Dalam Sebuah Hadis Qudsi...Allah swt berfirman.. "Hai anak Adam..! Janganlah engkau melambatkan taubat..memanjangkan angan- angan dan kembali ke Akhirat tanpa amal... Berkata bagaikan 'abid..namun berbuat seperti orang munafik... Jika diberi tidak menerima..Jika tidak diberi tidak sabar... Suka orang orang yang shaleh..tapi tidak termasuk dalam mereka.. Benci orang munafik..tapi kau termasuk mereka... Dia perintahkan kebaikan..tapi tidak melakukannya... Dia melarang kemungkaran..namun tidak meninggalkannya..". Allahumma Yaa Allah... Berikan kami rezeki taubat sebelum mati...Selamatkan kami daripada diuji dengan kata-kata kami... Ingatkanlah kami ketika kami lupa..Karuniakanlah kepada kami syafaat Nabi Muhammad saw.. ----------------------------------------------
Barangsiapa mengaku 3 perkara..namun tidak bersih daripada 3 perkara.. berarti dia ''TERTIPU''.. 1. mengaku akan manisnya zikir..sedangkan dia masih cintakan dunia.. 2.mengaku ikhlas beramal..tetapi suka penghormatan manusia kepadanya.. 3. mengaku cinta kepada khaliqnya..tetapi masih memperturutkan hawa nafsunya... Rasulullahsaw bersabda.. "Akan datang kepada umatku.. dia menyukai 5 perkara dan melupakan 5 perkara.. - Mereka suka kepada dunia dan melupakan Akhirat.. - Mereka suka kepada harta sehingga melupakan Hari Hisab.. - Mereka cintakan makhluk sehingga melupakan Khaliqnya.. - Mereka suka berdoa..tetapi lupa bertaubat..dan - mereka suka rumah tetapi lupa pada kubur." Ya Allah...Ya rahman..Ya rahim.. Peliharalah kami dalam perbuatan kami..karuniakanlah kepada kami hati yang khyusuk dalam setiap ibadah.. timbulkanlah perasaan takut kami kepada-MU. Ingtkanlah kami akan keadaan di dalam kubur kelak... ========================
Rasulullah saw telah bersabda.. "Sesungguhnya SYAITAN itu meletakkan belalainya di atas HATI anak ADAM.. Apabila beliau (anak adam) BERDZIKIR.. syaitan itu akan pergi menjauh darinya..dan Jika dia lupa kepada Allah..syaitan itu akan MENYESATKAN HATINYA..". Ya Allah..Ya Rahman,..Ya Rahim..Ya Fattah..Ya 'Aliyy..Ya Razzaq..Ya Kariim.. Bukakanlah Hati kami..Tambahlah Cahaya Hidayah-Mu agar kami selalu berdzikir kepada-Mu..Berikanlah Kedamaian di dalam hati-hati kami dan bukakanlah hati hati kami agar saling mengasihi di dalam Islam... Amiin Ya Rabbal 'Aalamin... ========================
Siapa yang melihat kelalaian di dalam dirinya...Itulah hamba yang dimuliakan Allah.. Siapa yang merasa berkelebihan di dalam dirinya..Itulah hamba yang dihinakan oleh Allah... Ya Allah..Ya Rahman..Ya rahiim..permudahlah kami untuk hidup di atas jalan- Mu...Tanamkanlah di dalam hati kami Cinta kepada-Mu.. Jadikan tangan kami pemurah.. Lidah kami berdzikir dan berhikmah..Jadikanlah diri kami istiqamah. Ya Allah..Tuhan yang membolak- balikkan hati..tetapkanlah hati kami pada agama-Mu..
Alllahumma Amiin
Rabu, 25 Januari 2012
Sabtu, 21 Januari 2012
Tanda-Tanda Kebesaran Allah
Firman Allah Ta’ala yg artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi silih bergantinya malam dan siang bahtera yg berlayar di laut membawa apa yg berguna bagi manusia dan apa yg Allah turunkan dari langit berupa air lalu dgn air itu Dia hidupkan bumi setelah matinya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan dan pengisaran angin dan awan yg dikendalikan di antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yg berakal”. . Suatu karunia dan ni’mat yg tiada tara yg diberikan Allah kepada manusia adl “akal”.
Betapa bernilainya akal adl hal yg tidak dapat dipungkiri oleh siapapun sehingga tak perlu dijabarkan pada tulisan singkat ini. Yang menjadi topik pembahasan kita adl bagaimana memanfaatkan akal dgn benar dan sesuai dgn tujuan penciptaannya yg telah digariskan oleh Sang Maha Pencipta Allah subhanahu wa ta’ala. Salah satu penggunaan akal yg utama kalau bukan paling utama adl merenungi memikirkan dan memahami ayat-ayat Allah dgn tujuan utk mengenal Allah beriman kepada- Nya dan menyembah-Nya. Adalah celaka jika seseorang tidak menggunakan akalnya utk mendapatkan hidayah Allah. Dan lbh celaka lagi orang yg diberi akal dan kemampuan menggunakannya dgn baik namun tidak membimbingnya menuju hidayah Allah. Hal itu bisa terjadi krn keengganan dan kesombongannya utk mengakui kekuasaan Allah. Na’udzu billahi min dzalik. Dan tentunya ada yg sangat beruntung dgn menjadi orang yg mendapatkan hidayah Allah menggapai ni’matnya iman kepada Allah dgn menggunakan akal. Hal ini bisa dicapai dgn memperhatikan dan memahami ayat-ayat Allah yg terhampar luas pada alam semesta ciptaan- Nya ini.
Diantaranya adl beberapa tanda-tanda yg disebutkan dalam ayat di atas dgn rincian sebagai berikut Penciptaan langit. Langit adl ciptaan Allah yg penuh dgn keindahan keanehan keluarbiasaan dan misteri tentunya. Seseorang yg suka memperhatikan langit di malam maupun siang hari akan merasakan ketakjuban yg luar biasa terhadap keindahannya. Dan mungkin akan merasakan betapa besarnya kekuasaan Allah. Bahkan kini manusia sudah sampai menembus angkasa mengeksplorasi bulan dan planet lain yg dapat dicapainya. Bahkan seorang atheis sekali pun mungkin akan merasakan getaran jiwa bahwa Tuhan itu ada. Karena memang fitrah manusia diciptakan utk percaya akan adanya Tuhan. Penciptaan bumi. Bumi kita yg indah ini sangat kaya akan ayat- ayat Allah yg sangat luar biasa. Bahkan sampai era teknologi seperti sekarang ini manusia belum mampu menyibak tabir misteri semua yg ada di muka bumi ini. Gunung-gunung menjulang tinggi lautan dan samudera terbentang luas gurun pasir padang rumput ladang- ladang pertanian dan dataran rendah serta lain-lainnya sangatlah berkesinambungan dan penuh hikmah dalam penciptaannya. Semua itu Allah peruntukkan bagi manusia. Maka pantaskah kita ingkar kepada- Nya? Lihatlah kapal-kapal yg berlayar mengarungi lautan luas.
Perhatikanlah bagaimana Allah telah menundukan lautan utk manusia dgn kapal. Ilmu pengetahuan mengungkap bahwa hal ini terjadi krn perbedaan berat jenis air laut dan kapal serta adanya ruang udara yg menyebabkan kapal dapat mengapung. Namun perlu kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan hanya “mengungkap” tapi tidak menciptakan. Bukankah hal ini tetap terjadi walau rahasianya tidak dapat diungkapkan? Perhatikanlah bagaimana besarnya manfaat kapal-kapal mengarungi lautan. Dengannya kebutuhan dan manfaat bagi manusia dapat dipasok dan dipenuhi. Bagaimana ekspor- impor sekarang ini sangat tergantung pada pelayaran kapal-kapal kargo di lautan. Sungguh hal itu hanya semakin mempertegas kekuasaan Allah. Air hujan yg diturunkan Allah ke bumi merupakan ni’mat yg tak terhingga.
Bahkan di era teknologi yg sudah bisa membuat hujan buatan hujan alami ciptaan Allah tetap tak tergantikan. Lihatlah apa yg terjadi pada belahan bumi yg tak terkena hujan dalam jangka waktu yg melampaui batasnya ia akan kering kerontang tak berkehidupan. Lalu lihatlah tatkala hujan mengguyurnya ia seakan-akan bangkit dari kematiaannya dgn mulai tumbuhnya berbagai jenis tumbuh-tumbuhan Marilah kita sejenak merenungkannya. Hewan-hewan yg bertebaran di muka bumi ini sangat banyak dan bervariasi serta penuh dgn tanda-tanda kekuasaan Allah.
Semuanya penuh dgn segala manfaat dan hikmah bagi manusia. Peredaran angin. Angin merupakan unsur penting dalam kehidupan di muka bumi ini. Baik itu kehidupan manusia hewan dan tumbuh-tumbuhan. Awan adl fenomena yg unik dari sebuah proses terjadi dan turunnya hujan. Namun tidak hanya itu manfaat awan bagi manusia. Awan juga dapat melindungi manusia dari teriknya sinar matahari setidaknya utk beberapa saat. Bahkan awan menjadi dominan pada saat musim hujan. Namun dgn demikian keseimbangan cuaca bumi menjadi terjaga dgn sirkulasi musim dan cuaca ini. Tulisan ini mungkin terlalu singkat krn memang bukan utk membahas detail perkara- perkara di atas namun hanya utk mengajak dan memancing keinginan serta niat kita utk kembali merenungkan ayat-ayat kekuasaan Allah tentunya dgn memanfaatkan akal yg telah Allah karuniakan kepada kita. Karena pada perkara-perkara tersebut terdapat tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan Allah bagi orang yg berakal. Sekian wallahu a’lam.
sumber file al_islam.chm
Betapa bernilainya akal adl hal yg tidak dapat dipungkiri oleh siapapun sehingga tak perlu dijabarkan pada tulisan singkat ini. Yang menjadi topik pembahasan kita adl bagaimana memanfaatkan akal dgn benar dan sesuai dgn tujuan penciptaannya yg telah digariskan oleh Sang Maha Pencipta Allah subhanahu wa ta’ala. Salah satu penggunaan akal yg utama kalau bukan paling utama adl merenungi memikirkan dan memahami ayat-ayat Allah dgn tujuan utk mengenal Allah beriman kepada- Nya dan menyembah-Nya. Adalah celaka jika seseorang tidak menggunakan akalnya utk mendapatkan hidayah Allah. Dan lbh celaka lagi orang yg diberi akal dan kemampuan menggunakannya dgn baik namun tidak membimbingnya menuju hidayah Allah. Hal itu bisa terjadi krn keengganan dan kesombongannya utk mengakui kekuasaan Allah. Na’udzu billahi min dzalik. Dan tentunya ada yg sangat beruntung dgn menjadi orang yg mendapatkan hidayah Allah menggapai ni’matnya iman kepada Allah dgn menggunakan akal. Hal ini bisa dicapai dgn memperhatikan dan memahami ayat-ayat Allah yg terhampar luas pada alam semesta ciptaan- Nya ini.
Diantaranya adl beberapa tanda-tanda yg disebutkan dalam ayat di atas dgn rincian sebagai berikut Penciptaan langit. Langit adl ciptaan Allah yg penuh dgn keindahan keanehan keluarbiasaan dan misteri tentunya. Seseorang yg suka memperhatikan langit di malam maupun siang hari akan merasakan ketakjuban yg luar biasa terhadap keindahannya. Dan mungkin akan merasakan betapa besarnya kekuasaan Allah. Bahkan kini manusia sudah sampai menembus angkasa mengeksplorasi bulan dan planet lain yg dapat dicapainya. Bahkan seorang atheis sekali pun mungkin akan merasakan getaran jiwa bahwa Tuhan itu ada. Karena memang fitrah manusia diciptakan utk percaya akan adanya Tuhan. Penciptaan bumi. Bumi kita yg indah ini sangat kaya akan ayat- ayat Allah yg sangat luar biasa. Bahkan sampai era teknologi seperti sekarang ini manusia belum mampu menyibak tabir misteri semua yg ada di muka bumi ini. Gunung-gunung menjulang tinggi lautan dan samudera terbentang luas gurun pasir padang rumput ladang- ladang pertanian dan dataran rendah serta lain-lainnya sangatlah berkesinambungan dan penuh hikmah dalam penciptaannya. Semua itu Allah peruntukkan bagi manusia. Maka pantaskah kita ingkar kepada- Nya? Lihatlah kapal-kapal yg berlayar mengarungi lautan luas.
