Sabtu, 28 Januari 2012

Dimanakah Berada Ruh-RuhOrang Yang Sudah Mati ?

Kata Nabi Muhammad s.a.w dalam perjalanan mi'rajnya : Ketika aku tiba di langit pertama , aku disambut oleh para malaikat . Mereka berbaris seperti pasukan memberi hormat kepadaku . Aku diiringi oleh Jibril terus menuju pintu masuk . Di situ oleh malaikat penjaga pintu diperiksa . Jibril dan aku ditanya apakah sudah ada izin dari Tuhan ? Jibril menjawab ya . Kami berdua dipersilahkan masuk .

Seketika kami masuk aku lihat seorang laki-laki duduk di kursi dikerumuni orang banyak , yang baru saja datang ketika itu . Kemudian mereka lalu datang rombongan yang lain mengerumuni orang itu juga . Aku bertanya siapa dia dan siapakah mereka itu ? Jibril berkata :"Itulah Nabi Adam a.s dan rombongan arwah anak cucunya yang sedang datang menghadap beliau disaat itu ." Kemudian Jibril memperkenalkan aku , katanya : " Inilah Muhammad Nabi akhir zaman , atas perintah dan kehendak ALLAH , ia berkesempatan datang ke tempat ini ." Kemudian Nabi Adam menjabat tangan ku setelah aku mengucap salam . Kata Nabi Adam : ''Selamat datang anak yang shalih dan Nabi yang shalih." Aku lihat Nabi Adam duduk di kursi yang indah serta memakai pakaian kebesaran laksana seorang raja .

Seketika aku akan meneruskan perjalanan ku , beliau tidak lupa mendo'akan aku . Setelah aku meninggalkan Nabi Adam , Jibril menerangkan pada ku : "Ruh-ruh yang masuk ke pintu sebelah kanan Adam , itulah mereka yang akan masuk Syurga . Selagi pintu itu terbuka , tercium bau harum dari arah pintu itu . Dan mereka yang masuk ke pintu sebelah kirinya , itulah ruh-ruh anak cucu Adam yang akan masuk neraka .
Maka ketika pintu terbuka tercium bau busuk dari situ .''

Kemudian aku meneruskan ke langit yang kedua , aku bertemu dengan Nabi Isa putra Maryam . Kelihatan badannya segar bugar seperti orang habis mandi . Di situ juga aku melihat ruh Nabi Yahya a.s dan Nabi Zakariya a.s dan ruh umatnya .

Di langit ketiga aku melihat Nabi Yusuf a.s dan ruh para umatnya .

Di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris a.s dan ruh para umatnya .

Di langit kelima aku bertemu dengan ruh Nabi Harun a.s beserta ruh para umatnya .

Di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa a.s dan ruh para umatnya . Maka atas usul Nabi Musa ini , shalat yang tadinya 50 waktu menjadi 5 waktu .

Dan terakhir di langit yang ketujuh aku bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s beserta ruh-ruh para umatnya .

Demikianlah keterangan Nabi Muhammad s.a.w dalam cerita mi'rajnya dari langit yang pertama sampai langit yang ketujuh . Jadi kesimpulan dari pada itu , ruh Nabi-Nabi dan ruh para umat yang telah meninggal dunia berada di langit-langit itu . Jelasnya : Ruh-ruh itu berwujud manusia juga sebagaimana tubuh kasarnya di dunia .

Yang jadi pertanyaan ku sekarang , Dimanakah berada ruh- ruh para umat Nabi Muhammad s.a.w berada sekarang ?

Rabu, 25 Januari 2012

HATI HATI KETIKA MEMBACA SURAH AL-FATIHAH


Al-Fatihah adalah satu rukun dalam shalat..
apabila cacat bacaannya maka rusaklah shalat..
karena itu perbaikilah bacaannya dengan ilmu tajwid...
Bukan hanya bacaannya saja yang rusak..malah kita menyebut nama syaitan di dalam shalat kita... Berikut nama syaitan laknat yang wujud didalam surah Al- Fatihah..sekiranya kita tidak berhati-hati...

