagi agamanya maupun kehidupan dunianya. ”Khalifah kemudian mendoakan Abu Hanifah, dan berkata, “Beliau melihat dengan mata hatinya, sesuatu yang sebenarnya tidak bisa dilihat dengan mata kepalanya.”
Inilah yang – dalam Islam– disebut firasat, yakni lintasan pikiran yang terbit dari kekuatan iman dan kedekatan dengan Allah. Dengannya seseorang bisa menyaksikan apa yang tersembunyi dari mata kepala. Sejenis dengannya adalah karamah, yaitu tampilnya hal-hal ajaib dari seseorang yang bukan Nabi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa firasat dan karamah adalah karunia Allah; bukan hasil latihan, belajar maupun warisan. Ia muncul begitu saja sesuai kehendak-Nya, bukan karena permintaan yang bisa terjadi setiap saat. Maka, kekuatan firasat maupun karamah tidak bisa dipertontonkan di panggung-panggung hiburan, apalagi menjadi profesi.
Di zaman ini, ternyata “kemampuan” seperti itu tetap menggoda manusia. Sulap, magic, hipnotis, kekuatan supranatural, atau entah apapun itu namanya, selalu menarik perhatian. Terselip kekaguman, rasa ingin tahu, sekaligus kengerian dan misteri. Kita sering mendapati orang-orang yang dengan “kemampuannya” bisa memberitahukan apa yang tertutup dan tersembunyi, mengetahui penyakit tanpa memeriksa pasien, atau “mengobati” dari jarak jauh.
Bisa kita saksikan, banyak orang di zaman seperti ini “bersandar” pada kekuatan supra-natural. Ingin menjadi presiden, direktur BUMN, gubernur, bupati, walikota lari kepada orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan lebih.
Umumnya, yang seperti ini kebanyakan adalah para dukun.Padalah, Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) bersabda :
“Barangsiapa mendatangi tukang ramal (dukun dan sejenisnya) menanyakan sesuatu maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim ).
Firasatnya orang beriman
Bagaimana cara kita memastikan bahwa semua itu benar dan identik dengan firasat serta karamah? Untuk memastikan, sebenarnya kita – terlebih dahulu – harus memeriksa siapa orang itu; agar diketahui dari mana “kemampuannya” bersumber.
Rasulullah bersabda, “Berhati-hatilah kamu terhadap firasat seorang mukmin, sebab ia melihat dengan (diterangi) cahaya Allah.” (Riwayat Tirmidzi, dari Abu Sa’id al-Khudry).
Hadits ini, memang diperselisihkan ulama. Sebagian mereka bahkan mengkategorikannya sebagai hadits maudhu (palsu), seperti Ibnul Jauzi dan ash-Shaghani. Namun, Ibnu Hajar, al-Haitsami, as-Suyuthi dan asy-Syaukani menyatakannya sebagai hadits hasan (baik), karena maknanya memiliki penguat dari sumber lain. Jadi, ia bisa dijadikan pegangan.
Yunus bin Abdul A’la pernah berkata kepada Imam Syafi’i, “Tahukan Anda, wahai Abu ‘Abdillah, apa yang dikatakan oleh teman kami?” Maksudnya, al-Laits bin Sa’ad atau lainnya. Bahwa ia berkata, “Andaikan engkau melihat dia (penganut bid’ah) bisa berjalan di atas air, maka jangan percaya, jangan perdulikan, dan jangan pula berbicara dengannya.” Beliau pun menanggapi, “Sungguh, demi Allah, dia telah berkata dengan ringkas dan padat.” (lihat: Syarh I’tiqadi Ahlis Sunnah wal Jama’ah, karya al-Lalika’iy).
Artinya, “kemampuan” semacam itu takkan Allah berikan kepada pelaku bid’ah, apalagi ahli maksiat dan orang kafir. Menurut Syarif Ali al-Jurjani dalam at-Ta’rifat, jika saja hal itu muncul dari mereka, maka namanya istidraj, yakni kemuliaan semu yang akan menyeret mereka ke dalam kehinaan dan siksa-Nya perlahan-lahan. Benar bahwa tebakan-tebakan mereka adakalanya tepat, namun bangsa jin suka mencuri dengar berita dari langit, lalu dibisikkannya ke telinga orang-orang fasik atau kafir yang bekerjasama dengannya, setelah dicampur dengan sejuta kebohongan.
Dalam kitab “Bariqah Mahmudiyah” dikatakan bahwa firasat hanya bisa dicapai dengan komitmen yang kuat kepada Allah, seperti menundukkan pandangan (ghaddhul bashar), menahan diri dari syahwat, memakmurkan jiwa dengan muraqabah (senantiasa merasa diawasi oleh Allah), dan membiasakan diri memakan yang halal.
Artinya, hal-hal ajaib yang keluar dari sosok yang terjauh dari jalan Allah (apalagi pelakukan keluar dari syariah), pasti merupakan bagian dari tipuan syetan untuk menyesatkan manusia. Biasanya, setelah itu syetan akan menggiring kepada kemaksiatan yang sesungguhnya. Syetan punya maksud-maksud lain di balik itu, yang tidak selalu kita tahu. Oleh karenanya, waspadalah serta jauhilah!
SUMBER:http://copas4islam.blogspot.com/2012/02/percaya-firasat-orang-mukmin-boleh.html
Langganan:
Postingan (Atom)