Perhatikanlah bagaimana Allah telah menundukan lautan utk manusia dgn kapal. Ilmu pengetahuan mengungkap bahwa hal ini terjadi krn perbedaan berat jenis air laut dan kapal serta adanya ruang udara yg menyebabkan kapal dapat mengapung. Namun perlu kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan hanya “mengungkap” tapi tidak menciptakan. Bukankah hal ini tetap terjadi walau rahasianya tidak dapat diungkapkan? Perhatikanlah bagaimana besarnya manfaat kapal-kapal mengarungi lautan. Dengannya kebutuhan dan manfaat bagi manusia dapat dipasok dan dipenuhi. Bagaimana ekspor- impor sekarang ini sangat tergantung pada pelayaran kapal-kapal kargo di lautan. Sungguh hal itu hanya semakin mempertegas kekuasaan Allah. Air hujan yg diturunkan Allah ke bumi merupakan ni’mat yg tak terhingga.
Bahkan di era teknologi yg sudah bisa membuat hujan buatan hujan alami ciptaan Allah tetap tak tergantikan. Lihatlah apa yg terjadi pada belahan bumi yg tak terkena hujan dalam jangka waktu yg melampaui batasnya ia akan kering kerontang tak berkehidupan. Lalu lihatlah tatkala hujan mengguyurnya ia seakan-akan bangkit dari kematiaannya dgn mulai tumbuhnya berbagai jenis tumbuh-tumbuhan Marilah kita sejenak merenungkannya. Hewan-hewan yg bertebaran di muka bumi ini sangat banyak dan bervariasi serta penuh dgn tanda-tanda kekuasaan Allah.
Semuanya penuh dgn segala manfaat dan hikmah bagi manusia. Peredaran angin. Angin merupakan unsur penting dalam kehidupan di muka bumi ini. Baik itu kehidupan manusia hewan dan tumbuh-tumbuhan. Awan adl fenomena yg unik dari sebuah proses terjadi dan turunnya hujan. Namun tidak hanya itu manfaat awan bagi manusia. Awan juga dapat melindungi manusia dari teriknya sinar matahari setidaknya utk beberapa saat. Bahkan awan menjadi dominan pada saat musim hujan. Namun dgn demikian keseimbangan cuaca bumi menjadi terjaga dgn sirkulasi musim dan cuaca ini. Tulisan ini mungkin terlalu singkat krn memang bukan utk membahas detail perkara- perkara di atas namun hanya utk mengajak dan memancing keinginan serta niat kita utk kembali merenungkan ayat-ayat kekuasaan Allah tentunya dgn memanfaatkan akal yg telah Allah karuniakan kepada kita. Karena pada perkara-perkara tersebut terdapat tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan Allah bagi orang yg berakal. Sekian wallahu a’lam.
sumber file al_islam.chm
Jumat, 20 Januari 2012
KAROMAH JASAD YANG TAKHANCUR DIMAKAN TANAH HINGGAHARI KIAMAT
buku yang berjudul “ JASAD PARA SYUHADA TAK MEMBUSUK” karya Dr. Abdul Hamid Al-Qudhah, penerbit Zam- Zam.
Buku ini menceritakan banyak kisah yang diceritakan saksi mata dari masa-kemasa tentang Jasad Para syuhada yang sama sekali tidak membusuk. Buku ini juga menjelaskan secara ilmiah tentang bagaimana mikroba- mikroba anaerob yang sama sekali tidak “sudi” untuk menggerogoti sel-sel jenazah Para nabi, mayat para syuhada juga para hafidz Qur’an. Tidak akan ada kaum rasionalis dan skeptis yang akan mempercayai fenomena ini namun kita sebagai umat Islam harus percaya dan mengimaninya sebab sudah diceritakan Rasulullah dalam haditsnya…….. Penjelasan awal Ilmu Kedokteran telah mampu mendeteksi prose-proses pembusukan mayat (degradasi organisme) di dalam kubur, sejak ruh menginggalkan tubuh hingga tubuh berubah menjadi gas, cairan dan ammonia.
Firman-Nya”…….. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya” ( Al-A’raf :29). Mikroba bekerja bersama pihak lain dalam menyelesaikan tugas ini, khususnya mikroba-mikroba anaerob yang hidup didalam usus manusia, enzim-enzim yang terlepas dari sel-sel setelah tubuh menginggal dan larva-larva tanah yang berkembang biak dengan sangat cepat. Mereka semua menggerogoti sel-sel mayat dengan sangat lahap. Namun Fenomena ini tidak berlaku pada jasad Nabi, Syuhada juga jasad orang hafidz Qur’an . Tubuh mereka masih tetap utuh dan kebal terhadap bakter-bakteri pembusuk tersebut. Meski telah terkubur berpuluh-puluh tahun lamanya. Seakan-akan mereka masih hidup berada di tengah- tengah kita. Benarlah apa yang disampaikan oleh Allah Ta’ala,” Janganlah kamu mengira orang- orang yang gugur dijalan Allah itu mati;bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezeki.(Ali Imran;169). Sejarah telah menjadi saksi akan keutuhan jazad mereka dan tetap akan bertutur kepada manusia mengenai kondisi mereka.
Jasad utuh pada zaman Rasulullah : Jabir bin Abdillah bercerita : “menjelang perang Uhud ayahku memanggilku pada malam hari. Ia berkata,’Aku merasa akan menjadi orang pertama yang gugur diantara sahabat rasulullah. Sungguh aku tidak meninggalkan seorangpun yang lebih aku sayangi disbanding kamu disamping diri Rasululullah. Sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah.
Dan, bersikaplah yang baik kepada sudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya iapun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama yang lain dalam satu kubur. Tetapi hatiku merasa kurang nyaman membiarkan ayahku berbagi kubur dengan orang lain. Karenanya selang eman bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya.
Ajaib, jazadnya masih utuh seperti ketika aku mnguburkannya ( Diriwayatkan oleh Bukhari) Jasad utuh para suyuhada mujahidin mesir Diantara fakta dan karamah yang menakjubkan ini adalah seperti yang diceritakan oleh Dr. Mahmud An-Najjar dosen ilmu arkeologi dengan spesialisasi tulang manusia di Universitas Yarmuk Yordan. Saya berkesempatan mendengar langsung penuturannya tentang apa yang disaksikan dengan kedua matanya terkait jasad para syuhada pasukan Mesir yang berjihad di palestina melawan pasukan Yahudi tahun 1948 M. mengungkapkan bahwa pada tahun 1956, beliau turut hadir bersama saudara kandungnya dalam acara penghormatan untuk para syuhada tentara Mesir.
Dalam acara yang memperlihatkan kurang lebih 45 jasad syahid lengkap dengan seragam mereka, beliau menyaksikan langsung kondisi tubuh mereka masih utuh seperti sedia kala walaupun kematian mereka terjadi 8 tahun silam. Jasad Utuh Kyai Abdullah rahimahullah di Indonesia http://www.detiknews.com/ read/2009/08… Jakarta – Tiga bak berisi air dan potongan kayu ukuran 70 cm x 30 cm telah disiapkan anak-anak almarhum KH. Abdullah.
Saat itu, Minggu 2 Agustus 2009, makam Kiai Abdullah akan dipindahkan lantaran di lokasi itu terkena proyek pelebaran Jalan Benda, Batu Ceper, Tangerang, yang mengarah ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Air yang ada di dalam bak itu rencananya akan digunakan untuk mencuci tulang belulang sebelum dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru. Sementara potongan kayu sengon sebanyak 9 potong diperuntukkan sebagai dinding pembatas jenazah di dalam liang lahat. “Saya sudah beberapa kali melihat proses pemindahan kuburan di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Persiapannya memang seperti itu,” kata Achmad Fathi, anak ketiga Kiai Abdullah. Namun semua perlengkapan itu akhirnya tidak terpakai.
Soalnya, ketika makam yang berusia 26 tahun digali, pemandangan aneh terjadi. Jasad Kiai Abdullah ternyata masih utuh. Begitu juga dengan kain kafan dan kayu penutup jenazah. Tidak ada tanda-tanda bekas gigitan rayap atau binatang tanah di kafan maupun di kayu kamper tersebut. Sementara Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah, yang mengangkat jenazah ayahnya dari liang lahat mengaku sempat kaget. Soalnya kondisi jenazah hampir sama seperti saat dikuburkan, 22 Oktober 1983 silam. “Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih” jelas Mukhtar. Mukhtar dan keluarganya semakin kaget, jenazah juga beraroma harum yang menyerbak. Wanginya, kata Mukhtar, tidak seperti parfum- parfum yang ada di toko-toko minyak wangi. Teriakan takbir pun langsung terdengar dari orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut. Yang juga dirasa aneh oleh keluarga, ribuan warga tiba-tiba berdatangan mengikuti prosesi pemindahan jenazah.
Padahal keluarga tidak memberi pemberitahuan kepada warga maupun murid-murid Kiai Abdullah. Mereka tiba-tiba saja datang. “Awalnya pemindahan jenazah itu hanya dilakukan keluarga. Paling hanya 20 orang. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba saat jenazah digali orang-orang sudah banyak berkumpul,” ujar Mukhtar. Saking banyaknya orang yang datang, imbuh Mukhtar, mobil dan motor pelayat yang terparkir di sisi jalan Benda, panjangnya mencapai 5 kilometer sehingga membuat kemacetan yang luar biasa di jalan tersebut.
Beberapa warga yang ditemui detikcom menuturkan, sebelum proses pemindahan jenazah, sebenarnya tanda-tanda keanehan sudah muncul terkait rencana pemindahan makam tersebut. Sebab saat alat berat ingin menghancurkan musala dan bangunan makam, tidak bisa berfungsi. Beberapa kali alat pengeruk dari mobil beko patah ujung kukunya. Karena kejadian itu, pihak kontraktor pelebaran jalan menunda pembongkaran yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2009 itu. Pembongkaran baru bisa dilanjutkan awal Agustus setelah ada kesepakatan dengan keluarga. Salah satunya soal cara pembongkaran musala dan makam itu, yakni dengan hanya menggunakan palu dan linggis. Bukan pakai alat berat.
Keluarga Kiai Abdullah sebenarnya menyayangkan kalau musala itu dibongkar. Sebab musala yang telah ada sejak puluhan tahun lalu itu sangat dibutuhkan warga setempat untuk beribadah. Musala yang berdiri di atas tanah wakaf itu sejak dibangun Kiai Abdullah tahun 1950-an sudah mengalami beberapa pemugaran dan pelebaran. Hingga menjadi semakin luas dan bangunannya menjadi permanen. Namun pada 2007, Pemkot Tangerang ternyata punya rencana melakukan pelebaran jalan Benda, Juru Mudi, Batu Ceper, yang berada di sepanjang Sungai Cianjane. Musala dan makam itu kebetulan berada di lokasi yang akan dijadikan akses jalan sehingga terpaksa harus digusur. Tanah yang akan digusur dihargai Rp 500 ribu per meter. Harga itu belum termasuk bangunan yang akan dibongkar.
Tapi keluarga Kiai Abdullah menolak pemberian uang pengganti. Pasalnya , tanah tempat musala dan makam itu merupakan tanah wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan. Pihak keluarga hanya meminta Pemkot membangun kembali musala di sekitar wilayah Juru Mudi, supaya warga setempat mudah kalau ingin beribadah. “Sepeser pun kami tidak menerima uang penggantian. Biaya pemindahan jenazah saja kami tanggung sendiri, sekalipun Pemkot sudah menawarkan” jelas Mukhtar, anak sulung Kiai Abdullah. Kini jenazah Kiai Abdullah dimakamkan di depan pekarangan rumah Achmad Fathi, yang berjarak hanya 15 meter dari lokasi pemakaman sebelumnya.