Kesalahan biasa ketika membaca...:
1. DU LI LAH (jika dibaca tanpa sabdu) seharusnya DULILLAH..
2. HIRROB (jika dibaca dengan sabdu) seharusnya HI ROB..
3. KIYYAU (jika dibaca dengan sabdu) seharusnya KI YAU..
4. KANNAK (jika dibaca dengan sabdu) seharusnya KA NAK..
5. KANNAS (jika dibaca dengan sabdu seharusnya KA NAS..
6.Iya (disebut tanpa sabdu) seharusnya Iyya...Iya bermaksud 'matahari'.. Dalam ayat ke
5..jika salah bacaannya akan berarti "kepada mataharilah yang kami sembah dan kepada matahari kami meminta pertolongan...!!!!"
7. SIROTHOLLAZI..hingga habis hendaklah dibaca tanpa henti...
8. AMIN..hendaklah mengaminkan Al-Fatihah dengan benar...yaitu AA... 2 harakat..MIN..3 harakat.

Semoga Amin kita bersamaan dengan Amin malaikat.... Insya-Allah... Semoga kita menjadi orang yang selalu memperbaiki bacaan shalat kita... shalat adalah tiang agama.. Sebarkan hukum Allah walaupun satu ayat..semoga kita mendapat rahmat-Nya..Insya-Allah.

Mimpi Rasulullah

Mimpi adalah sesuatu yang sering dialami oleh setiap manusia terutamanya di waktu sedang tidur. Adakala mimpi itu buruk dan ada pula yang baik. Apabila bermimpi sesuatu yang baik seperti sedang membaca Al- Quran,solat, disanjung orang dan seumpamanya, ucapkanlah syukur dan memuji Tuhan. Sebaliknya jika ia mengerikan dan menakutkan sehingga membuat kita keluh kesah, segeralah mengucap istighfar dan keampunan kepada Allah SWT.

Kadang-kadang mimpi itu akan menjadi kenyataan dan kadang- kadang ianya mainan tidur. Ulama-ulama dan wali Allah sering dapat melihat alam ghaib seperti suasana di dalam kubur (seksa dan nikmat) melalui mimpi.


Petikan dari sebuah hadis yang telah disebut oleh Imam As Sayuthi, Al Tabrani,Al Hakim At Termizi dan Al Isfahani dalam kitab mereka yang bermaksud:
1) Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi yang ajaib malam kelmarin. Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatangi oleh Malaikat Maut untuk mengambil nyawa, maka malaikat itu telah terhalang oleh ketaatannya kepada kedua ibu bapanya. 2) Aku melihat juga seorang dari umatku telah disediakan untuk menerima seksa kubur, maka dia telah diselamatkan oleh kesan wuduknya.
3) Aku melihat juga seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan, maka ia telah dibebaskan dari bahayanya oleh berkat zikrullah.
4) Aku melihat juga seorang dari umatku diseret oleh Malaikat Azab maka segera muncul solatnya serta melepaskannya dari azab tersebut.
5) Aku melihat juga seorang dari umatku sedang ditimpa dahaga yang teramat sangat, setiap ia mendatangi sesuatu perigi, dihalang untuk meminumnya, maka segera datang puasanya serta memberinya minum hingga ia merasa puas.
6) Aku melihat juga seorang dari umatku yang mengunjungi kumpulan para nabi, yang ketika itu sedang duduk berkumpul- kumpul, setiap kali dia mendekati mereka, dia diusir dari situ, maka menjelmalah mandi junubnya sambil memimpinnya ke kumpulan itu seraya menunjukkan supaya duduk di sisiku.
7) Aku melihat juga seorang dari umatku dikabusi oleh suasana gelap, di hadapannya gelap, di kanannya gelap, di kirinya gelap, di atasnya gelap, di bawahnya juga gelap, sedang ia dalam keadaan bingung. Maka datanglah pahala haji dan umrahnya, lalu mengeluarkan dari suasana gelap-gelita itu lalu memasukkannya ke dalam suasana terang-benderang.
8) Aku melihat juga seorang dari umatku berbicara kepada Mukminin, akan tetapi tidak seorang pun dari mereka yang mahu berbicara dengannya, maka menjelmalah silaturrahimnya seraya menyeru orang-orang itu, katanya:Wahai kaum Mukminin sambutlah bicaranya, lalu mereka pun berbicaralah dengannya.
9) Aku melihat seorang dari umatku sedang menepis-nepis bahang api dan percikannya dari mukanya, maka segera datanglah pahala sedekahnya lalu melindungi muka dan kepalanya dari bahaya api itu.
10) Aku melihat juga seorang dari umatku sedang diseret oleh Malaikat Zabaniah ke merata tempat, maka menjelmalah Amar Makruf dan Nahimunkar seraya menyelamatnya dari cengkaman neraka serta menyerahkannya pula kepada Malaikat Rahmat.
11) Aku melihat juga seorang dari umatku sedang merangkak- rangkak, antaranya dengan Tuhan dipasang tabir, maka menjelmalah budi pekerti seraya memimpinnya sehingga dibuka pemisah tadi dan masuklah ia ke hadrat Allah Taala.
12) Aku melihat juga seorang dari umatku terheret ke sebelah kiri oleh buku catatannya, maka menjelmalah perasaan kepada Allah menukarkan tujuan buku catatan itu ke arah kanan.
13) Aku melihat juga seorang dari umatku terangkat timbangannya, maka menjelmalah anak-anaknya yang mati kecil lalu menekan timbangan itu sehingga menjadi berat.
14) Aku melihat juga seorang dari umatku sedang berdiri di pinggir Jahanam, maka menjelmalah perasaan gerunnya terhadap seksa Allah Taala lalu membawa jauh dari tempat itu.
15) Aku melihat juga seorang dari umatku terjerumus ke dalam api neraka, maka datanglah air matanya yang mengalir kerana takut kepada Allah Taala lalu menyelamatkanya dari api neraka itu.
16) Aku melihat juga seorang dari umatku sedang meniti sirat manakala seluruh tubuhnya bergoncang seperti bergoncangnya dedaun yang ditiup angin, maka menjelmalah baik sangkanya terhadap Allah Taala lalu mententeramkan kegoncangan itu lalu dengan mudah meniti hingga ke hujung titian itu.
17) Aku melihat juga seorang dari umatku sedang meniti atas titian sirat, kadangkala ia merangkak dan kadangkala ia meniarap, maka menjelmalah solat menyeru kepadaku lalu aku memimpin tangannya dan mengajaknya berdiri dan meniti hingga ke penghujung titian itu.
18) Aku melihat juga seorang dari umatku sedang hampir tiba di pintu syurga, tiba-tiba pintu- pintunya ditutup, maka menjelmalah penyaksiannya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah lalu membukakan pintu- pintu syurga itu untuknya sehingga ia boleh memasukinya.
19) Aku melihat ada ramai orang yang digunting-gunting lidahnya, maka aku bertanya kepada Jibril siapakah mereka itu, maka Jibril menjawab: Mereka itulah orang-orang yang suka 'membawa mulut' ke sana ke mari.
20) Aku melihat juga orang- orang yang digantung dengan lidah-lidah mereka, maka aku bertanya Jibril siapakah mereka itu, maka Jibril menjawab: Mereka itulah orang-orang yang melempar tuduhan terhadap kaum Mukminin dan Mukminat dengan tuduhan tanpa bukti dan palsu.