Di areal pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudullah bin Mukmin, makam istri keduanya Maswani, serta makam putra keduanya yang bernama M Syurur. Rencananya, areal makam itu akan diperluas lantaran setiap hari banyak orang yang datang untuk berziarah, terutama setelah tersiar kabar jasad Kiai Abdullah masih utuh meski dikubur selama 26 tahun. Bahkan untuk memudahkan para peziarah, keluarga bermaksud membangun musala di samping areal makam LIHAT VIDEONYA DI para dokter berusaha mengilmiahkan fenomena ini dengan mengatakan mayat bisa utuh karena tanah yang banyak mengandung kapur, namun tetaplah tidak akan masuk dilogika karena kondisi tubuh Kyai masih tetap tidak ada perubahan seperti tubuh manusia hidup tanpa ada kerusakan sedikitpun (TIDAK BERKERUT, TIDAK ADA BAGIAN TUBUH YANG HANCUR/HILANG) bahkan kain kafannya tidak rusak dimakan tanah. DAN DI lihat kesimpulan Admin: Wahai saudaraku para pengunjung blog ini, mari kita raih ridho Allah dengan menjadi bagian dari mereka yang mendapatkan karomah jasad yang tidak hancur dimakan oleh “zaman”. Mari kita menjadi mu’adzin al-muhtasibin ,
sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Umar: rasulullah bersabda,” Mu’adzin al- muhtasibin (yang mengharap pahala disisi Allah) seperti seorang syahid yang berlumuran darah. Apabila dia mati jasadnya tidak dimakan belatung didalam kuburnya” ( Diriwayatkan oleh Mundziri dalam At-targhib wat Tarhib,I:181.no.24)
Buku ini menceritakan banyak kisah yang diceritakan saksi mata dari masa-kemasa tentang Jasad Para syuhada yang sama sekali tidak membusuk. Buku ini juga menjelaskan secara ilmiah tentang bagaimana mikroba- mikroba anaerob yang sama sekali tidak “sudi” untuk menggerogoti sel-sel jenazah Para nabi, mayat para syuhada juga para hafidz Qur’an. Tidak akan ada kaum rasionalis dan skeptis yang akan mempercayai fenomena ini namun kita sebagai umat Islam harus percaya dan mengimaninya sebab sudah diceritakan Rasulullah dalam haditsnya…….. Penjelasan awal Ilmu Kedokteran telah mampu mendeteksi prose-proses pembusukan mayat (degradasi organisme) di dalam kubur, sejak ruh menginggalkan tubuh hingga tubuh berubah menjadi gas, cairan dan ammonia.
Firman-Nya”…….. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya” ( Al-A’raf :29). Mikroba bekerja bersama pihak lain dalam menyelesaikan tugas ini, khususnya mikroba-mikroba anaerob yang hidup didalam usus manusia, enzim-enzim yang terlepas dari sel-sel setelah tubuh menginggal dan larva-larva tanah yang berkembang biak dengan sangat cepat. Mereka semua menggerogoti sel-sel mayat dengan sangat lahap. Namun Fenomena ini tidak berlaku pada jasad Nabi, Syuhada juga jasad orang hafidz Qur’an . Tubuh mereka masih tetap utuh dan kebal terhadap bakter-bakteri pembusuk tersebut. Meski telah terkubur berpuluh-puluh tahun lamanya. Seakan-akan mereka masih hidup berada di tengah- tengah kita. Benarlah apa yang disampaikan oleh Allah Ta’ala,” Janganlah kamu mengira orang- orang yang gugur dijalan Allah itu mati;bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezeki.(Ali Imran;169). Sejarah telah menjadi saksi akan keutuhan jazad mereka dan tetap akan bertutur kepada manusia mengenai kondisi mereka.
Jasad utuh pada zaman Rasulullah : Jabir bin Abdillah bercerita : “menjelang perang Uhud ayahku memanggilku pada malam hari. Ia berkata,’Aku merasa akan menjadi orang pertama yang gugur diantara sahabat rasulullah. Sungguh aku tidak meninggalkan seorangpun yang lebih aku sayangi disbanding kamu disamping diri Rasululullah. Sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah.
Dan, bersikaplah yang baik kepada sudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya iapun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama yang lain dalam satu kubur. Tetapi hatiku merasa kurang nyaman membiarkan ayahku berbagi kubur dengan orang lain. Karenanya selang eman bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya.
Ajaib, jazadnya masih utuh seperti ketika aku mnguburkannya ( Diriwayatkan oleh Bukhari) Jasad utuh para suyuhada mujahidin mesir Diantara fakta dan karamah yang menakjubkan ini adalah seperti yang diceritakan oleh Dr. Mahmud An-Najjar dosen ilmu arkeologi dengan spesialisasi tulang manusia di Universitas Yarmuk Yordan. Saya berkesempatan mendengar langsung penuturannya tentang apa yang disaksikan dengan kedua matanya terkait jasad para syuhada pasukan Mesir yang berjihad di palestina melawan pasukan Yahudi tahun 1948 M. mengungkapkan bahwa pada tahun 1956, beliau turut hadir bersama saudara kandungnya dalam acara penghormatan untuk para syuhada tentara Mesir.
Dalam acara yang memperlihatkan kurang lebih 45 jasad syahid lengkap dengan seragam mereka, beliau menyaksikan langsung kondisi tubuh mereka masih utuh seperti sedia kala walaupun kematian mereka terjadi 8 tahun silam. Jasad Utuh Kyai Abdullah rahimahullah di Indonesia http://www.detiknews.com/ read/2009/08… Jakarta – Tiga bak berisi air dan potongan kayu ukuran 70 cm x 30 cm telah disiapkan anak-anak almarhum KH. Abdullah.
Saat itu, Minggu 2 Agustus 2009, makam Kiai Abdullah akan dipindahkan lantaran di lokasi itu terkena proyek pelebaran Jalan Benda, Batu Ceper, Tangerang, yang mengarah ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Air yang ada di dalam bak itu rencananya akan digunakan untuk mencuci tulang belulang sebelum dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru. Sementara potongan kayu sengon sebanyak 9 potong diperuntukkan sebagai dinding pembatas jenazah di dalam liang lahat. “Saya sudah beberapa kali melihat proses pemindahan kuburan di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Persiapannya memang seperti itu,” kata Achmad Fathi, anak ketiga Kiai Abdullah. Namun semua perlengkapan itu akhirnya tidak terpakai.
Soalnya, ketika makam yang berusia 26 tahun digali, pemandangan aneh terjadi. Jasad Kiai Abdullah ternyata masih utuh. Begitu juga dengan kain kafan dan kayu penutup jenazah. Tidak ada tanda-tanda bekas gigitan rayap atau binatang tanah di kafan maupun di kayu kamper tersebut. Sementara Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah, yang mengangkat jenazah ayahnya dari liang lahat mengaku sempat kaget. Soalnya kondisi jenazah hampir sama seperti saat dikuburkan, 22 Oktober 1983 silam. “Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih” jelas Mukhtar. Mukhtar dan keluarganya semakin kaget, jenazah juga beraroma harum yang menyerbak. Wanginya, kata Mukhtar, tidak seperti parfum- parfum yang ada di toko-toko minyak wangi. Teriakan takbir pun langsung terdengar dari orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut. Yang juga dirasa aneh oleh keluarga, ribuan warga tiba-tiba berdatangan mengikuti prosesi pemindahan jenazah.
Padahal keluarga tidak memberi pemberitahuan kepada warga maupun murid-murid Kiai Abdullah. Mereka tiba-tiba saja datang. “Awalnya pemindahan jenazah itu hanya dilakukan keluarga. Paling hanya 20 orang. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba saat jenazah digali orang-orang sudah banyak berkumpul,” ujar Mukhtar. Saking banyaknya orang yang datang, imbuh Mukhtar, mobil dan motor pelayat yang terparkir di sisi jalan Benda, panjangnya mencapai 5 kilometer sehingga membuat kemacetan yang luar biasa di jalan tersebut.
Beberapa warga yang ditemui detikcom menuturkan, sebelum proses pemindahan jenazah, sebenarnya tanda-tanda keanehan sudah muncul terkait rencana pemindahan makam tersebut. Sebab saat alat berat ingin menghancurkan musala dan bangunan makam, tidak bisa berfungsi. Beberapa kali alat pengeruk dari mobil beko patah ujung kukunya. Karena kejadian itu, pihak kontraktor pelebaran jalan menunda pembongkaran yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2009 itu. Pembongkaran baru bisa dilanjutkan awal Agustus setelah ada kesepakatan dengan keluarga. Salah satunya soal cara pembongkaran musala dan makam itu, yakni dengan hanya menggunakan palu dan linggis. Bukan pakai alat berat.
Keluarga Kiai Abdullah sebenarnya menyayangkan kalau musala itu dibongkar. Sebab musala yang telah ada sejak puluhan tahun lalu itu sangat dibutuhkan warga setempat untuk beribadah. Musala yang berdiri di atas tanah wakaf itu sejak dibangun Kiai Abdullah tahun 1950-an sudah mengalami beberapa pemugaran dan pelebaran. Hingga menjadi semakin luas dan bangunannya menjadi permanen. Namun pada 2007, Pemkot Tangerang ternyata punya rencana melakukan pelebaran jalan Benda, Juru Mudi, Batu Ceper, yang berada di sepanjang Sungai Cianjane. Musala dan makam itu kebetulan berada di lokasi yang akan dijadikan akses jalan sehingga terpaksa harus digusur. Tanah yang akan digusur dihargai Rp 500 ribu per meter. Harga itu belum termasuk bangunan yang akan dibongkar.
Tapi keluarga Kiai Abdullah menolak pemberian uang pengganti. Pasalnya , tanah tempat musala dan makam itu merupakan tanah wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan. Pihak keluarga hanya meminta Pemkot membangun kembali musala di sekitar wilayah Juru Mudi, supaya warga setempat mudah kalau ingin beribadah. “Sepeser pun kami tidak menerima uang penggantian. Biaya pemindahan jenazah saja kami tanggung sendiri, sekalipun Pemkot sudah menawarkan” jelas Mukhtar, anak sulung Kiai Abdullah. Kini jenazah Kiai Abdullah dimakamkan di depan pekarangan rumah Achmad Fathi, yang berjarak hanya 15 meter dari lokasi pemakaman sebelumnya.
Di areal pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudullah bin Mukmin, makam istri keduanya Maswani, serta makam putra keduanya yang bernama M Syurur. Rencananya, areal makam itu akan diperluas lantaran setiap hari banyak orang yang datang untuk berziarah, terutama setelah tersiar kabar jasad Kiai Abdullah masih utuh meski dikubur selama 26 tahun. Bahkan untuk memudahkan para peziarah, keluarga bermaksud membangun musala di samping areal makam LIHAT VIDEONYA DI para dokter berusaha mengilmiahkan fenomena ini dengan mengatakan mayat bisa utuh karena tanah yang banyak mengandung kapur, namun tetaplah tidak akan masuk dilogika karena kondisi tubuh Kyai masih tetap tidak ada perubahan seperti tubuh manusia hidup tanpa ada kerusakan sedikitpun (TIDAK BERKERUT, TIDAK ADA BAGIAN TUBUH YANG HANCUR/HILANG) bahkan kain kafannya tidak rusak dimakan tanah. DAN DI lihat kesimpulan Admin: Wahai saudaraku para pengunjung blog ini, mari kita raih ridho Allah dengan menjadi bagian dari mereka yang mendapatkan karomah jasad yang tidak hancur dimakan oleh “zaman”. Mari kita menjadi mu’adzin al-muhtasibin ,
sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Umar: rasulullah bersabda,” Mu’adzin al- muhtasibin (yang mengharap pahala disisi Allah) seperti seorang syahid yang berlumuran darah. Apabila dia mati jasadnya tidak dimakan belatung didalam kuburnya” ( Diriwayatkan oleh Mundziri dalam At-targhib wat Tarhib,I:181.no.24)
Rabu, 04 Januari 2012
2012 : Invasi ALIEN dan BeritaAl Qur’an ?
Banyak orang meyakini di tahun
2012, adalah tahun serbuan
Alien ke Bumi. Hal tersebut dapat
kita lihat di berbagai berita, baik
media cetak maupun elektronik.
Berkenaan dengan Serbuan
Makhluk Luar Bumi, Al Qur’an
menjelaskan :
Hingga apabila dibukakan Ya’juj
dan Ma’juj, dan mereka turun
dengan cepat dari seluruh
tempat yang tinggi. (QS. Al
Anbiya (21) ayat 96)
Ayat ini mengindikasikan bahwa
Ya’juj dan Ma’juj muncul bukan
dari bawah. Tapi dari atas. Dan
kata “ seluruh tempat yang
tinggi” dapat diasumsikan
bahwa mereka bukan muncul
dari atas gunung tertentu.
Namun lebih berkonotasi seperti
turunnya air hujan.
Ayat diatas juga membantah
kalau Ya’juj dan Ma’juj muncul
dari atas seluruh gunung. Karena
tembok Zulkarnain (sepanjang
pengetahuan kami) hanya ada
satu, dan letaknya bukan di atas
seluruh gunung.
Jadi misteri ayat ini adalah,
tembok Zulkarnain yang
menghalangi invasi Ya’juj dan
Ma’juj itu. sebenarnya bangunan
apa?
Mengapa strukturnya harus
dari Kerangka Besi, dibalut Cor
Tembaga (QS. Al Kahfi (18) ayat
94-96), dan Sangat Tinggi?
Bagaimana caranya bangunan
ini menghalangi Ya’juj dan Ma’juj
ribuan tahun tanpa bisa
ditembus (QS. Al Kahfi (18) ayat
97) , ataupun diputari?
Jika kita gambarkan Gerbang
Zulkarnain sebagai satu tembok
biasa, tentu ukurannya sangat
besar dan menghadap ke atas
(ingat : Ya’juj dan Ma’juj, turun
dari seluruh tempat yang tinggi)
…
mungkinkah tembok yang
dimaksud adalah sebuah medan
energi, yang dihasilkan oleh
rangkaian peralatan yang
terbuat dari besi dan
tembaga… ???
Logam TEMBAGA yang mampu
memuat dan mengalirkan arus
listrik/api/panas, jika ditambah
Logam BESI yang juga
mengalirkan panas, jika terkena
panas/api . Maka benturan 2
logam tersebut akan membentuk
fluktuasi energi berupa medan
listrik/panas.
Medan Energi inilah yang
mungkin tidak bisa di dekati oleh
bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Dengan
catatan, selama sinar matahari
masih terus menempa tempat
tersebut.
Mungkin bentuk peralatannya
seperti ini :
Mungkinkah tembok yang
berbentuk medan energi ini,
dibangun untuk menyegel suatu
gerbang “worm hole” yang
menghubungkan bumi dengan
tempat lain di luar angkasa ?
Atau mungkinkah sebagai
penghalang bagi sebuah
gerbang dimensi lain?
Namun yang pasti, jika teori di
atas benar, saat ini kita tidak
perlu terlalu khawatir, selama
Bumi masih disinari Matahari.
Tapi jangan terlena dulu, sekitar
300 tahun yang lalu, aktivitas
Matahari pernah meredup.
Lahan perkebunan dan
permukiman warga di Swiss
tertutup salju. Bahkan, sebagian
wilayah rusak diterjang banjir
salju. Kanal-kanal dan sungai di
Inggris Raya dan Belanda pun
tak lagi dialiri air karena airnya
sudah membeku. Sebagian
warga memanfaatkannya untuk
berselancar di atas sungai
bersalju itu. Laut Baltik pun
membeku dan membuat orang-
orang bisa menyeberang dari
Polandia ke Swedia tanpa
perahu.
Pada 1658, akibat membekunya
Green Belt , mendorong tentara
Swedia menginvasi Denmark
menggunakan pasukan berkuda.
Tak hanya di Swiss, Inggris, dan
Belanda, fenomena tertutupnya
daratan oleh salju itu
menyelimuti seluruh Eropa. Di
kawasan Amerika Utara pun
demikian.
Para ahli sejarah kemudian
menamai fenomena ini dengan
Little Ice Age atau Zaman Es Kecil.
Memang bukan terjadi beberapa
waktu terakhir, melainkan pada
1641–1715. Membekunya Eropa
dan Amerika Utara ini praktis
berlangsung selama 74 tahun.
Dampaknya, hasil pertanian dan
perkebunan gagal sehingga
kelaparan mengancam daratan
Eropa waktu itu .Musim salju
berkepanjangan menimpa Eropa
kala itu karena Matahari
mengalami penurunan aktivitas
atau solar minimum. Penurunan
aktivitas Matahari itu membuat
wilayah utara Bumi menjalani
musim dingin karena suhu turun
1–1,5 derajat Celcius.
Akankah peristiwa 300-an tahun
lalu itu terulang, di tahun 2012 ?
Mungkinkan Ya’juj dan Ma’juj,
akan meng-invasi Bumi ketika
peristiwa ini kembali terulang ?
WaLlahu a’lamu bishshawab
Hadits Huru Hara di Bulan Ramadhan 2012
oleh Ahmad Sarwat,Lc
Benarkah Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mohon kesediaan ustadz untuk menjawab tanda tanya besar yang menghantui rasa ingin tahu kami. Ceritanya begini: Ada seorang ustadz dalam pernah ceramahnya mengatakanbahwa usia umat Islam 1500 tahun saja. Sehingga tinggal beberapa tahun lagi akan datang Dajjal, Nabi Isa dan Imam Mahdi. Menurut beliau hal itu sudah dijelaskan dalam hadits nabi sebagaimana dituliskan dalam bukuHuru-hara Akhir Zamanoleh Amin Jamaluddin.
Tentunya hal itu sangat membuat kami penasaran. Betulkah hal itu dan ternyata malah jadi polemik di tengah kami. Tanpa bermaksud untuk menkonfrontir ceramah ustadz tersebut, barangkali ustadz bisa memberikan tambahan keterangan lewat kajian ilmu hadits. Yang jadi pertanyaan: 1. Siapakah yang meriwayatkan hadits itu? Dari kitab apa rujukannya? 2. Bagaimana kedudukan hadits yang terdapat dari kitab itu? 3. Siapakah Amin Jamaludin si penulis buku itu? Apakah dia seorang ahli hadits, ulama atau apa? Dan bisakah kitabnya itu dijadikan referensi rujukan kita? Sebelumnya kami ucapkan terima kasih ustadz atas kesungguhan dan kesediaan waktu menjawab pertanyaan kami. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala yang besar disisi-Nya, Amin Wassalamu 'alaikum wr wb. jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Buku yang sempat menghebohkan dunia Islam itu judul aslinya adalah هؠ±Ã™â€¦Ã˜Â¬Ã˜Â¯Ã™Ë†Ã™â€ Ø ¢Ã˜Â®Ã˜Â± بيانيا أمة الإسÙ⠀žÃ˜Â§Ã™â€¦.Ditulis oleh seorang yang bernama Amin Muhammad Jamaluddin.
Dalam edisi terjemahan bahasa Indonesia berjudul Huru-hara Akhir Zaman. Mengomentari buku yang menghebohkan ini, Al-Ustadz Hamid bin Abdillah Al-'Ali mengatakan bahwa beliau tetap menghargai niat dan usaha penulisnya untuk mengingatkan umat Islam akan datangnya hari kiamat. Dan beliau juga berpesan agar para pembaca buku ini tidak gampang bersu'uzhan kepada penulisnya. Namun beliau juga mengingatkan kepada penulis buku ini agar tidak menggunakan rujukan yang tidak ada sumber hadits yang kuat dan menghindari hadits palsu.
Memang kalau kita baca buku itu, di sana dinyatakan dengan pasti Imam Mahdi akan muncul sebelum masuk tahun 1430 Hijriyah, atau sekitar tahun setahun lagi dari sekarang. Juga disebutkan bahwa usia umat Islam yaitu 1500 tahun. Sehingga kalau dihitung dari sejak diutusnya nabi Muhammad SAW pada tahun 13 tahun sebelum hijrah hingga tahun ini, 1428 H, berarti usia umat Islam tinggal 1500 (1428+13) = 1500 - 1441 = 59 tahun lagi. Titik Pangkal Masalah Yang jadi masalah paling mendasar adalah darimana datangnya angka tahun 1430 hijriyah sebagai tahun kemunculan Al-Imam Mahdi? Dan darimana angka 1500 tahun sebagai usia umat Islam? Menurut buku itu, angka tahun- tahun ini didapat dari hadits nabi Muhammad SAW.
Dan diyakini oleh penulisnya sebagai hadits yang shahih dan bisa diterima. Selain hadits tentang masa terjadinya kiamat, di dalam buku itu juga ada hadits lain seperti berikut ini: Nu'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Pada bulan Ramadhan terlihat tanda-tanda di langit, seperti tiang yang bersinar, pada bulan Syawwal terjadi malapetaka, pada bulan Dzulqa'idah terjadi kemusnahan, pada bulan Dzulhijjah para jamaah haji dirampok, dan pada Muharram, tahukah apakah Muharram itu?" Rasulullah saw. juga bersabda: "Akan ada suara dahsyat di bulan Ramadhan, huru-hara di bulan Syawal, konflik antara suku pada bulan Dzulqa'idah, dan pada tahun itu para jamaah haji dirampok dan terjadi pembantaian besar di Mina di mana ramai orang terbunuh dan darah mengalir di sana, sedangkan pada saat itu mereka berada di Jumrah Aqabah."
Baginda saw. juga bersabda: "Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawwal...." Kami bertanya, "Suara apakah, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Juma'at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum'at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Juma'at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah, "Mahasuci Al- Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus!", kerana barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa." Benarkah Hadits itu Hadits Shahih? Semua yang diceritakan dalam tema buku Ini adalah permasalahan ghaib, maka yang berhak mengatakan itu hanya nabi Muhammad SAW saja. Jadi seandainya memang ada hadits yang sampai ke derajat shahih, bolehlah kita jadikan pegangan. Tapi masalah terbesarnya, ternyata apa yang diklaim sebagai hadits shahiholeh penulis buku itu, justru ditentang oleh para ahli hadits.
Para ahli hadits bahkan sampai mengatakan bahwa hadits- hadits yang digunakan dalam kitab itu adalah hadits palsu dan batil. 100% tidak bisa dijadikan dasar dalam urusan agama. Apalagi masalah huru-hara menjelang hari kiamat termasuk masalah aqidah. Maka haram hukumnya menggunakan riwayat itu sebagai dasar rujukan. Apa yang diklaim sebagai hadits sebenarnya sama sekali tidak layak dikatakan sebagai sabda nabi Muhammad SAW. Dan untuk itu sudah ada ancaman dari beliau sendiri tentang orang yang mengatakan bahwa suatu lafadz itu merupakan perkataan beliau, padahal beliau sendiri tidak pernah mengatakannya. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berdusta tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka". (HR Muttafaqun 'alaihi).
Kelemahan Hadits Pada Buku Tersebut
1. Kelemahan Pertama: Tidak Membaca Makhthuthat Kelemahan paling mendasar bahwa Amin Muhammad Jamaluddin meski banyak menggunakan hadits dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, namun pada bagian- bagian yang penting dan sangat musykil seperti perhitungan tahun turunnya Imam Al-Mahdi, beliau menggunakan hadits- hadits yang tidak jelas asal usulnya. Di antara rujukan hadits yang bermasalah di kitab ini adalah klaim bahwa beliau menemukan makhthutah (naksah tulisan tangan) di sebuah perpustakaan di Istambul. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata Amin Muhammad Jamaluddin sebagai penulis tidak membaca langsung naskah tulisan tangan itu. Tetapi bersumber dari seseorang yang mengaku pernah menemukan makhthuthat itu di sebuah perpustakaan di Istanbul. Jadi bahkan Amin Jamaluddin sendiri tidak pernah melihat langsung naskah itu dalam keadaan aslinya. Semata-mata informasi dari seseorang yang mengaku pernah melihatnya. Dari sini saja pada dasarnya kaidah ilmiyah penulisan kitab ini sudah sangat bermasalah. Seharusnya penulis buku ini mencantumkan kopi dari makhthuthah ini dalam kitabnya. Dan akan menjadi satu cabang ilmu yang dikenal dengan nama Filologi.