AKU KAH ITU

Saat terbangun dari lelap di sepertiga malam..Aku tak lebih cepat dari dia shalat tahajud...

Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda.. “
Rabb kita -Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir...
Lalu Dia berfirman..“Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya..siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim)

Dari sejak dini hari ku sudah kalah olehnya... Saat fajar menampakkan keindahannya...
Aku tidak lebih cepat dari dia Shalat subuh berjamaah..
Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651) Ya Rabb jangan Engkau golongkan kami kedalam orang- orang munafik... Ketika udara pagi yang cerah mengiringil kesibukan.. Aku tidak lebih cepat dari dia shalat dhuha... Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim)

Terdiam sejenak aku sudah mengulangi kealfaanku... Saat hingar bingar kecerian jam istirahat kerja Aku tidak lebih cepat dari dia shalat dzuhur berjamaah.. Mendengar Adzan dan Iqomah.. Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Doa di antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. At- Tirmizi dan Abu Daud) betapa aku sudah melewatkan kesempatan emas ini... Lelah menjelang pulang kerja di sore hari... Melihat wajah-wajah musam penuh kepenatan... Tapi Aku tidak lebih cepat dari dia membasuh keletihan dengan air wudhu untuk shalat Ashar... Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada dua waktu dingin (subuh dan ashar), maka dia akan masuk surga.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim) Nikmat mana lagi yang engkau dustakan???... Ketika matahari mulai tenggelam dan keletihan mulai mendera... Aku tidak lebih cepat dari dia shalat Magrib berjamaah... Hati ini beralasan untuk beristirahat dari kepenatan.... Dan terkadang mengakhirkannya ketika matahari tenggelam di ufuk Ya Allah beginikah sikap hambamu ini yang "katanya" ingin menegakkan islam... Shalat isya sungguh berat kaki ini melangkah mengambil wudhu.. Sekali lagi Aku tidak lebih cepat dari dia shalat Isya berjamaah... Sibuk bersenda gurau dengan kawan atau keluarga... Terkadang berdalih ingin mengakhirkan shalat isya karena itu lebih utama... Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: Suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersibukkan dari mengerjakan shalat isya di awal waktu, maka beliau mengakhirkannya hingga kami tertidur di masjid kemudian kami terbangun, lalu kami tidur lagi kemudian terbangun. Lalu keluarlah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami, kemudian beliau bersabda: “Tidak ada seorang pun dari penduduk bumi yang menanti shalat ini selain kalian.” Adalah Ibnu Umar tidak memedulikan apakah ia mendahulukan atau mengakhirkannya, apabila ia tidak khawatir tertidur pulas/ nyenyak dari mengerjakannya pada waktunya. Adalah Ibnu Umar tidur sebelum shalat isya.” (HR. Al-Bukhari) Namun bukannya mengakhirkan malah meninggalkan shalat isya na'udzubillah....