2. Kelemahan Kedua: Makhthuthah Bermasalah Menurut Ustaz Hatim Al-Auniy, anggota Hai'ah Tadris di Universtias Ummul Qura Makkah, makhthuthat yang diklaim sebagai berisi hadits shahih itu ternyata tidaklebihdari kumpulan hadits-hadits palsu nukilan dari Kitabul Fitan karya Nu'aim ibnu Hammad. Padahal banyak dari para ulama sejak dahulu telah memberi peringatan tentang masalah periwayatan yang ada di dalam kitab Al-Fitan. Al-Imam Ahmad mengatakan ada tiga kitab yang tidak punya dasar, di antaranya adalah Kitabul Fitan karya Nu'aim bin Hammad ini. Sedangkan Adz-Dzahabi mengomentari tentang Nu'aim penulis makhthuthat ini sebagai orang yang jiwa manusia tidak mantap dengan riwayatnya. Senada dengan itu, Yahya bin Mu'in mengatakan bahwa Nu'aim ini meriwayatkan dari orang-orang yang tidak tsiqah (lihat Siyar A'lam An-Nubala' jilid 10 halaman 597-600). Jadi anggaplah misalnya makhthuthat itu memang benar- benar ada di perpustakaan Istanbul sana, dan memang benar-benar ditulis oleh Nu'aim bin Hammad, tetap saja pengambilan dasar hadits itu bermasalah pada perawinya, yaitu Nu'aim bin Hammad.
3. Kelemahan Ketiga: Tadlis (Penipuan Nama Bukhari) Para ahli hadits punya sebuah istilah yang disebut dengan tadlis. Makna mudahnya adalah penipuan. Di dalam buku ini Amin Jamaluddin menggunakan metode tadlis atau penipuan atas nama Al-Bukhari. Hadits yang digunakan penulis buku ini sering diklaim sebagai hadits Bukhari, padahal bukan. Hadits itu sebenarnya terdapat dalam kitab tulisan gurunya Al- Bukhari yang bernama Nu'aim ibnu Hammad. Benar bahwa Nu'aim ini guru Al- Bukhari, namun para ulama hadits banyak yang mengatakan bahwa Nu'aim ini adalah perawi yang bermasalah. Dan Al-Bukhari tidak pernah menggunakan sanad dari Nu'aim kecuali bila ada riwayat dari jalur yang lain menguatkan jalur Nu'aim. Satu hal yang dilupakan adalah bahwa tidak mentang-mentang seseorang menjadi guru imam Al-Bukhari, lantas semua riwayat atau kitab hadits karyanya boleh dianggap shahih.
Bahkan tidak semua hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari sendiri bisa dipastikan keshahihannya. Karena yang dikatakan hadits shahih adalah yang beliau masukkan ke dalam kitab shahihnya. Sedangkan kitab lain yang juga ditulis oleh beliau, belum tentu shahih. Untuk sekedar diketahui, Al- Bukhari selain menyusun Kitab Ash-Shahih juga pernah menulis beberapa kitab lainnya seperti al- Adabul Mufrad, Raf’ul Yadain fish Shalah, al-Qira’ah khalfal Iman, Birrul Walidain, at-Tarikh ash- Shagir, Khalqu Af’aalil ‘Ibaad, adl- Dlu’afa (hadits-hadits lemah), al- Jaami’ al-Kabir, al-Musnad al- Kabir, at-Tafsir al-Kabir, Kitabul Asyribah, Kitabul Hibab, dan kitab Asaami ash-Shahabah. Tapi yang benar-benar beliau jamin keshahihannya hanyalah kitab As-Shahih saja. Sebenarnya kita masih bisa membela Nu'aim ibnu Hammad sebagai guru Al-Bukhari. Karena beliau juga tidak pernah mengatakan hadits dalam kitab Al-Fitan itu sebagai hadits shahih, makanya beliau menuliskan hadits itu lengkap sanadnya, yang akan menjadi bahan buat para peneliti hadits untuk mengerjakan tugasnya. Dan dunia Islam memang mengenal Kitab Al-Fitan ini adalah kitab yang berisi hadits-hadits batil dan israiliyyat (dongeng bangsa Israil). Sayangnya, Amin Jamaluddin menukil hadits hadits dalam kitab Al-Fitan itu begitu saja tanpa menyebutkan bahwa isnad hadits ini belum selesai dikerjakan dan dia sama sekali tidak mencantumkan daftar perawinya.Sehingga terkesan pembaca digiring untuk mengatakan seolah-olah hadits- hadits itu shahih dengan menyebutkan bahwa Nu'aim adalah guru imam Bukhari. Buat mereka yang terlalu bersemangat tapi awam dengan ilmu naqd (kritik) hadits, mudah sekali percaya bahwa hadits- hadits itu sebagai hadits shahih.
4. Kelemahan Keempat: Dongeng Nostradamus Salah satu kelemahan fatal buku ini adalah turut dicantumkannya juga dongeng-dongeng modern, semisal ramalan Nostradamus yang berkebangsaan Perancis, untuk menguatkan teori penulis buku. Sejak kapan umat Islam berdalil dengan ramalan orang kafir, meski pun ramalan itu secara kebetulan memang terjadi. Sebab ramalan itu hukumnya haram, karena satu kebenaran ditambah dengan 100 kebohongan. Salah satu ramalan batil yang disebut-sebut sangat terkenal adalah peristiwa 11 Sptember 2001 di Newyork. Salah satu petikan di buku itu sebagai berikut: "Di suatu tahun di abad yang baru dan sembilan bulan, dari langit akan datang Raja Teror.Langit akan terbakar pada empat puluh lima derajat. Api akan turun di kota baru yang besar itu di kota York." Dan masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan buku ini, sehingga para ulama sampai mengharamkan umat Islam merujuk buku ini dalam memahami ajaran Islam. Karena selain bercampurnya hadits shahih dan palsu, juga banyak berisi dongeng yang dihubung- hubungkan. Wajar kalau ada pihak yang mengatakan tujuan buku ini diterbitkan tidak lain sekedar cari sensasi belaka. Dan alasan paling logis untuk itu sekedar meraup uang saja. Harapan kepada umat Islam, setidaknya sebelum bicara hal- hal yang berbau masalah hari kiamat yang merupakan khabar ghaibi, syarat mutlaknya adalah memastikan hanya menggunakan hadits yang shahih dalam arti yang sebenarnya. Pastikan hadits memang telah disepakati keshahihannya oleh para ulama hadits. Selain itu kitab sharah hadits itu wajib dibaca, semacam Fathul Bari oleh Al-'Allamah Ibnu Hajar Al-'Asqalani, kitab penjelasan untuk Shahih Bukhari, atau Syarah Shahih Muslim oleh Imam An-Nawawi untuk penjelasan Kitab Shahih Muslim. Agar jangan tujuan mulia kita tercemar dengan kejahilan ilmu hadits kita, sehingga bukannya menyebarkan ilmu tetapi malah menjadi agen khurafat. Wal 'Iyadzhu billahi.
Wallahu a'lam bishshawab,
wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Sumber : http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=
Nah berikut ini merupakan blog yang saya baca dari komentar di kiriman aggota yang di fb tersebut. Oleh: Farid Nu’man Hasan
Pertanyaan:
Assalamualaikum wr.wb. Ust farid mohon penjelasannya utk hal dibawah ini dan apakah hadist yg diriwayatka oleh Nu'aim bin Hammad ini shohih ? Jazakallah khair
Coba lihat kalendar untuk tahun 2012... 1 Ramadhan pada tahun 2012 jatuh pada 20 Juli iaitu hari Jumaat, jadi 3 agus 2012 bersamaan 15 Ramadan juga pada hari Jumaat. Sama dengan satu hadis Nabi SAW tentang huru hara besar yang akan terjadi pada tengah malam pertengahan Ramadhan iaitu hari Jumaat 15 Ramadhan di bumi ini.
Huru hara yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur...
Satu suara yang amat dahsyat akan kita dengar dari langit, bukan kiamat tetapi huru hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka bumi ini sebanyak 2/3, yang tinggal hanya 1/3 shj. ( Menurut kajian NASA, pada 21-12-2012 satu planet yg yang dikenali planet X akan melintasi bumi )
Adakah kita semua ni tergolong dalam 1/3 itu?
Adakah peristiwa itu akn berlaku pada 2012?? Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui.. Yang penting kita perbanyakkan ibadat dan berdoa agar kita termasuk dlm golongan yg dilindungi Allah, jika mati biarlah kita mati dlm Islam dan beriman..
Apa pun, peristiwa itu pasti akan berlaku mengikut hadis Nabi SAW di bawah.. Dari Nu'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahawa Rasulullah SAW bersabda: Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan itul...". Kami bertanya: "Suara apakah, ya Rasulullah? " Beliau menjawab: "Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumaat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumaat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan solat Subuh pada hari Jumaat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian.
Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: " Mahasuci Al- Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus ", kerana barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa" . (Al Hadis). (Dari @ Nizar dan lainnya)
Jawaban:
Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘Ala Aalihi wa Ashhabihi wa Man waalah, wa ba’d: Ada beberapa penanya yang menanyakan hal serupa kepada kami, dan katanya hadits ini sedang ramai beredar dibicarakan FB dan beberapa forum di internet. Langsung saja ......., berikut ini adalah teks Arab hadits yang ditanyakan: ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ : - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺻﻴﺤﺔ ﻓﻰ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻌﻤﻌﺔ ﻓﻰ ﺷﻮﺍﻝ ﻭﺗﻤﻴﻴﺰ ﺍﻟﻘﺒﺎﺋﻞ ﻓﻰ ﺫﻯ ﺍﻟﻘﻌﺪﺓ ﻭﺗﺴﻔﻚ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﻓﻰ ﺫﻯ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻭﻣﺎ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻳﻘﻮﻟﻬﺎ ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺍﺕ ﻫﻴﻬﺎﺕ ﻫﻴﻬﺎﺕ ﻳﻘﺘﻞ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻪ ﻫﺮﺟﺎ ﻫﺮﺟﺎ ﻗﻠﻨﺎ ﻭﻣﺎ ﺍﻟﺼﻴﺤﺔ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻫﺪﺓ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻫﺪﺓ ﺗﻮﻗﻆ ﺍﻟﻨﺎﺋﻢ ﻭﺗﻘﻌﺪ ﺍﻟﻘﺎﺋﻢ ﻭﺗﺨﺮﺝ ﺍﻟﻌﻮﺍﺗﻖ ﻣﻦ ﺧﺪﻭﺭﻫﻦ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺟﻤﻌﺔ ﻓﻰ ﺳﻨﺔ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﺍﻟﺰﻻﺯﻝ ﻭﺍﻟﺒﺮﺩ ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺍﻓﻖ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻰ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﺈﺫﺍ ﺻﻠﻴﺘﻢ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻣﻦ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﺎﺩﺧﻠﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﻭﺃﻏﻠﻘﻮﺍ ﺃﺑﻮﺍﺑﻜﻢ ﻭﺳﺪﻭﺍ ﻛﻮﺍﻛﻢ ﻭﺩﺛﺮﻭﺍ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺳﺪﻭﺍ ﺁﺫﺍﻧﻜﻢ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﺣﺴﺴﺘﻢ ﺑﺎﻟﺼﻴﺤﺔ ﻓﺨﺮﻭﺍ ﻟﻠﻪ ﺳﺠﺪﺍ ﻭﻗﻮﻟﻮﺍ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ ﺭﺑﻨﺎ ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﻧﺠﺎ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻞ ﻫﻠﻚ Hadits ini terdapat dalam kitab Al Fitan, karya Nu’aim bin Hammad, Juz. 1, Hal. 228, No. 638. Juga kitab Kanzul ‘Ummal, karya Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hindi No. 39627. Sanad hadits tersebut sebagai berikut, berkata Nu’aim bin Hammad: ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋُﻤَﺮَ ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻟَﻬِﻴﻌَﺔَ ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺑْﻦُ ﺣُﺴَﻴْﻦٍ ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺛَﺎﺑِﺖٍ ﺍﻟْﺒُﻨَﺎﻧِﻲِّ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺤَﺎﺭِﺙِ ﺍﻟْﻬَﻤْﺪَﺍﻧِﻲِّ ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ Berkata kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Luhai’ah, dia berkata: berkata kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al Bunani, dari ayahnya, dari Al Haarits Al Hamdani, dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ...
(lalu disebut hadits di atas) Hadits ini memiliki banyak cacat, yakni pada semua perawinya –kecuali Ibnu Mas’ud Radhiallalhu ‘Anhu:
1. Nu’aim bin Hammad Beliau termasuk seorang imam, beliaulah yang menyusun kitab Al Fitan sendiri, tetapi para imam hadits telah mengkritiknya dengan tajam. Tentang Beliau dan kitab Al Fitan, Imam Adz Dzahabi berkata: ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻻﺣﺪ ﺃﻥ ﻳﺤﺘﺞ ﺑﻪ، ﻭﻗﺪ ﺻﻨﻒ ﻛﺘﺎﺏ " ﺍﻟﻔﺘﻦ " ﻓﺄﺗﻰ ﻓﻴﻪ ﺑﻌﺠﺎﺋﺐ ﻭﻣﻨﺎﻛﻴﺮ. “Tidak boleh bagi seorang pun berhujjah dengannya, dan Dia telah menyusun kitab Al Fitan, yang di dalamnya terdapat banyak keanehan dan kemungkaran.” (As Siyar A’lamin Nubala, 10/609) Imam An Nasa’i mengatakan: “Dia orang yang lemah (dhaif).” Imam Al Azdi mengatakan: “Dia termasuk orang yang memalsukan hadits demi membela sunah.” Imam Al ‘Abbas bin Mush’ab mengatakan dalam Tarikh-nya: “Dia memalsukan sebah buku untuk membantah kaum Jahmiyah.” Oleh karenanya Imam Adz Dzahabi mengatakan tentangnya: “Salah satu imam dunia, yang memiliki kelemahan dalam haditsnya.” (Lihat semua dalam Mizanul I’tidal, 4/267-269) Ada yang menilainya jujur dan terpercaya, seperti Imam Yahya bin Ma’in, Imam Ahmad, dan Imam Al ‘Ijli, dan Imam Al Bukhari pernah mengambil hadits darinya. (Ibid) Namun dalam kitab yang lain Imam Ibnu Ma’in pernah mengkritiknya. Dalam As Siyar disebut oleh Imam Adz Dzahabi, menurut Imam Al ‘Abbas bin Mush’ab bahwa Nu’aim bin Hammad telah memalsukan satu buku untuk membantah Imam Abu Hanifah dan Muhammad bin Al Hasan, serta memalsukan 13 buku untuk membantah kelompok Jahmiyah. Shalih Al Jazarah dan Az Zuhri mengatakan, Nu’aim bin Hammad adalah seorang yang memiliki banyak hadits-hadits munkar yang tidak bisa diikuti. Imam Yahya bin Ma’in ditanya tentang haditsnya Nu’aim bin Hammad, beliau menjawab: “haditsnya bukan apa-apa (maksudnya jangan dianggap, pen).” Ibnu Hammad Ad Daulabi mengatakan: “Nu’aim bin Hammad dhaif.” Ahmad bin Syu’aib, Ibnu Hammad, dan lainnya mengatakan: “Dia memalsukan hadits demi membela sunah, dan memalsukan hikayat para ulama tentang fitnahnya Abu Hanifah, semua adalah dusta.” Imam An Nasa’i mengatakan: “Dia telah memasuki batas sebagai orang yang tidak boleh dijadikan hujjah.” Imam Ibnu Hibban berkata tentang dia: “Suka salah dan bimbang.” Ibnu Yunus mengatakan: “Dia meriwayatkan hadits-hadits munkar dari orang- orang yang bisa dpercaya.” (Lihat semua dalam Siyar A’lamin Nubala, 10/595 – 611)
2. Abu Umar Inilah cacat kedua. Abu Umar, dia adalah Hammad bin Waqid Al ‘Isya Ash Shafar. Beliau adalah guru dari Nu’aim bin Hammad. Abu Umar Hammad bin Waqid ini telah didhaifkan para ulama. Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: “dhaif.” Imam Al Bukhari berkata: “munkarul hadits – haditsnya munkar.” Imam Abu Zur’ah dan lainnya: “Layyin –lemah.” Imam Al Fallas mengatakan: “Banyak salah dan wahm (bimbang/ragu).” (Lihat Al Mizan, 1/600)
3. Ibnu Lahi’ah Beliau adalah rawi yang terkenal kelemahannya, yakni buruk pada sisi hapalannya, khususnya setelah buku- bukunya terbakar. Ishaq bin Isa mengatakan kitab-kitabnya terbakar pada tahun 169H. Diceritakan bahwa Imam Yahya bin Said Al Qaththan sama sekali tidak mau menganggap hadits Ibnu Luhai’ah. Imam Abdurrahman bin Mahdi mengatakan: “Saya tidak membawakan haditsnya sedikit atau banyak.” Imam Muslim mencertakan bahwa Waki’, Yahya, dan Ibnu Mahdi meninggalkan hadits Ibnu Lahi’ah. Imam An Nasa’i mengatakan: “Laisa bitsiqah – bukan orang terpercaya.” Abdurrahman bin Kharrasy mengatakan: “Jangan ditulis haditsnya.” Abu Zur’ah dan Yahya bin Ma’in mengatakan: “Tidak bisa dijadikan hujjah.” Abu Ishaq Al Jauzajaani mengatakan: “Haditsnya tidak memiliki cayaha, tidak bisa dijadikan hujah, dan jangan diikuti.” (Lengkapnya lihat As Siyar, 8/11-31)
4. Abdul Wahhab bin Husain Imam Al Hakim berkata tentang beliau: “Majhuul – tidak dikenal.” (Al Mustadrak No. 8590), Al Hafizh Ibnu Hajar juga berkata tentang beliau: “Majhuul .” (Lisanul Mizan, 4/87)
5. Muhammad bin Tsaabit Al Bunani Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: “Laisa biqawwi – tidak kuat.” Imam Abu Hatim mengatakan: “Tidak bisa dijadikan hujah dan haditsnya munkar.” Abu Zur’ah berkata: “Layyin – lemah.” (Imam Abdurrahman bin Abi Hatim, Al Jarh wat Ta’dil, 7/217) Imam An Nasa’i mengatakan: “Dhaif. Imam Ibnu ‘Adi mengatakan: “haditsnya tidak bisa diikuti.” Imam Al Bukhari mengatakan: “Padanya ada yang pertimbangkan.” (Mizanul I’tidal, 3/495)
6. Al Haarits Al Hamdani Dia adalah Al A’war (buta sebelah matanya). Kun-yahnya adalah Abu Zuhair. Dia juga lemah, bahkan sebagian menuduhnya sebagai pendusta. Asy Sya’bi berkata: “Bercerita kepadaku Al Haarits Al A’war, dan dia adalah Kadzdzaab – pendusta.” Ibrahim berkata: “Dia tertuduh (sebagai pendusta).” Ibnu Al Madini berkata: “Kadzdzaab.” Yahya bin Ma’in mengatakan: “Dhaif.” An Nasa’i berkata: “Laisa bilqawwi – bukan orang kuat.”
Ad Daruquthni mengatakan: “Dhaif.” Yahya Al Qaththan mengatakan: “Umumnya apa yang diriwayatkannya tidak terjaga.” Ibnu Hibban berkata: “Beliau orang yang ekstrim tasyayyu’ (condong ke syi’ah), dan haditsnya lemah.” (Mizanul I’tidal, 1/435-437) Maka, betapa mengenaskan riwayat ini! Seandainya satu perawi saja yang bermasalah sudah cukup menjatuhkan hadits ini, namun hadits ini ada enam perawi yang bermasalah, bahkan beberapa di antara mereka ada yang disebut sebagai pemalsu hadits dan pendusta. Oleh karenanya para ulama seperti Imam Adz Dzahabi dalam At Talkhish, Imam Ibnul Qayyim dalam Al Manar Al Munif, Syaikh Al Albani dalam Adh Dhaifah menyebutkan bahwa ini adalah hadits palsu (maudhu’), dan hendaknya kita berhati-hati terhadap riwayat yang semisal ini. (Lihat Syaikh Abdullah Al Faqih, Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah No. 41701. Syaikh Al Albani, As Silsilah Adh Dhaifah No. 6471) Wa Shallallahu ‘ala Nabiyina Muhammadin wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam. Wallahu A’lam
sumber : http://faridnuman.blogspot.com/2011/11/ha Hadits Huru Hara di Bulan Ramadhan (tahun 2012), Shahihkah?
Benarkah Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Mohon kesediaan ustadz untuk menjawab tanda tanya besar yang menghantui rasa ingin tahu kami. Ceritanya begini: Ada seorang ustadz dalam pernah ceramahnya mengatakanbahwa usia umat Islam 1500 tahun saja. Sehingga tinggal beberapa tahun lagi akan datang Dajjal, Nabi Isa dan Imam Mahdi. Menurut beliau hal itu sudah dijelaskan dalam hadits nabi sebagaimana dituliskan dalam bukuHuru-hara Akhir Zamanoleh Amin Jamaluddin.
Tentunya hal itu sangat membuat kami penasaran. Betulkah hal itu dan ternyata malah jadi polemik di tengah kami. Tanpa bermaksud untuk menkonfrontir ceramah ustadz tersebut, barangkali ustadz bisa memberikan tambahan keterangan lewat kajian ilmu hadits. Yang jadi pertanyaan: 1. Siapakah yang meriwayatkan hadits itu? Dari kitab apa rujukannya? 2. Bagaimana kedudukan hadits yang terdapat dari kitab itu? 3. Siapakah Amin Jamaludin si penulis buku itu? Apakah dia seorang ahli hadits, ulama atau apa? Dan bisakah kitabnya itu dijadikan referensi rujukan kita? Sebelumnya kami ucapkan terima kasih ustadz atas kesungguhan dan kesediaan waktu menjawab pertanyaan kami. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala yang besar disisi-Nya, Amin Wassalamu 'alaikum wr wb. jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Buku yang sempat menghebohkan dunia Islam itu judul aslinya adalah هؠ±Ã™â€¦Ã˜Â¬Ã˜Â¯Ã™Ë†Ã™â€ Ø ¢Ã˜Â®Ã˜Â± بيانيا أمة الإسÙ⠀žÃ˜Â§Ã™â€¦.Ditulis oleh seorang yang bernama Amin Muhammad Jamaluddin.
Dalam edisi terjemahan bahasa Indonesia berjudul Huru-hara Akhir Zaman. Mengomentari buku yang menghebohkan ini, Al-Ustadz Hamid bin Abdillah Al-'Ali mengatakan bahwa beliau tetap menghargai niat dan usaha penulisnya untuk mengingatkan umat Islam akan datangnya hari kiamat. Dan beliau juga berpesan agar para pembaca buku ini tidak gampang bersu'uzhan kepada penulisnya. Namun beliau juga mengingatkan kepada penulis buku ini agar tidak menggunakan rujukan yang tidak ada sumber hadits yang kuat dan menghindari hadits palsu.
Memang kalau kita baca buku itu, di sana dinyatakan dengan pasti Imam Mahdi akan muncul sebelum masuk tahun 1430 Hijriyah, atau sekitar tahun setahun lagi dari sekarang. Juga disebutkan bahwa usia umat Islam yaitu 1500 tahun. Sehingga kalau dihitung dari sejak diutusnya nabi Muhammad SAW pada tahun 13 tahun sebelum hijrah hingga tahun ini, 1428 H, berarti usia umat Islam tinggal 1500 (1428+13) = 1500 - 1441 = 59 tahun lagi. Titik Pangkal Masalah Yang jadi masalah paling mendasar adalah darimana datangnya angka tahun 1430 hijriyah sebagai tahun kemunculan Al-Imam Mahdi? Dan darimana angka 1500 tahun sebagai usia umat Islam? Menurut buku itu, angka tahun- tahun ini didapat dari hadits nabi Muhammad SAW.