Rizki seperti apakah yang kita harapkan jika keseharian ini ??? Aku Tidak Lebih Cepat Dari Dia dalam Shalat Aku Tidak Lebih Cepat Dari Dia dalam Doa Dan kemenangan bagaimanakah, yang kita harapkan akan terwujud bagi umat yang bila shalat subuh tiba, larut dalam tidur nyenyak, bila shalat ashar tiba, sedang hanyut dalam permainan, dan bila shalat ‘Isya’ tiba, asyik menonton sinetron.”

~Copy paste dari group di Facebook~ Renungan untuk semua~

TERUSLAH BERDZIKIR SAMPAI JADI MAYAT

Saudara seiman seaqidah...
Mengapa harus terus menerus berdzikir...? Karena umur kita terus bertambah usia berkurang.....Semakin lama..tiap jam.. tiap menit..tiap detik..kita semakin mendekati KEMATIAN... Dan sesungguhnya hamba- hamba yang beriman sangat menantikan husnul khotimah...

BAGI ORANG BERIMAN..TAK PEDULI DIMANA DIA MATI....TAPI DIA PEDULI BAGAIMANA CARA DIA MATI... Rasulullah SAW bersabda.... "Barang siapa yang di akhir hayatnya melafazkan dzikir ..'laa ilaaha illallah'.. maka dia akan masuk surga.".. Apakah mulut ini Yang kelak mendesah penuh kerinduan... Mengucap LAA ILAAHA ILLALLAAH saat malaikat maut menjemput...? Atau menjadi MULUT YANG MENGANGA DENGAN LIDAH MENJULUR...

Sungguh bahagia mereka yang selalu berdzikir kepada Allah...Inilah yang disebut ibadah hitungan detik....

ada ibadah tahunan misalnya ..shalat Idul Fitri..shaum Ramadhan... Ada pula ibadah bulanan..antara lain..shaum sunnah ayyamul biidh... Ada lagi ibadah mingguan..misalnya Shalat Jum'at.... Ada pula ibadah harian..antara lain sholat fardhu lima waktu... isya..subuh..dzuhur..ashar...hingga maghrib... dan ibadah setiap detik..setiap kesempatan..di mana pun..kapan pun..dalam posisi apa pun..yaitu dzikir kepada Allah swt... Dengan demikian hubungan kita kepada Allah swt tetap terjaga.... hingga di saat puncaknya goncangan hidup yang lebih dahsyat dari tsunami.. lebih dahsyat dari badai Katrine..dimana semua orang pasti akan mengalaminya.. yaitu SAKRATUL MAUT..

Dia tetap tenang..karena hatinya selalu berdzikir kepada Allah... Lalu Allah memanggilnya seperti dalam surat Al Fajar... "Hai jiwa yang tenang....Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya...Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba- Ku...masuklah ke dalam syurga- Ku." (QS. Al Fajr: 27-30)

Dan siapa pun yang merindukan meninggal dalam keadaan baik..maka ia harus selalu berdzikir....Itulah husnul khotimah...(dari Hudzaifah.org) Dengan berdzikir dan banyak mengingat AllahInsya Allah akan menjadikan hati kita menjadi tenang.. **** Jika ingin mati dalam keadaan baik...sering seringlah berbuat kebaikan...
Jika ingin mati dalam keadaan berpuasa..sering seringlah berpuasa...
Jika ingin mati dalam keadaan mengucap Lailahailallah..sering seringlah mengucap Lailahailallah.....

Template by:
Free Blog Templates