Dan diyakini oleh penulisnya sebagai hadits yang shahih dan bisa diterima. Selain hadits tentang masa terjadinya kiamat, di dalam buku itu juga ada hadits lain seperti berikut ini: Nu'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Pada bulan Ramadhan terlihat tanda-tanda di langit, seperti tiang yang bersinar, pada bulan Syawwal terjadi malapetaka, pada bulan Dzulqa'idah terjadi kemusnahan, pada bulan Dzulhijjah para jamaah haji dirampok, dan pada Muharram, tahukah apakah Muharram itu?" Rasulullah saw. juga bersabda: "Akan ada suara dahsyat di bulan Ramadhan, huru-hara di bulan Syawal, konflik antara suku pada bulan Dzulqa'idah, dan pada tahun itu para jamaah haji dirampok dan terjadi pembantaian besar di Mina di mana ramai orang terbunuh dan darah mengalir di sana, sedangkan pada saat itu mereka berada di Jumrah Aqabah."
Baginda saw. juga bersabda: "Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawwal...." Kami bertanya, "Suara apakah, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Juma'at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum'at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Juma'at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah, "Mahasuci Al- Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus!", kerana barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa." Benarkah Hadits itu Hadits Shahih? Semua yang diceritakan dalam tema buku Ini adalah permasalahan ghaib, maka yang berhak mengatakan itu hanya nabi Muhammad SAW saja. Jadi seandainya memang ada hadits yang sampai ke derajat shahih, bolehlah kita jadikan pegangan. Tapi masalah terbesarnya, ternyata apa yang diklaim sebagai hadits shahiholeh penulis buku itu, justru ditentang oleh para ahli hadits.
Para ahli hadits bahkan sampai mengatakan bahwa hadits- hadits yang digunakan dalam kitab itu adalah hadits palsu dan batil. 100% tidak bisa dijadikan dasar dalam urusan agama. Apalagi masalah huru-hara menjelang hari kiamat termasuk masalah aqidah. Maka haram hukumnya menggunakan riwayat itu sebagai dasar rujukan. Apa yang diklaim sebagai hadits sebenarnya sama sekali tidak layak dikatakan sebagai sabda nabi Muhammad SAW. Dan untuk itu sudah ada ancaman dari beliau sendiri tentang orang yang mengatakan bahwa suatu lafadz itu merupakan perkataan beliau, padahal beliau sendiri tidak pernah mengatakannya. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berdusta tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka". (HR Muttafaqun 'alaihi).
Kelemahan Hadits Pada Buku Tersebut
1. Kelemahan Pertama: Tidak Membaca Makhthuthat Kelemahan paling mendasar bahwa Amin Muhammad Jamaluddin meski banyak menggunakan hadits dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, namun pada bagian- bagian yang penting dan sangat musykil seperti perhitungan tahun turunnya Imam Al-Mahdi, beliau menggunakan hadits- hadits yang tidak jelas asal usulnya. Di antara rujukan hadits yang bermasalah di kitab ini adalah klaim bahwa beliau menemukan makhthutah (naksah tulisan tangan) di sebuah perpustakaan di Istambul. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata Amin Muhammad Jamaluddin sebagai penulis tidak membaca langsung naskah tulisan tangan itu. Tetapi bersumber dari seseorang yang mengaku pernah menemukan makhthuthat itu di sebuah perpustakaan di Istanbul. Jadi bahkan Amin Jamaluddin sendiri tidak pernah melihat langsung naskah itu dalam keadaan aslinya. Semata-mata informasi dari seseorang yang mengaku pernah melihatnya. Dari sini saja pada dasarnya kaidah ilmiyah penulisan kitab ini sudah sangat bermasalah. Seharusnya penulis buku ini mencantumkan kopi dari makhthuthah ini dalam kitabnya. Dan akan menjadi satu cabang ilmu yang dikenal dengan nama Filologi.
2. Kelemahan Kedua: Makhthuthah Bermasalah Menurut Ustaz Hatim Al-Auniy, anggota Hai'ah Tadris di Universtias Ummul Qura Makkah, makhthuthat yang diklaim sebagai berisi hadits shahih itu ternyata tidaklebihdari kumpulan hadits-hadits palsu nukilan dari Kitabul Fitan karya Nu'aim ibnu Hammad. Padahal banyak dari para ulama sejak dahulu telah memberi peringatan tentang masalah periwayatan yang ada di dalam kitab Al-Fitan. Al-Imam Ahmad mengatakan ada tiga kitab yang tidak punya dasar, di antaranya adalah Kitabul Fitan karya Nu'aim bin Hammad ini. Sedangkan Adz-Dzahabi mengomentari tentang Nu'aim penulis makhthuthat ini sebagai orang yang jiwa manusia tidak mantap dengan riwayatnya. Senada dengan itu, Yahya bin Mu'in mengatakan bahwa Nu'aim ini meriwayatkan dari orang-orang yang tidak tsiqah (lihat Siyar A'lam An-Nubala' jilid 10 halaman 597-600). Jadi anggaplah misalnya makhthuthat itu memang benar- benar ada di perpustakaan Istanbul sana, dan memang benar-benar ditulis oleh Nu'aim bin Hammad, tetap saja pengambilan dasar hadits itu bermasalah pada perawinya, yaitu Nu'aim bin Hammad.
3. Kelemahan Ketiga: Tadlis (Penipuan Nama Bukhari) Para ahli hadits punya sebuah istilah yang disebut dengan tadlis. Makna mudahnya adalah penipuan. Di dalam buku ini Amin Jamaluddin menggunakan metode tadlis atau penipuan atas nama Al-Bukhari. Hadits yang digunakan penulis buku ini sering diklaim sebagai hadits Bukhari, padahal bukan. Hadits itu sebenarnya terdapat dalam kitab tulisan gurunya Al- Bukhari yang bernama Nu'aim ibnu Hammad. Benar bahwa Nu'aim ini guru Al- Bukhari, namun para ulama hadits banyak yang mengatakan bahwa Nu'aim ini adalah perawi yang bermasalah. Dan Al-Bukhari tidak pernah menggunakan sanad dari Nu'aim kecuali bila ada riwayat dari jalur yang lain menguatkan jalur Nu'aim. Satu hal yang dilupakan adalah bahwa tidak mentang-mentang seseorang menjadi guru imam Al-Bukhari, lantas semua riwayat atau kitab hadits karyanya boleh dianggap shahih.
Bahkan tidak semua hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari sendiri bisa dipastikan keshahihannya. Karena yang dikatakan hadits shahih adalah yang beliau masukkan ke dalam kitab shahihnya. Sedangkan kitab lain yang juga ditulis oleh beliau, belum tentu shahih. Untuk sekedar diketahui, Al- Bukhari selain menyusun Kitab Ash-Shahih juga pernah menulis beberapa kitab lainnya seperti al- Adabul Mufrad, Raf’ul Yadain fish Shalah, al-Qira’ah khalfal Iman, Birrul Walidain, at-Tarikh ash- Shagir, Khalqu Af’aalil ‘Ibaad, adl- Dlu’afa (hadits-hadits lemah), al- Jaami’ al-Kabir, al-Musnad al- Kabir, at-Tafsir al-Kabir, Kitabul Asyribah, Kitabul Hibab, dan kitab Asaami ash-Shahabah. Tapi yang benar-benar beliau jamin keshahihannya hanyalah kitab As-Shahih saja. Sebenarnya kita masih bisa membela Nu'aim ibnu Hammad sebagai guru Al-Bukhari. Karena beliau juga tidak pernah mengatakan hadits dalam kitab Al-Fitan itu sebagai hadits shahih, makanya beliau menuliskan hadits itu lengkap sanadnya, yang akan menjadi bahan buat para peneliti hadits untuk mengerjakan tugasnya. Dan dunia Islam memang mengenal Kitab Al-Fitan ini adalah kitab yang berisi hadits-hadits batil dan israiliyyat (dongeng bangsa Israil). Sayangnya, Amin Jamaluddin menukil hadits hadits dalam kitab Al-Fitan itu begitu saja tanpa menyebutkan bahwa isnad hadits ini belum selesai dikerjakan dan dia sama sekali tidak mencantumkan daftar perawinya.Sehingga terkesan pembaca digiring untuk mengatakan seolah-olah hadits- hadits itu shahih dengan menyebutkan bahwa Nu'aim adalah guru imam Bukhari. Buat mereka yang terlalu bersemangat tapi awam dengan ilmu naqd (kritik) hadits, mudah sekali percaya bahwa hadits- hadits itu sebagai hadits shahih.
4. Kelemahan Keempat: Dongeng Nostradamus Salah satu kelemahan fatal buku ini adalah turut dicantumkannya juga dongeng-dongeng modern, semisal ramalan Nostradamus yang berkebangsaan Perancis, untuk menguatkan teori penulis buku. Sejak kapan umat Islam berdalil dengan ramalan orang kafir, meski pun ramalan itu secara kebetulan memang terjadi. Sebab ramalan itu hukumnya haram, karena satu kebenaran ditambah dengan 100 kebohongan. Salah satu ramalan batil yang disebut-sebut sangat terkenal adalah peristiwa 11 Sptember 2001 di Newyork. Salah satu petikan di buku itu sebagai berikut: "Di suatu tahun di abad yang baru dan sembilan bulan, dari langit akan datang Raja Teror.Langit akan terbakar pada empat puluh lima derajat. Api akan turun di kota baru yang besar itu di kota York." Dan masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan buku ini, sehingga para ulama sampai mengharamkan umat Islam merujuk buku ini dalam memahami ajaran Islam. Karena selain bercampurnya hadits shahih dan palsu, juga banyak berisi dongeng yang dihubung- hubungkan. Wajar kalau ada pihak yang mengatakan tujuan buku ini diterbitkan tidak lain sekedar cari sensasi belaka. Dan alasan paling logis untuk itu sekedar meraup uang saja. Harapan kepada umat Islam, setidaknya sebelum bicara hal- hal yang berbau masalah hari kiamat yang merupakan khabar ghaibi, syarat mutlaknya adalah memastikan hanya menggunakan hadits yang shahih dalam arti yang sebenarnya. Pastikan hadits memang telah disepakati keshahihannya oleh para ulama hadits. Selain itu kitab sharah hadits itu wajib dibaca, semacam Fathul Bari oleh Al-'Allamah Ibnu Hajar Al-'Asqalani, kitab penjelasan untuk Shahih Bukhari, atau Syarah Shahih Muslim oleh Imam An-Nawawi untuk penjelasan Kitab Shahih Muslim. Agar jangan tujuan mulia kita tercemar dengan kejahilan ilmu hadits kita, sehingga bukannya menyebarkan ilmu tetapi malah menjadi agen khurafat. Wal 'Iyadzhu billahi.
Wallahu a'lam bishshawab,
wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Sumber : http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=
Nah berikut ini merupakan blog yang saya baca dari komentar di kiriman aggota yang di fb tersebut. Oleh: Farid Nu’man Hasan
Pertanyaan:
Assalamualaikum wr.wb. Ust farid mohon penjelasannya utk hal dibawah ini dan apakah hadist yg diriwayatka oleh Nu'aim bin Hammad ini shohih ? Jazakallah khair
Coba lihat kalendar untuk tahun 2012... 1 Ramadhan pada tahun 2012 jatuh pada 20 Juli iaitu hari Jumaat, jadi 3 agus 2012 bersamaan 15 Ramadan juga pada hari Jumaat. Sama dengan satu hadis Nabi SAW tentang huru hara besar yang akan terjadi pada tengah malam pertengahan Ramadhan iaitu hari Jumaat 15 Ramadhan di bumi ini.
Huru hara yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur...
Satu suara yang amat dahsyat akan kita dengar dari langit, bukan kiamat tetapi huru hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka bumi ini sebanyak 2/3, yang tinggal hanya 1/3 shj. ( Menurut kajian NASA, pada 21-12-2012 satu planet yg yang dikenali planet X akan melintasi bumi )
Adakah kita semua ni tergolong dalam 1/3 itu?
Adakah peristiwa itu akn berlaku pada 2012?? Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui.. Yang penting kita perbanyakkan ibadat dan berdoa agar kita termasuk dlm golongan yg dilindungi Allah, jika mati biarlah kita mati dlm Islam dan beriman..
Apa pun, peristiwa itu pasti akan berlaku mengikut hadis Nabi SAW di bawah.. Dari Nu'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahawa Rasulullah SAW bersabda: Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan itul...". Kami bertanya: "Suara apakah, ya Rasulullah? " Beliau menjawab: "Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumaat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumaat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan solat Subuh pada hari Jumaat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian.
Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: " Mahasuci Al- Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus ", kerana barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa" . (Al Hadis). (Dari @ Nizar dan lainnya)
Jawaban:
Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘Ala Aalihi wa Ashhabihi wa Man waalah, wa ba’d: Ada beberapa penanya yang menanyakan hal serupa kepada kami, dan katanya hadits ini sedang ramai beredar dibicarakan FB dan beberapa forum di internet. Langsung saja ......., berikut ini adalah teks Arab hadits yang ditanyakan: ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ : - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺻﻴﺤﺔ ﻓﻰ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻌﻤﻌﺔ ﻓﻰ ﺷﻮﺍﻝ ﻭﺗﻤﻴﻴﺰ ﺍﻟﻘﺒﺎﺋﻞ ﻓﻰ ﺫﻯ ﺍﻟﻘﻌﺪﺓ ﻭﺗﺴﻔﻚ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﻓﻰ ﺫﻯ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻭﻣﺎ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻳﻘﻮﻟﻬﺎ ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺍﺕ ﻫﻴﻬﺎﺕ ﻫﻴﻬﺎﺕ ﻳﻘﺘﻞ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﻪ ﻫﺮﺟﺎ ﻫﺮﺟﺎ ﻗﻠﻨﺎ ﻭﻣﺎ ﺍﻟﺼﻴﺤﺔ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻫﺪﺓ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻫﺪﺓ ﺗﻮﻗﻆ ﺍﻟﻨﺎﺋﻢ ﻭﺗﻘﻌﺪ ﺍﻟﻘﺎﺋﻢ ﻭﺗﺨﺮﺝ ﺍﻟﻌﻮﺍﺗﻖ ﻣﻦ ﺧﺪﻭﺭﻫﻦ ﻓﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺟﻤﻌﺔ ﻓﻰ ﺳﻨﺔ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﺍﻟﺰﻻﺯﻝ ﻭﺍﻟﺒﺮﺩ ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺍﻓﻖ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻰ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﺈﺫﺍ ﺻﻠﻴﺘﻢ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻣﻦ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﺎﺩﺧﻠﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﻭﺃﻏﻠﻘﻮﺍ ﺃﺑﻮﺍﺑﻜﻢ ﻭﺳﺪﻭﺍ ﻛﻮﺍﻛﻢ ﻭﺩﺛﺮﻭﺍ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺳﺪﻭﺍ ﺁﺫﺍﻧﻜﻢ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﺣﺴﺴﺘﻢ ﺑﺎﻟﺼﻴﺤﺔ ﻓﺨﺮﻭﺍ ﻟﻠﻪ ﺳﺠﺪﺍ ﻭﻗﻮﻟﻮﺍ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ ﺭﺑﻨﺎ ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﻧﺠﺎ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻞ ﻫﻠﻚ Hadits ini terdapat dalam kitab Al Fitan, karya Nu’aim bin Hammad, Juz. 1, Hal. 228, No. 638. Juga kitab Kanzul ‘Ummal, karya Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hindi No. 39627. Sanad hadits tersebut sebagai berikut, berkata Nu’aim bin Hammad: ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋُﻤَﺮَ ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻟَﻬِﻴﻌَﺔَ ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺑْﻦُ ﺣُﺴَﻴْﻦٍ ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺛَﺎﺑِﺖٍ ﺍﻟْﺒُﻨَﺎﻧِﻲِّ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺤَﺎﺭِﺙِ ﺍﻟْﻬَﻤْﺪَﺍﻧِﻲِّ ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ Berkata kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Luhai’ah, dia berkata: berkata kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al Bunani, dari ayahnya, dari Al Haarits Al Hamdani, dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ...
(lalu disebut hadits di atas) Hadits ini memiliki banyak cacat, yakni pada semua perawinya –kecuali Ibnu Mas’ud Radhiallalhu ‘Anhu:
1. Nu’aim bin Hammad Beliau termasuk seorang imam, beliaulah yang menyusun kitab Al Fitan sendiri, tetapi para imam hadits telah mengkritiknya dengan tajam. Tentang Beliau dan kitab Al Fitan, Imam Adz Dzahabi berkata: ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻻﺣﺪ ﺃﻥ ﻳﺤﺘﺞ ﺑﻪ، ﻭﻗﺪ ﺻﻨﻒ ﻛﺘﺎﺏ " ﺍﻟﻔﺘﻦ " ﻓﺄﺗﻰ ﻓﻴﻪ ﺑﻌﺠﺎﺋﺐ ﻭﻣﻨﺎﻛﻴﺮ. “Tidak boleh bagi seorang pun berhujjah dengannya, dan Dia telah menyusun kitab Al Fitan, yang di dalamnya terdapat banyak keanehan dan kemungkaran.” (As Siyar A’lamin Nubala, 10/609) Imam An Nasa’i mengatakan: “Dia orang yang lemah (dhaif).” Imam Al Azdi mengatakan: “Dia termasuk orang yang memalsukan hadits demi membela sunah.” Imam Al ‘Abbas bin Mush’ab mengatakan dalam Tarikh-nya: “Dia memalsukan sebah buku untuk membantah kaum Jahmiyah.” Oleh karenanya Imam Adz Dzahabi mengatakan tentangnya: “Salah satu imam dunia, yang memiliki kelemahan dalam haditsnya.” (Lihat semua dalam Mizanul I’tidal, 4/267-269) Ada yang menilainya jujur dan terpercaya, seperti Imam Yahya bin Ma’in, Imam Ahmad, dan Imam Al ‘Ijli, dan Imam Al Bukhari pernah mengambil hadits darinya. (Ibid) Namun dalam kitab yang lain Imam Ibnu Ma’in pernah mengkritiknya. Dalam As Siyar disebut oleh Imam Adz Dzahabi, menurut Imam Al ‘Abbas bin Mush’ab bahwa Nu’aim bin Hammad telah memalsukan satu buku untuk membantah Imam Abu Hanifah dan Muhammad bin Al Hasan, serta memalsukan 13 buku untuk membantah kelompok Jahmiyah. Shalih Al Jazarah dan Az Zuhri mengatakan, Nu’aim bin Hammad adalah seorang yang memiliki banyak hadits-hadits munkar yang tidak bisa diikuti. Imam Yahya bin Ma’in ditanya tentang haditsnya Nu’aim bin Hammad, beliau menjawab: “haditsnya bukan apa-apa (maksudnya jangan dianggap, pen).” Ibnu Hammad Ad Daulabi mengatakan: “Nu’aim bin Hammad dhaif.” Ahmad bin Syu’aib, Ibnu Hammad, dan lainnya mengatakan: “Dia memalsukan hadits demi membela sunah, dan memalsukan hikayat para ulama tentang fitnahnya Abu Hanifah, semua adalah dusta.” Imam An Nasa’i mengatakan: “Dia telah memasuki batas sebagai orang yang tidak boleh dijadikan hujjah.” Imam Ibnu Hibban berkata tentang dia: “Suka salah dan bimbang.” Ibnu Yunus mengatakan: “Dia meriwayatkan hadits-hadits munkar dari orang- orang yang bisa dpercaya.” (Lihat semua dalam Siyar A’lamin Nubala, 10/595 – 611)
2. Abu Umar Inilah cacat kedua. Abu Umar, dia adalah Hammad bin Waqid Al ‘Isya Ash Shafar. Beliau adalah guru dari Nu’aim bin Hammad. Abu Umar Hammad bin Waqid ini telah didhaifkan para ulama. Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: “dhaif.” Imam Al Bukhari berkata: “munkarul hadits – haditsnya munkar.” Imam Abu Zur’ah dan lainnya: “Layyin –lemah.” Imam Al Fallas mengatakan: “Banyak salah dan wahm (bimbang/ragu).” (Lihat Al Mizan, 1/600)
3. Ibnu Lahi’ah Beliau adalah rawi yang terkenal kelemahannya, yakni buruk pada sisi hapalannya, khususnya setelah buku- bukunya terbakar. Ishaq bin Isa mengatakan kitab-kitabnya terbakar pada tahun 169H. Diceritakan bahwa Imam Yahya bin Said Al Qaththan sama sekali tidak mau menganggap hadits Ibnu Luhai’ah. Imam Abdurrahman bin Mahdi mengatakan: “Saya tidak membawakan haditsnya sedikit atau banyak.” Imam Muslim mencertakan bahwa Waki’, Yahya, dan Ibnu Mahdi meninggalkan hadits Ibnu Lahi’ah. Imam An Nasa’i mengatakan: “Laisa bitsiqah – bukan orang terpercaya.” Abdurrahman bin Kharrasy mengatakan: “Jangan ditulis haditsnya.” Abu Zur’ah dan Yahya bin Ma’in mengatakan: “Tidak bisa dijadikan hujjah.” Abu Ishaq Al Jauzajaani mengatakan: “Haditsnya tidak memiliki cayaha, tidak bisa dijadikan hujah, dan jangan diikuti.” (Lengkapnya lihat As Siyar, 8/11-31)
4. Abdul Wahhab bin Husain Imam Al Hakim berkata tentang beliau: “Majhuul – tidak dikenal.” (Al Mustadrak No. 8590), Al Hafizh Ibnu Hajar juga berkata tentang beliau: “Majhuul .” (Lisanul Mizan, 4/87)
5. Muhammad bin Tsaabit Al Bunani Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: “Laisa biqawwi – tidak kuat.” Imam Abu Hatim mengatakan: “Tidak bisa dijadikan hujah dan haditsnya munkar.” Abu Zur’ah berkata: “Layyin – lemah.” (Imam Abdurrahman bin Abi Hatim, Al Jarh wat Ta’dil, 7/217) Imam An Nasa’i mengatakan: “Dhaif. Imam Ibnu ‘Adi mengatakan: “haditsnya tidak bisa diikuti.” Imam Al Bukhari mengatakan: “Padanya ada yang pertimbangkan.” (Mizanul I’tidal, 3/495)
6. Al Haarits Al Hamdani Dia adalah Al A’war (buta sebelah matanya). Kun-yahnya adalah Abu Zuhair. Dia juga lemah, bahkan sebagian menuduhnya sebagai pendusta. Asy Sya’bi berkata: “Bercerita kepadaku Al Haarits Al A’war, dan dia adalah Kadzdzaab – pendusta.” Ibrahim berkata: “Dia tertuduh (sebagai pendusta).” Ibnu Al Madini berkata: “Kadzdzaab.” Yahya bin Ma’in mengatakan: “Dhaif.” An Nasa’i berkata: “Laisa bilqawwi – bukan orang kuat.”
Ad Daruquthni mengatakan: “Dhaif.” Yahya Al Qaththan mengatakan: “Umumnya apa yang diriwayatkannya tidak terjaga.” Ibnu Hibban berkata: “Beliau orang yang ekstrim tasyayyu’ (condong ke syi’ah), dan haditsnya lemah.” (Mizanul I’tidal, 1/435-437) Maka, betapa mengenaskan riwayat ini! Seandainya satu perawi saja yang bermasalah sudah cukup menjatuhkan hadits ini, namun hadits ini ada enam perawi yang bermasalah, bahkan beberapa di antara mereka ada yang disebut sebagai pemalsu hadits dan pendusta. Oleh karenanya para ulama seperti Imam Adz Dzahabi dalam At Talkhish, Imam Ibnul Qayyim dalam Al Manar Al Munif, Syaikh Al Albani dalam Adh Dhaifah menyebutkan bahwa ini adalah hadits palsu (maudhu’), dan hendaknya kita berhati-hati terhadap riwayat yang semisal ini. (Lihat Syaikh Abdullah Al Faqih, Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah No. 41701. Syaikh Al Albani, As Silsilah Adh Dhaifah No. 6471) Wa Shallallahu ‘ala Nabiyina Muhammadin wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam. Wallahu A’lam
sumber : http://faridnuman.blogspot.com/2011/11/ha Hadits Huru Hara di Bulan Ramadhan (tahun 2012), Shahihkah?
Langganan:
Postingan (Atom)


